Walau Sudah Orgasme Pria Tetap Saja Ereksi, Ini Penjelasannya

Rusmanto
Rusmanto

Walau Sudah Orgasme Pria Tetap Saja Ereksi, Ini Penjelasannya ilustrasi

Efek Priapism pada Pria

Priapism yang terjadi pada penis memiliki cukup banyak dampak negatif sehingga pria harus mewaspadainya. Berikut beberapa efek samping priapis yang bisa muncul.

  • Kondisi non-ischenic priapism biasanya bisa sembuh sendiri. Namun, kalau kondisi ini terus berulang bisa menyebabkan kerusakan pada penis. Jadi, begitu mengalami kondisi ini penanganan yang tepat harus dilakukan.
  • Intensitas rasa sakit tinggi. Pria yang mengalami priapism akan susah melakukan aktivitas harian. Penisnya akan terus mengalami ereksi hingga berjam-jam sehingga sudah dipakaikan celana dalam dan ditekuk.
  • Malu berada di ruangan publik dan akan diketahui orang kalau penis terus ereksi. Kalau hal ini sampai terjadi, produktivitas kerja bisa menurun.
  • Walaupun darah di dalam penis akhirnya bisa turun dan penis menjadi lebih lemas dan ada pada kondisi flaccid, rasa sakit dan ngilu akan tetap ada sehingga pria merasa takut mengalami ereksi kembali karena takut tidak bisa lemas kembali.
  • Terjebaknya darah cukup lama di dalam penis bisa menyebabkan sel yang ada di dalam penis jadi mati. Kondisi ini akan sangat berbahaya untuk kemampuan ereksi dan seksual di kemudian hari.
  • Kondisi priapism yang berlebihan bisa menyebabkan disfungsi ereksi pada pria. Kalau sampai mengalami impotensi, pria justru tidak akan bisa mengalami ereksi lagi di kemudian hari.

Terus ereksi atau priapism bisa terjadi pada siapa saja khususnya mereka yang memiliki gangguan darah seperti leukemia atau thalassemia. Semoga kondisi di atas tidak terjadi pada kita semua. Lakukan seks dengan baik dan jauhi obat kuat yang menjadi salah satu pemicunya.

 

 

 

 


Artikel ini telah tayang di doktersehat.com dengan judul "Mengapa Pria Terus Ereksi Meski Sudah Orgasme?"
 

Apa Reaksi Kamu?