Wall Street Datar

Rusmanto
Rusmanto

Wall Street Datar

Wall Street berakhir datar pada perdagangan Kamis kemaren, setelah saham-saham sektor energi berjatuhan. Namun kejatuhan saham energi ini diimbangi oleh munculnya data positif soal perbaikan penjualan di sektor ritel.

Indeks energi di S&P turun 1,4%, setelah harga minyak kembali turun menuju ke titik terendahnya dalam 6,5 tahun terakhir.

Selama Juli 2015, penjualan di sektor ritel naik. Data ini menimbulkan s&pekulasi kembali soal kenaikan suku bunga acuan, oleh bank sentral AS yaitu Federal Reserve (The Fed). Namun banyak yang pesimistis kenaikan bunga acuan akan terjadi cepat, setelah langkah China mendevaluasi mata uang yuan.

Indeks Dow Jones naik tipis 5,74 poin (0,03%) ke 17.408,25. Indeks S&P 500 turun tipis 2,66 poin (0,13%) ke 2.083,39. Kemudian, indeks Nasdaq turun 10,83 poin (0,21%) ke 5.033,56.

Saham yang naik tinggi adalah Cisco, yaitu 2,9% menjadi US$ 28,7 per lembar. Kenaikan ini akibat kinerjanya yang tinggi di atas perkiraan pelaku pasar saham. (jk)

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});