Wall Street Ditutup Melemah

Rusmanto
Rusmanto

Wall Street Ditutup Melemah
WinNetNews.com - Bursa saham Wall Street di Amerika Serikat (AS) ditutup negatif pada perdagangan Selasa. Setelah munculnya data penjualan otomotif yang di bawah ekspektasi pelaku pasar.

Angka penjualan otomotif ini mempengaruhi proyeksi pertumbuhan ekonomi AS. Selain itu, penjualan otomotif yang di bawah proteksi, membuat saham produsen mobil, seperti Ford dan General Motors, turun lebih dari 4%.

Data ekonomi yang keluar menunjukkan, angka konsumsi masyarakat AS naik di atas ekspektasi, khususnya untuk membeli barang dan jasa. Namun, pendapatan individu di AS hanya naik 0,2%, atau di bawah proyeksi yang sebesar 0,3%. Apalagi laju inflasi saat ini masih di bawah target bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed) yang sebesar 2%. Kondisi ini membuat sulit bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga acuannya.

Selain itu, sentimen negatif juga muncul dari kembali turunnya harga minyak produksi AS ke bawa US$ 40/barel, atau turun 1,4% ke US$ 39,51/barel.

Pada perdagangan Selasa (2/8/2016), indeks Dow Jones turun 90,74 poin (0,49%0 ke 18.313,77. Indeks S&P 500 turun 13,81 poin (0,64%) ke 2.157,03. Sementara indeks Nasdaq turun 46,46 poin (0,9%) ke 5.137,73.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});