Wanita Hamil Boleh Konsumsi Junk Food?
ilustrasi

Wanita Hamil Boleh Konsumsi Junk Food?

Kamis, 13 Feb 2020 | 08:41 | Rusmanto
Winnetnews.com -  Amankah bila ibu hamil makan junk food saat hamil? Apakah akan berpengaruh bagi kehamilan? Pertanyaan itu biasanya menghinggapi ibu hamil ketika terjadi perubahan hormon yang berpengaruh pada nafsu makan. Apalagi saat hamil, nutrisi yang dibutuhkan tak hanya untuk ibu, tapi juga untuk janin.

Simak jawaban dari pertanyaan di atas dalam ulasan berikut:

Adakah pengaruh yang ditimbulkan dari makan junk food saat hamil?

image0

Junk food merupakan istilah yang merujuk pada makanan dengan kandungan kalori, gula, dan lemak yang tinggi. Sebetulnya, banyak yang telah menyadari bahwa junk food bukanlah makanan yang sehat. Meski begitu, junk food tetap laris menjadi pilihan ketika sedang lapar, tak terkecuali ibu hamil.

Mengonsumsi junk food pada saat hamil sebetulnya aman, namun junk food sering kali menimbulkan efek ketagihan yang dapat berujung pada konsumsi yang berlebih. Kelebihan makan junk food inilah yang akan memberikan dampak yang tidak baik untuk kesehatan ibu dan janin yang dikandung.

Menaikkan berat badan

Kenaikan berat badan adalah hal yang pasti akan terjadi saat masa kehamilan. Namun, perubahan berat badan akibat hormon hamil tentu berbeda dengan perubahan berat badan karena konsumsi junk food saat hamil.

Junk food mengandung lemak jenuh yang tinggi. Kenaikkan berat badan yang berlebih akan berisiko pada komplikasi pada kehamilan seperti pre-eklampsia, kelahiran prematur, dan bayi lahir cacat. Selain itu, junk food juga mengandung kadar gula tinggi yang dapat menyebabkan penyakit diabetes gestasional.

Memicu risiko alergi

Ternyata, makanan dengan tingkat gula tinggi yang dikonsumsi terlalu sering dapat memicu asma pada anak.

Hal ini dipaparkan dari sebuah penelitian yang diterbitkan oleh European Respiratory Journal. Konsumsi gula dalam junk food berlebih saat hamil dapat meningkatkan risiko asma dan alergi ketika anak menginjak usia 7 sampai 9 tahun.

Pada penelitian tersebut, makanan yang tinggi gula dipercaya dapat berpengaruh terhadap sistem kekebalan pada saluran udara menjadi lebih rentan mengalami peradangan dan alergi.

Peradangan inilah yang nantinya menyebabkan penyempitan pada saluran udara dan mendorong produksi lendir dan berujung pada gejala asma seperti sesak nafas.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...