Wanita Ini Bagikan Kisah Kulitnya yang Hancur Setelah Pakai Krim Steroid
Foto: Daily Mail

Wanita Ini Bagikan Kisah Kulitnya yang Hancur Setelah Pakai Krim Steroid

Selasa, 7 Jul 2020 | 12:40 | Nurul Faradila

Winnetnews.com -  Seorang wanita asal Auckland, Selandia Baru membagikan kisahnya yang harus kehilangan salah satu penglihatannya dan rasa sakit yang parah hingga sulit bernapas, setelah bertahun-tahun menggunakan krim steroid untuk menyembuhkan eczema.

Dilansir dari Daily Mail, wanita bernama Anita Wong ini menjelaskan bagaimana ia melepaskan krim steroid untuk mengobati eksimnya setelah bertahun-tahun digunakan. Dia menyebutkan kalau krim tersebut mengalami kerusakan permanen pada mata kanannya pada tahun 2013 lalu.

Anita diketahui menggunakan krim dan berbagai perawatan untuk menjaga eksimnya tetap terkendali dan tidak tidak tahu kalau itu dapat membahayakan kesehatannya. Dia memutuskan untuk berhenti menggunakan obat untuk mengatasi kondisinya itu, namun harus melalui proses yang menyakitkan dan biasa disebut Topical Steroid Withdrawal (TSW).

Proses tersebut membuat kulitnya pecah-pecah, mengelupas, dan sangat gatal serta menyakitkan hingga membuatnya kesulitan bernapas. Anita didiagnosis dengan eksim saat ia berusia lima tahun dan merasa malu tumbuh dewasa, lantaran dia tidak tahu cara menjelaskan kondisi kulitnya kepada teman-temannya.

“Itu sangat memengaruhi kepercayaan diri dan kehidupan sosial ku. Terasa sangat gatal dan sejak usia muda aku menderita insomnia. Aku tidak pernah merasa nyaman dengan kulit ku sendiri dan semakin memburuk selama bertahun-tahun dan ini berlangsung selama dua puluh lima tahun,” jelas Anita.

Kondisi ini membuat dirinya harus sering mengunjungi dokter kulit untuk memeriksakan kondisinya. Anita kemudian memutuskan untuk berhenti menggunakan krim steroid saat ia mengandung anak pertama. Namun kondisi kulitnya menjadi hancur. Sehingga ia kembali ke dokter dan menggunakan obat steroid lagi untuk mengatasi eksimnya.

Sebenarnya penggunaan steroid aman untuk mengobati eksim, selama diguankan tidak secara berlebihan dan sesuai anjuran dokter. Tahun 2013 Anita didiagnosis mengalami katarak di kedua matanya karena penggunaan obat steroid yang berlebihan. Dia kemudian menjalani operasi pada tahun 2014 dan membuat mata kanannya mengalami kerusakan permanen.

Untungnya, pada tahun 2018 kulit Anita kembali mulus usai melakukan beragam macam cara dan detoksifikasi sejak Juli 2013. Kisah ini dibagikan oleh Anita melalui akun Instagramnya dan ia berharap orang-orang dapat memahami bahaya dari penggunaan steroid.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...