Wanita Ini Hampir Buta Setelah Filler Bibir

Nurul Faradila
Nurul Faradila

Wanita Ini Hampir Buta Setelah Filler Bibir Sumber: Mirror

Winnetnews.com - Tren kecantikan filler bibir memang belum redup hingga saat ini. Para wanita yang melakukan filler pada bibirnya rata-rata memiliki alasan agar dapat terlihat lebih menarik.

Namun, sebelum melakukan filler, sebaiknya kamu mengetahui apakah cairan kimia yang akan digunakan nanti akan cocok dengan tubuhmu atau tidak. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah keadaan buruk, seperti yang menimpa wanita ini.

Dia hampir mengalami kebutaan setelah menjalani perawatan filler bibir. Saat itu, bibirnya yang baru saja diiisi, tiba-tiba meledak dan ia tidak sengaja menelan cairan di dalamnya.

Wanita asal Austarlia bernama Mikayla Stutchberry ini, ingin mengikuti teman-temannya dan melakukan filler agar bibirnya terlihat lebih tebal.

Namun setelah menjalani proses filler di Laser Clinics Australia, bibirnya menjadi bengkak dan sakit. Dokter mengatakan kalau filler yang dilakukan Mikayla “disuntikkan ke dalam arterinya” dalam prosedur yang salah – beruntungnya keadaan ini tidak terlalu parah.

Dilansir dari Mirror yang mengutip 9News, Mikayla menceritakan kejadian yang dialaminya itu.

“Kemudian ada saat di mana aku mengalami lecet dan kemudian meledak, dan aku mulai menelan cairan filler tersebut lalu pingsan. Kamu pernah melihat cerita horor di TV, namun menganggap hal itu tidak akan pernah terjadi padamu, hingga akhirnya benar-benar terjadi,” ujarnya.

Berdasarkan diagnosis dokter yang memeriksa kondisi Mikayla, wanita ini mengalami infeksi di bibirnya dan ia menjadi alergi dengan antibiotik yang ia beli. Peristiwa ini membuatnya tidak bekerja selama beberapa hari dan akhirnya dipecat.

Profesor Mark Ashton, mantan Pimpinan Australian Society of Plastic Surgeons, ia mengatakan kalau Mikayla masih beruntung.

“Menurut pendapatku, ada sedikit keraguan kalau wanita ini mendapatkan suntikan filler di arteri untuk bibir atasnya. Filler tersebut kemudian menyebabkan kematian jaringan. Itu dapat mengenai seluruh wajahnya, hidung dan masuk ke matanya, dan dia bisa saja mengalami kebutaan,” ujar Profesor Mark.

Meskipun kabar ini sudah beredar luas, pihak klinik masih saja membantah kalau mereka tidak melakukan kesalahan apapun.

“Laser Clinic sangat menolak tuntutan Nona Stutchberry. Tidak ada catatan medis kalau Laser Clinic telah melakukan perawatan yang menyebabkan infeksi,” tulis Laser Clinic dalam pernyataan yang dibuat mereka.

Dalam pernyataan yang dibuat mereka itu, klinik tersebut mengatakan kalau mereka telah mengikuti prosedur dan tidak ada laporan atau temuan yang bertentangan yang telah dilakukan oleh Laser Clinic.”

Sementara itu, dokter kecantikan Daniel Lanzar, yang membawa filler bibir ke Austarlia dua dekade lalu, merasa khawatir dengan tersebar luasnya klinik-klinik yang mmeberikan pelayanan yang buruk.

Dia mengatakan kalau perawatan filler hanya boleh dilakukan di ruang medis dan ia sama sekali tidak pernah membayangkan pelayanan yang dilakukan oleh sebuah klinik yang berada di pusat perbelanjaan.

Apa Reaksi Kamu?