Wanita Ini Tak Bisa Bayar Sewa Usai Anaknya Habiskan Rp1 Juta untuk Game Online

Nurul Faradila

Dipublikasikan 2 tahun yang lalu • Bacaan 1 Menit

Wanita Ini Tak Bisa Bayar Sewa Usai Anaknya Habiskan Rp1 Juta untuk Game Online
Foto: Unsplash/Thom Bradley

Winnetnews.com -  Seorang ibu asal Connecticut, Amerika Serikat, terkejut saat mengetahui anaknya menggunakan kartu kreditnya untuk keperluan game, selama beberapa bulan terakhir. Pada Juli lalu, Jessica Johnson menemukan bahwa sejumlah uang telah berkurang dari akun Chase-nya oleh Apple dan PayPal.

Mengira kalau itu adalah kesalahan atau penipuan, wanita berusia 41 tahun menghubungi pihak bank. Tagihan kartu kreditnya mencapai 16,293 USD. Pada bulan Oktober, pihak bank memberi tahunya bahwa tidak ada tindak penipuan dan menyuruhnya untuk menghubungi pihak Apple.

Kemudian Jessica tahu kalau uangnya ternyata dihabiskan oleh anaknya yang berusia 6 tahun, setelah ia menghubungi Apple dan melihat tagihan kartu kreditnya. Dia melihat ikon Sonic the Hedgehog, dia tahu itu adalah anaknya, George.

Akan tetapi, hal itu sudah terlambat dan tidak bisa berbuat apa-apa. Melansir Oddity Central, Apple menolak untuk memberikan pengembalian uang, karena dia tidak menelepon selama 60 hari dari tagihan tersebut.

“Mereka berkata, ‘Tangguh’. Mereka mengatakan kepada saya bahwa, karena saya tidak menelepon dalam waktu 60 hari sejak ditagih, bahwa mereka tidak dapat melakukan apapun,” kata Jessica Johnson.

Sonic Hedgehog
Foto: Oddity Central

Dia menambahkan, “Alasan saya tidak menelepon dalam waktu 60 hari adalah karena Chase (bank) memberi tahu saya bahwa itu kemungkinan penipuan-bahwa PayPal dan Apple.com adalah tagihan penipuan teratas.”

Lantaran tidak mengaktifkan pengaturan pencegahan, putranya dapat menggunakan kartu kreditnya yang ditautkan untuk membeli paket penguat senilai ribuan dolar di video game seluler favoritnya, Sonic Forces. Dia membeli cincin merah 1,99 USD (Rp28 ribu) hingga cicin emas 99,99 USD (Rp1,4 juta).

Meski sudah tahu kebenarannya, Jessica tetap menyalahkan Apple dan perusahaan video game, dengan mengatakan bahwa aplikasi itu bersifat predator, sehingga membuat anak-anak mudah membeli sesuatu. Dia menyarankan agar orang tua untuk selalu mengecek pengaturan pembayaran dan kemanan.

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...