Wanita Pemegang Pertama Field Medal Matematika Meninggal Dunia

Fellyanda Suci Agiesta
Minggu, 16 Juli 2017 08:54 WIB
Oleh Fellyanda Suci Agiesta pada Minggu, 16 Juli 2017 08:54 WIB
Image Wanita Pemegang Pertama Field Medal Matematika Meninggal Dunia
Foto: BBC

WinNetNews.com - Maryam Mirzakhani, wanita pertama yang menerima Field Medal bergengsi untuk matematika, telah meninggal di AS. Wanita yang berusia 40 tahun, seorang profesor di Universitas Stanford, menderita kanker payudara yang telah menyebar ke tulangnya.

Dijuluki "Hadiah Nobel untuk Matematika", Fields Medal hanya diberikan setiap empat tahun antara dua dan empat matematikawan di bawah usia 40 tahun.

Hal itu diberikan kepada Prof. Mirzakhani pada tahun 2014 untuk pekerjaannya di bidang geometri kompleks dan sistem dinamis.

Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan bahwa kematian Prof. Mirzakhani menyebabkan kesedihan yang mendalam.

Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif mengatakan bahwa kematiannya adalah penyebab kesedihan bagi semua orang Iran.

"Sebuah lampu dimatikan hari ini, menghancurkan hati saya ... terlalu jauh," ilmuwan Iran Iran Firouz Naderi memposting di Instagram.

Dia menambahkan dalam posting berikutnya: "Seorang jenius? Ya, tapi juga anak perempuan, ibu dan istri."

Prof. Mirzakhani dan suaminya, ilmuwan Ceko Jan Vondrak, memiliki satu anak perempuan.

Beberapa pengguna media sosial mengkritik pejabat Iran karena tidak menggunakan gambar terbaru dari Prof. Mirzakhani yang menunjukkan rambutnya yang tertutup.

Wanita Iran harus menutupi rambut mereka sesuai dengan interpretasi ketat hukum Islam tentang kerendahan hati.

Media dan politisi resmi Iran menggunakan gambar-gambar lama di media sosial mereka, yang menunjukkan bahwa rambutnya tertutup.

Presiden Stanford University Marc Tessier-Lavigne menggambarkan Prof Mirzakhani sebagai teoretikus matematis yang brilian dan juga orang yang rendah hati yang hanya menerima penghormatan hanya dengan harapan bisa mendorong orang lain mengikuti jalannya.

"Maryam sudah pergi terlalu cepat, tapi dampaknya akan terus berlanjut untuk ribuan wanita yang ajarkan untuk ilmu matematika dan sains," katanya.

Pasukan AS Akui Bunuh Pemimpin ISIS di Afganistan
Sesi II: IHSG Ditutup di zona Merah Turun 18 Poin

Reaksi Kamu

Tanggapan Pembaca

    Belum ada Tanggapan

    Jadilah yang pertama memberikan tanggapan

Sekilas Tentang WinNetNews

Situs WinNetNews.com merupakan portal berita dan informasi teraktual perihal berbagai peristiwa di nusantara maupun mancanegara. Kelengkapan, keakurasian serta aktualitas berita dan informasi WinNetNews.com telah membuat tingkat baca artikel-artikelnya naik secara signifikan walaupun usia WinNetNews.com sebagai portal berita baru seumur jagung.