Warga DKI Ini Jadi Korban Kesalahan Sistem EDC KJP Plus
Sumber : Istimewa

Warga DKI Ini Jadi Korban Kesalahan Sistem EDC KJP Plus

Jumat, 4 Mei 2018 | 21:54 | Oky

Winnetnews.com - Eva (39) warga Jalan Usman Harun RT 10/05 Kebon Pala, Makasar, Jakarta Timur mengaku gembira karena lewat Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus dirinya bisa membeli sembako dengan harga murah.

Namun, dirinya berharap agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat melakukan evaluasi segera lantaran banyak dana KJP milik warga hilang.

Kehadiran KJP diakuinya sangat membantu warga, khususnya warga prasejahtera. Bukan hanya bisa digunakan untuk berbelanja sembako semata, KJP Plus juga dapat digunakan untuk membeli kebutuhan sekolah seperti seragam, sepatu, buku ataupun perlengkapan sekolah lainnya.

Namun, dirinya mengaku kapok untuk berbelanja dengan menggunakan KJP di luar gerai resmi milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sebab, dana KJP milik anaknya, Leo (7) siswa kelas 1 Sekolah Dasar Negeri (SDN) 07 Kebon Pala, sempat tertahan di Bank DKI selama tiga bulan belakangan.

Penyebabnya dikarenakan kesalahan sistem, mesin EDC (Electronic Data Capture) milik toko katanya memotong dana KJP anaknya lebih dari sekali saat pembayaran dilakukan. Sehingga, dana KJP milik anaknya habis tidak tersisa.

"Jadi, kesalahannya itu pas pembayaran, dana KJP anak saya di-debet dua kali. Saya udah urus bolak-balik ke Bank DKI sama ke tokonya juga, nah pas di-print rekening koran baru kelihatan ada dua transaksi di waktu yang sama, nomor barkode transaksinya juga sama. Akhirnya diurus sama tokonya, dana KJP baru bisa balik ke semula," ceritanya ditemui di Jakgrosir, Pasar Induk Kramatjati, Kramatjati, Jakarta Timur pada Jumat (4/5/2018).

Kejadian serupa juga disampaikan oleh Solihat (52) dan Gini (45) warga RT 12/01 Susukan, Ciracas, Jakarta Timur.

Kedua ibu rumah tangga itu mengaku sempat melakukan protes keras kepada salah satu pengelola pusat perbelanjaan di Mall Graha Cijantung karena saldo KJP Plus terpotong berulang kali.

"Kita demo, soalnya kenapa bisa dipotong berkali-kali. Kita belanja baju doang sepotong, masa saldo KJP habis. Nah pas kita cek di Bank DKI beneran aja dipotong beberapa kali. Akhirnya kita demo supaya duit dibalikin. Itu juga prosesnya lama, dua minggu," ungkap Gini, ibu kandung Mailinda (6) Kelas 3 SDN 01 Susukan, Ciracas, Jakarta Timur.

Dirinya berharap agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat memperbaiki sistem pembayaran KJP Plus, sehingga peristiwa serupa tidak kembali terulang.

"Kita maunya supaya nggak masalah, soalnya kesian yang nggak ngerti, toko enak aja gesek berkali-kali, mereka pada nyolong duit, sementara warga yang orang kecil, yang nggak ngerti ayo (ikhlas) waktu tahu duit KJP ilang," ungkap Solihat menambahkan.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...