Warga Irak yang Dijadikan Budak ISIS Mayoritas Anak-anak

Warga Irak yang Dijadikan Budak ISIS Mayoritas Anak-anak

Rabu, 20 Jan 2016 | 14:30 | kontri
WinNetNews.com - PBB pada Selasa 19 Januari mengungkapkan bahwa ribuan warga Irak yang dijadikan budak oleh kelompok militan ISIS ternyata mayoritas diisi anak-anak dan perempuan. Sebelumnya diketahui, sebanyak 3.500 warga Irak dipaksa menjadi budak oleh ISIS.

Divisi Assistance Mission for Iraq and the UN Human Right di PBB menyatakan warga yang dijadikan budak ini diculik dari wilayah di Irak, khususnya di daerah utara dan barat.

Dikabarkan, wilayah ini mayoritas populasinya adalah warga Sunni, dan diperkirakan mereka diculik semenjak 2014.

“Mereka yang diculik didominasi oleh perempuan dan anak-anak. Banyak dari mereka berasal dari komunitas Yazidi di Irak,” demikian laporan dari PBB, di Jenewa, sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (20/1/2016).

“Namun, ada juga yang diculik dari berbagai minoritas etnis dan agama di Irak,” ujar laporan tersebut.

Pimpinan Divisi Hak Asasi Manusia PBB di Irak, Francesco Motta, juga mengatakan para anggota kelompok militan ISIS yang kerap mengaku bertanggung jawab atas bom bunuh diri di pasar dan Masjid Syiah di Baghdad harus menghadapi peradilan kejahatan internasional.

“Mereka menggunakan warga sipil menjadi tameng. Mereka mempersenjatai anak-anak untuk ikut konflik, dengan jelas mereka menargetkan infrastruktur sipil dan ini saja sudah termasuk kejahatan perang. Namun, mereka terus melakukan berbagai kejahatan juga terhadap kemanusiaan,” kata Motta.

Pada laporan PBB tersebut juga dijelaskan bahwa sedikitnya 800 sampai 900 anak-anak di Mosul, Irak, diculik untuk dicuci otaknya dan dijadikan militan ISIS.

(dilansir dari okezone)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...