Skip to main content

Warung Betawi Hajah Manih, Warung Makan Hasil Menjaga Orangtua

Warung Betawi Hajah Manih,  Warung Makan Hasil Menjaga Orangtua
Warung Betawi Hajah Manih, Warung Makan Hasil Menjaga Orangtua

WinNetNews.com - Sambil menjaga orangtuanya, Hajah Manih & Haji Alimin mencoba berjualan di warung mungil yang dibuatnya di samping rumah. ”Dari sekotak, seumil-seumil, seero-ero, prihatin waktu itu kondisinya jadi kayak sekarang” , katanya dengan suara logat betawi khas pinggir Jakarta Selatan. Waktu warung di sekitar rumahnya belum banyak, ia menjual makanan seperti sayur, semur jengkol, gudeg nangka, dan ikan laut goreng. Usaha itu ia lakukan hingga sekitar 20 tahunan. Pelanggannya saat itu adalah mahasiswa-mahasiswa dari kampus ISTN, APP, UI - Depok dan karyawan kantor yang bekerja di sekitar warungnya. Beberapa pelanggan setianya datang dari jauh untuk membeli masakan di warungnya misalnya dari Kemayoran - Jakarta Pusat dan Banyuwangi - Jawa Timur. Namun di tahun 2005, ia dan keluarganya menganti konsep usaha menjadi berjualan masakan ala Betawi di warungnya. Kemudian usahanya itu dilanjutkan oleh anak-anaknya yang mengelola secara bergantian setiap hari. ”Semua resepnya neng boleh ide sendiri. Gak boleh dapat dari sekolah. Ya seinget-ingetnya nenek aja,” lanjut Hajah Manih yang masih terlihat bugar di usia 92 tahun. Untuk mendapatkan bahan baku yang berkualitas, Hajah Manih membelinya di Pasar Depok termasuk ikan, ayam dan sayur mayur sebagai bahan bakunya.

Kini Hajah Manih hanya memantau dari jauh warung yang dikelola anak-anaknya. Ia bersyukur dari usaha kecilnya itu telah mampu membantu keluarganya, walau ia tidak tamat sekolah dasar, tidak dapat membaca dan menulis. Kegiatannya di hari tua Hajah Manih, kini hanya beribadah dan melakukan aktivitas ringan di sekitar rumah.

Warung Betawi Hajah Manih yang berada di Jalan Moch.Kahfi I - Jagakarsa itu menurut anak perempuannya yang mengelola, kini menjual ikan emas goreng, ikan gurame goreng, ayam goreng, pecak gurame, pecak ikan mas, pecak ayam, tahu tempe, sambal lalap dan minuman. Masakan yang dijual di Warung Hajah Manih ini berada di kisaran harga Rp 16.000 sampai dengan Rp 80.000 sedangkan untuk minumannya mulai dari harga Rp 3.000 sampai dengan Rp 6.000. Warung yang berada tidak jauh dari kampus Akademi Pimpinan Perusahaan - Jagakarsa ini juga menerima pesanan nasi box, nasi bungkus untuk acara-acara tertentu serta dapat dihubungi di nomer telepon 021-7873564. Warung ini buku dari hari Senin hingga Minggu dari pukul 10.00 hingga pukul 16.00 WIB (selesai habis ikan). Diujung wawancara Hajah Manih menambahkan bahwa warungnya itu tidak menjual minuman haram. ”Gak ada beer”, karena yang ia sediakan di warung sederhananya itu hanyalah masakan sederhana khas orang Betawi. Tempat dimana Hajah Manih berasal. (RKE)

Rike

Interview Hajah Manih (03/10/2015) dan Ibu Ningsih anaknya Hajah Manih di Warung Betawi Hajah Manih.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top