Wasekjen Gerindra Keluar Dari Partai Karena Fadli Zon?

Wasekjen Gerindra Keluar Dari Partai Karena Fadli Zon?Sumber : Istimewa

Winnetnews.com - Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (Wasekjen DPP) Partai Gerindra Mohammad Nuruzzaman mengatakan dirinya mundur alias keluar dari Partai Gerindra. Alasannya, salah satunya karena pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon yang dianggapnya menghina anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Yahya Cholil Staquf.

Fadli Zon menyindir kegiatan Yahya Cholil ke Israel untuk menyampaikan kuliah umum di acara yang diselenggarakan oleh The Israel Council on Foreign Relations, sebagai perbuatan yang memalukan bangsa Indonesia. “Cuma ngomong begitu doang ke Israel. Ini memalukan bangsa Indonesia. Tak ada sensitivitas pada perjuangan Palestina. #2019GantiPresiden”. Begitu bunyi cuitan Fadli Zon yang dikutip dari akun [email protected]

“Kemarahan saya memuncak karena hinaan saudara Fadli Zon kepada kiai saya, KH Yahya Cholil Staquf terkait acara di Israel yang diramaikan dan dibelokkan menjadi hal politis terkait isu ganti presiden. Bagi santri, penghinaan pada kiai adalah tentang harga diri dan marwah,” ujar Nurruzaman saat dihubungi pada Selasa malam, 12 Juni 2018.

Adapun beberapa alasan lain pengunduran diri Nurruzaman dari Gerindra, ujar dia, di antaranya karena menilai Partai Gerindra sudah tidak sejalan lagi dengan jalan perjuangannya. “Gerindra ternyata belok menjadi sebuah kendaraan kepentingan yang bukan lagi berkarakter pada kepedulian dan keberanian, tapi berubah menjadi mesin rapuh yang hanya mengejar kepentingan saja,” ujar Nurruzaman.

Nurruzaman menjelaskan, pengunduran dirinya memang belum disampaikan secara resmi kepada partai. Namun, dia sudah mantap menyatakan keluar dari Partai Gerindra. “Setelah lebaran akan saya sampaikan kepada partai,” ujar Nurruzaman yang saat ini sedang berada di Cirebon.

Atas dasar itu, ujar Nuruzzaman, dirinya mundur dari Gerindra dan menyatakan akan melakukan perlawanan terhadap partai dan elit partai tersebut. Sementara itu, dia mengatakan belum mengambil langkah akan pindah ke partai lain atau tidak menjadi kader partai politik lagi. “Saya masih mikir-mikir,” ujar Nueuzzaman.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan,dirinya belum pernah mendengar pengunduran diri Nurruzaman secara langsung. Pengunduran diri secara resmi kepada partai pun, ujar Dasco, memang belum dilakukan.

“Saya baru dengar kabar pengunduran diri beliau dari media sosial saja barusan,” ujar Dasco saat dikonfirmasi. Sementara itu, mengenai berbagai tudingan dan alasan pengunduran diri yang diungkapkan Nurruzaman, tidak ditanggapi oleh Dasco.