Waspada! Jangan Konsumsi Makanan & Obat ini Bersamaan

Waspada! Jangan Konsumsi Makanan & Obat ini Bersamaan

Senin, 11 Jul 2016 | 11:39 | kontributor

WinNetNews.com - Tidak semua obat dan makanan yang sehat, baik untuk dikonsumsi secara bersamaan. Banyak orang beranggapan mengkonsumsi makanan bergizi dan obat dapat membantu mengembalikan kondisi prima tubuh ketika sakit.

Faktanya, ada beberapa makanan yang bergizi memiliki efek samping yang membahayakan tubuh jika dikonsumsi secara bersamaan dengan obat tertentu. Berikut ini adalah 6 makanan dan obat yang harus Kamu waspadai jika dikonsumsi secara bersamaan seperti dilansir dari Men's Health.

Produk Turunan Susu & Antibiotik

Meskipun susu memilik manfaat yang baik untuk tubuh, namun konsumsi susu dan antibiotik secara dalam waktu berdekatan dapat menganggu kemampuan antibiotik melawan infeksi. Beberapa antibiotik seperti Cipro, memiliki sifat mengikat Kalsium, zat besi dan berbagai mineral yang terdapat dalam produk turunan susu (susu, yougurt, keju).

Ketika Kamu mendapatkan resep antibiotik untuk penyembuhan infeksi, disarankan agar kamu mengklarifikasi kepada apoteker, kandungan dari antibiotik tersebut. Jika antibiotik tersebut masuk ke dalam kelas tetracyclines atau flouroquinolones, apoteker biasanya akan menyarankan agar pasien menghindari konsumsi produk turunan susu minimal dua jam sebelum dan setelah konsumsi antibiotik.

Daging asap dan obat antidepresi

Kombinasi obat anti depresi jenis MAOI (Monoamine Oxidase Inhibitors) dengan makanan kaya akan asam amino tyramine dapat menyebabkan lonjakan tekanan darah yang membahayakan jiwa. Beberapa obat anti depresi yang masuk ke dalam jenis MAOI adalah Marplan, Nardil, emsam, dan Parnate.

Daging asap adalah salah satu makanan yang kaya akan asam amini tyramine. Beberapa jenis daging asap terdapat dalam bentuk sosis hingga salmon asap. Kabar baiknya, obat antidepresi jenis MAOI saat ini sudah banyak digantikan oleh obat antidepresi generasi terbaru. Sehingga tidak akan berdampak buruk jika dikombinasikan dengan konsumsi makanan yang mengandung asam amino tyramine. Disarankan Kamu harus mengetahui jenis obat antidepresi yang akan dikonsumsi.

 

Limau dan obat batuk

Beberapa jenis jeruk seperti limau, jeruk bali dan seville orange dapat menghalau enzim yang berfungsi mengurai obat penurun kolesterol statin serta beberapa obat-obatan lain. Seperti obat pereda batuk dextromethorphan. Apoteker dari Marshfield Clinic, Mary Ellen Gullickso, Pharm, mengatakan jika enzim pengurai terhalau maka penumpukan obat-obat tersebut di pembuluh darah dapat meningkatkan risiko efek samping.

Gullickso mengatakan efek samping yang mungkin timbul dari konsumsi obat batuk serta jeruk limau, jeruk bali atau pun jeruk seville orange ialah halusinasi dan kantuk. Sedangkan efek samping yang mungkin timbul dari konsumsi obat statin serta salah satu dari ketiga jenis jeruk tersebut ialah kerusakan otot yang parah.

Oleh karena itu, Gullickso menyarankan agar menghindari berbagai bentuk konsumsi jeruk hingga jus jeruk ketika mengonsumsi obat batuk atau pun obat statin. Pasalnya, efek dari jeruk-jeruk tersebut dalam menghalau enzim pengurai obat statin dan obat batuk dapat bertahan selama satu hari atau pun lebih.

Cokelat dan ritalin

elain stimulan berupa kafein, cokelat juga mengandung stimulan bernama theobromine. Kombinasi antara kafein, theobromine dan obat stimulan ritalin dapat berpotensi menyebabkan perilaku yang aneh dan tak menentu serta kejang. Pasalnya, hanya dengan mengkombinasikan kafein dan obat ritalin saja risiko efek samping yang mungkin timbul sudah cukup besar.

Gejala yang timbul ketika obat ritalin bertemu dengan cokelat ialah pasien akan menjadi lebih gugup, mudah marah dan tegang dalam waktu cukup lama. Jika pasien mulai merasakan gejala ini, direktur farmasi dan perawatan paru-paru dari Advocate Illinois Masonic Medical Center di Chicago, Tom Wheeler menyarankan agar pasien memberi jarak yang lebih jauh antara mengonsumsi obat dan menyantap makanan pencuci mulut dengan cokelat.

Di samping itu, Wheeler juga menyarankan agar pasien lebih memilih cokelat yang ringan. Pasalnya, semakin tinggi persentase cokelat hitam yang dikonsumsi, semakin besar pula kandungan kafein dan theobromine dalam cokelat tersebut.

 

Jus apel dan obat alergi

Jauhi sari apel, jeruk dan jeruk bali dari pasien yang mengonsumsi obat alergi fexofenadine seperti Allegra setidaknya empat jam dari waktu minum obat. Pasalnya, Apoteker Gullickson mengatakan sari ketiga buah tersebut dapat menghalangi peptida yang berfungsi untuk menyalurkan obat dari usus ke pembuluh darah.

Peptida yang terhalangi ini dapat menyebabkan rendahnya penyerapan sehingga efektivitas obat alergi fexofenadine akan menurun hingga 70 persen. Di samping pada obat alergi fexofenadine, sari apel, jeruk dan jeruk bali juga dapat memberikan pengaruh yang sama pada obat antibiotik Cipro atau Levaquin, obat thyroid Synthroid, serta obat alergi dan asma singulair.

Kayu manis dan warfarin

Warfarin merupakan obat antikoagulan atau pengencer darah yang biasa diresepkan untuk mencegah atau mengatasi pembekuan darah. Akan tetapi, kombinasi kayu manis Cassia dengan obat warfarin dapat membahayakan kondisi kesehatan. Pasalya, kayu manis Cassia mengandung zat bernama coumarin yang dapat mengencerkan darah juga sehingga berpotensi menyebabkan kerusakan hati. Dokter dari Mercy Medical Center di Baltimore, Eric Newman, M.D., menyarankan agar pasien yang mengonsumsi warfarin dan ingin menyantap kayu manis Cassia dapat mengganti kayu manis tersebut dengan jenis kayu manis Ceylon.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...