Waspada, Macet Bisa Memicu Darah Tinggi

Rusmanto
Rusmanto

Waspada, Macet Bisa Memicu Darah Tinggi ilustrasi

Winnetnews.com - Beberapa hari menjelang Hari Raya Lebaran, arus mudik cenderung semakin meningkat di berbagai tempat. Banyak orang yang bahkan rela terkena macet panjang di berbagai tempat demi bisa pulang ke kampung halaman. Hanya saja, sudah menjadi rahasia umum jika macet bisa menyebabkan stres. Masalahnya adalah stres yang berlebihan juga bisa menyebabkan kenaikan tekanan darah.

Dampak macet bagi peningkatan tekanan darah

Pakar kesehatan dari Indonesian Society of Hypertension (InaSH) menyebut stres akibat kemacetan memang bisa memicu peningkatan tekanan darah. Hanya saja, bagi orang normal, dampak ini hanya akan berlangsung sementara. Setelah perjalanan menjadi lancar kembali atau sudah mencapai tempat tujuan, tekanan darah akan lancar kembali. Hanya saja, bagi mereka yang memiliki riwayat hipertensi, kemacetan memang bisa memberikan dampak buruk.

Penderita hipertensi diminta untuk selalu membawa obat penurun tekanan darah saat melakukan perjalanan mudik. Pastikan untuk mengonsumsinya secara rutin sebagaimana yang disarankan oleh dokter. Mereka juga harus memastikan asupan air putih cukup karena jika sampai mengalami dehidrasi, risiko terkena peningkatan tekanan darah juga meningkat.

Penderita hipertensi juga diminta untuk berhati-hati dalam memilih makanan selama perjalanan. Hal ini disebabkan oleh banyak sekali makanan yang dijajakan di pinggir jalan yang ternyata tinggi kandungan natrium, kandungan yang bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah. Sebagai contoh, kebanyakan rest area memiliki restoran makanan cepat saji yang dikenal tinggi kandungan garam.

Beristirahatlah jika merasa lelah

Salah satu hal lain yang sering diremehkan para pemudik adalah tubuh yang lelah, khususnya bagi mereka yang menggunakan kendaraan pribadi. Mereka ingin segera sampai ke rumah sehingga mengabaikan tubuh yang lelah atau mengalami stres. Padahal, bisa jadi hal ini akan meningkatkan tekanan darah dengan drastis. Bagi penderita hipertensi, kondisi ini tentu bisa meningkatkan risiko terkena stroke atau serangan jantung.

Jika memang sudah merasa lelah, tepikan kendaraan dan beristirahat, baik itu mencari udara segar, melakukan peregangan, atau tiduran jika memang memungkinkan. Lagipula, ada banyak sekali tempat peristirahatan atau pos kesehatan yang bisa kita kunjungi jika memang ingin beristirahat atau melakukan pengecekan kondisi kesehatan.

Dampak kesehatan lain dari kemacetan yang patut untuk diwaspadai
Pakar kesehatan menyebut ada dampak lain yang bisa kita dapatkan jika terlalu sering terkena macet, baik itu saat menjalankan mudik atau di hari-hari biasa.

Berikut adalah dampak kesehatan akibat macet yang patut untuk kita waspadai.

1. Ketidaknormalan postur tubuh

Baik itu menggunakan kendaraan roda dua ataupun kendaraan roda empat, kita bisa mengalami gangguan postur tubuh jika sering mengalami kemacetan dalam waktu yang lama. Biasanya, hal ini ditandai dengan tubuh yang terasa tidak nyaman dan pegal-pegal. Jika kita sering mengalaminya, dikhawatirkan akan menyebabkan gangguan tulang belakang.

2. Sensasi nyeri pada kaki dan lutut

Bagi pengendara mobil, kemacetan akan membuat kaki disibukkan dengan gerakan berulang-ulang untuk menginjak pedal gas, rem, dan kopling. Terkadang, hal ini juga membuat kaki lebih tegang dari biasanya. Hal ini tentu akan meningkatkan sensasi nyeri pada kaki dan lutut.

Hal yang sama juga berlaku pada pengendara sepeda motor. Selain kaki, tangan yang harus mengendalikan gas dan rem juga lebih rentan mengalami nyeri dan pegal-pegal.

3. Gangguan pernapasan

Pengendara sepeda motor akan lebih rentan menghirup polusi udara dalam jumlah yang banyak saat terkena kemacetan. Bahkan, penggunaan masker kain belum tentu bisa mengatasi hal ini. Hal yang sama juga berlaku pada pengendara mobil. Meski jendela sudah ditutup dan memasang AC, tetap saja polusi udara ini bisa masuk ke dalam mobil.

 

 

 

Artikel ini telah tayang di hellosehat.com dengan judul "Waspada, Macet Saat Mudik Bisa Memicu Hipertensi!"

Penulis : Djoko Rusmanto
Editor : Baiq Fevy Shofya Wahyulana

Apa Reaksi Kamu?