Waspadai Kesemutan, Bisa Jadi Pertanda Penyakit Serius

Rusmanto

Dipublikasikan 5 hari yang lalu • Bacaan 2 Menit

Waspadai Kesemutan, Bisa Jadi Pertanda Penyakit Serius
detikcom
Winnetnews.com -  Sesekali merasa kesemutan di tangan dan kaki adalah hal biasa. Namun, bukan berarti kesemutan tak bisa menandakan penyakit serius. Ada banyak hal yang bisa menyebabkan seseorang mengalami kesemutan, salah satunya neuropati.

Neuropati adalah kerusakan saraf tepi dengan gejala seperti kebas dan kesemutan yang bisa menyebabkan disfungsi sensorik, motorik, dan otonom. Apabila tidak diobati, bisa memicu dampak negatif pada fisik dan juga emosional pengidapnya.

"Neuropati adalah sebutan untuk kerusakan pada sistem saraf tepi. Bisa mengenai sistem sensorik yaitu perasa, sistem motorik, sistem otonom, atau kombinasi secara semuanya," tutur dr Manfaluthy Hakim, SpS(K), Ketua Pokdi Neuro Fisiologi Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI), dalam acara webinar, Senin (20/6/2022).

Adapun gejala neuropati tahap awal dapat berupa kesemutan dan mati rasa pada kedua kaki, tangan, daerah tubuh tertentu, hingga ke area wajah.

"Paling awal itu terjadi merasa kesemutan. Awalnya hilang timbul, tapi lama-lama semakin menetap. Kemudian mati rasa," ucap dr Hakim.

"Bisa terjadi pada kedua kakinya, kedua tangan, atau pada daerah-daerah tertentu, atau lebih luas sampai ke arah wajah," sambungnya.

Namun, apabila penyakit tersebut sudah memasuki tahap lanjut, pengidapnya kemungkinan akan mengalami kesulitan untuk bergerak, kehilangan keseimbangan, respons otak melambat, hingga sering buah air kecil.

"Dan pada tahap lanjut kalau kena sistem motoriknya maka akan terjadinya sulit untuk bergerak, kaki/tangan terasa nyeri, kehilangan keseimbangan, kadang-kadang terjadi sakit kepala dan berat badan bertambah, respon otak melambat, sering buang air kecil, atau mengeluarkan keringat berlebih oleh karena gangguan pada sistem saraf otonomnya," pungkas dr Hakim.

dr Hakim juga menyebut sekitar 55 persen pasien neuropati datang dengan keadaan berat saat berobat ke rumah sakit. Hanya sekitar 19 atau 26 persen yang datang dalam keadaan ringan sampai sedang. Hal ini tentunya akan menjadi masalah lantaran neuropati yang semakin berat, semakin sulit pula untuk diatasi.

"Oleh karena itu, banyak pasien-pasien neuropati baru akan datang terdata di rumah sakit atau di fasilitas kesehatan pada tahapan lebih lanjut. Data bahwa 55 persen pasien neuropati datang dengan keadaan berat. Hanya sekitar antara 19 sampai 26 persen datang dalam keadaan ringan sampai sedang," imbuh dr Hakim.

Tentunya ini akan menjadi masalah. Karena neuropati semakin berat semakin sulit untuk diatasi," sambungnya lagi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Awas! Jangan Abaikan Kesemutan yang Seperti Ini, Bisa Jadi Penyakit Serius"


 

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...