(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Jum'at, 04-Mar-2016 )

Cincin Suryanto
Cincin Suryanto

Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Jum'at, 04-Mar-2016 )
Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Kamis 3 Maret 2016 ditutup menguat 0,16% pada level 4844. Sektor infrastruktur menyumbangkan penguatan terbesar. Investor asing net buy senilai Rp980,7 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup menguat yang dikontribusikan oleh kenaikan pada saham sektor energi dan keuangan. Data initial claims pekan lalu secara tak terduga mengalami kenaikan, namun trendnya masih menunjukkan pasar tenaga kerja yang kuat. Nanti malam pasar menantikan data nonfarm payrolls AS untuk bulan Februari, yang diperkirakan akan menunjukkan penambahan tenaga kerja sebanyak 190 ribu orang, membaik dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sebanyak 151 ribu orang. Saham sektor energi dan keuangan reli berusaha menuju teritori positif untuk tahun 2016. Sebelumnya kedua sektor tersebut menyumbangkan pelemahan indeks tahun 2016 ini, yang disebabkan oleh kekhawatiran dampak penurunan harga minyak mentah terhadap kualitas kredit bank. Dengan reboundnya harga minyak dan cenderung stabil, membuat saham kedua sektor tersebut kembali dibeli oleh investor.factory orders bulan Januari naik 1,6%, setelah bulan sebelumnya turun 2,9%. Indeks ISM sektor jasa turun pada 53,4 dari 53,5. Untuk IHSG pada hari ini diperkirakan akan bergerak mixed. Diperkirakan IHSG bergerak pada kisaran level 4781 - 4880.

News & Analysis

TLKM Bukukan Kenaikan Laba 7%

PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) membukukan kenaikan laba bersih 7% menjadi Rp15,48 triliun pada 2015 dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp14,47 triliun. Pendapatan yang berhasil diraih TLKM meningkat 14,2% menjadi Rp102,47 triliun dari tahun sebelumnya Rp89,69 triliun. Laba usaha TLKM pada 2015 mencapai Rp32,41 triliun, naik 10,9% menjadi Rp29,2 triliun. Laba sebelum pajak naik 9,5% mencapai Rp31,34 triliun dari Rp28,61 triliun. Laba tahun berjalan mengalami kenaikan 9,6% menjadi Rp23,31 triliun dari Rp21,27 triliun. Laba komprehensif yang dapat diatribusikan kepada entitas induk dan kepentingan non pengendali mencapai Rp23,94 triliun dengan laba per saham dasar Rp157,77 dari Rp148,13.

AUTO Ekspansif di Kawasan Indonesia timur

PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) gencar melakukan ekspansi pasar di kawasan Indonesia timur dengan menambah dua unitdealeruntuk meningkatkan kinerja tahun ini. Perusahaan tahun ini akan menambah tiga unitdealer. Satu unitdealerakan didirikan di Bekasi, Jawa Barat. Kawasan Indonesia timur mendapatkan jatah penambahan lebih banyak, karena pasar di sana yang terus berkembang dengan potensi besar namun belum digarap maksimal. Dealersudah pasti di pulau Jawa satu yaitu Bekasi dan dua di area baru di Indonesia timur jadiminimum bertambah tiga tahun ini.

DSNG Akan Buyback Saham Rp100 miliar

PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) menyiapkan danabuyback saham sebesar Rp100 miliar. Periode pembelian kembali (buyback) saham diperpanjang dari 8 Desember 2015 hingga 7 Maret 2016. Sebelumnya, periode pembelian kembali saham pada 8 September 2015 hingga 7 Desember 2015. DSNG telah merealisasikan buyback sebanyak 133,1 juta saham senilai Rp80,6 miliar. Harga rerata pembelian kembali saham sepanjang 8 September 2015 sampai 29 Februari 2016 itu sebesar Rp604,35 per saham.

KBLV Siapkan Capex Hingga Rp1,5 Triliun

PT First Media Tbk (KBLV) menyiapkan belanja modal sebanyak Rp1,2 triliun hingga Rp1,5 triliun tahun ini untuk ekspansi ke sejumlah lini bisnis. Sumber dana belanja modal akan berasal dari kas internal dan pinjaman perbankan. Di bisnis bioskop perseroan berencana membuka 165 layar baru di sejumlah kota. Adapun, sepanjang tahun lalu jumlah layar bioskop yang dimiliki perseroan mencapai 85 layar, tersebar di 11 kota. Penetrasi bioskop di Indonesia terbilang rendah sehingga potensi bisnisnya sangat menjanjikan.

PPRO Bukukan Kenaikan Laba 183%

PT PP Properti Tbk (PPRO) membukukan kenaikan laba bersih sebesar 183% menjadi Rp300 miliar pada 2015, dari tahun sebelumnya Rp106,12 miliar. Pendapatan yang berhasil dibukukan oleh anak usaha PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) itu mencapai Rp1,5 triliun pada 2015, meningkat 171% dari tahun sebelumnya Rp554,97 miliar. Penjualan realti yang dicapai PPRO tumbuh 190% menjadi Rp1,38 triliun dari Rp474,9 miliar. Sedangkan, pendapatan properti meningkat 55,6% menjadi Rp124,61 miliar dari Rp80,06 miliar. Beban pokok yang ditanggung oleh PPRO juga naik 167% menjadi Rp1,05 triliun dari Rp395,08 miliar. Namun, laba kotor yang diraih PPRO tetap meningkat 180% menjadi Rp447,82 miliar dari Rp159,88 miliar.

CITA Dapat Pinjaman USD35 Juta

PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA) mendapat fasilitas pinjaman hingga USD35 juta untuk modal kerja. Pinjaman yang didapat emiten tambang batu bara tersebut berasal dari Oversea-Chinese Banking Corporation Limited. Fasilitas pinjamn USD Specific Advance Facility itu berjanga waktu dua tahun dengan tingkat bunga 2,8% per tahun. Dana pinjaman akan dipakai untuk modal kerja dan tujuan pendanaan umum perseroan. Tidak ada jaminan dalam fasilitas pinjaman tersebut

Stock Pick

BMRI

Support pada level 9550 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin BMRI ditutup menguat pada level 9700.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 9800

BBNI

Support pada level 5075 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin BBNI ditutup menguat pada level 5150.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di 5225

TLKM

Terlihat kuat pada level support pada harga 3400, TLKM pada perdagangan kemarin ditutup menguat pada level 3430.

Rekomendasi sell on strength apabila tidak berhasil melewati resistance di harga 3470

BBCA

Terlihat kuat pada support di level 13400, kemarin saham BBCA ditutup menguat pada level 13525.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 13675

INDF

Terlihat kuat pada support di level 7200, kemarin saham INDF ditutup menguat pada level 7375.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 7475

KLBF

Terlihat kuat pada support di level 1290, kemarin saham KLBF ditutup menguat pada level 1320.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 1335

SMRA

Terlihat kuat pada support di level 1615, kemarin saham SMRA ditutup menguat pada level 1630.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 1650

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2016

Apa Reaksi Kamu?

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});