Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Jum'at, 1-April-2016 )

Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Jum'at, 1-April-2016 )

Jumat, 1 Apr 2016 | 08:57 | Cincin Suryanto

Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Kamis 31 Maret 2016 ditutup menguat 0,60% pada level 4845. Sektor perkebunan mengalami penguatan terbesar. Investor asing net buy Rp410,8 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup mix, dimana indeks Dow Jones dan S&P500 ditutup melemah. Selama triwulan I 2016, indeks di bursa Wall Street telah bergerak fluktuatif yang terutama dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi global, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada tahun ini serta fluktuasi harga minyak mentah. Dollar AS mengalami pelemahan karena menurunnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, setelah adanya pidato dari Janet Yellen pada Selasa lalu dan komentar pejabat The Fed pada hari Rabu. Harga minyak mentah mengalami kenaikan, yang didorong oleh harapan akan adanya kesepakatan antara para produsen minyak besar untuk mengurangi kuota produksinya, meskipun masih terdapat kekhawatiran akan melimpahny suplay.initial claims pekan lalu mengalami kenaikan menjadi 276 ribu dari pekan sebelumnya 265 ribu dan lebih banyak dari perkiraan yang sebanyak 265 ribu. Data Chicago PMI bulan Maret naik pada level 53,6 dari 47,6, lebih tinggi dari estimasi 49,9. Nanti malam akan dirilis data nonfarm payrolls dan unemployment rate. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak mixed. Diperkirakan IHSG bergerak pada kisaran level 4808 - 4884

News & Analysis

BWPT Mencatatkan Rugi Rp179,7 Miliar

PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) mengalami rugi sebesar Rp179,73 miliar per Desember 2015 setelah meraih laba sebesar Rp189,47 miliar pada periode sama tahun sebelumnya. Pendapatan usaha naik 18,14% menjadi Rp2,67 triliun dari Rp2,26 triliun. Beban pokok naik menjadi Rp2,10 triliun dari Rp1,63 triliun dan laba kotor turun menjadi Rp573,77 miliar dari Rp629,13 miliar. Beban usaha juga naik menjadi Rp339,79 miliar dari Rp274,77 miliar membuat laba usaha menurun menjadi Rp233,97 miliar dari Rp354,35 miliar. Adanya kenaikan beban lain-lain menjadi Rp437,59 miliar dari Rp79,88 miliar membuat rugi sebelum pajak diderita Rp203,62 miliar dari laba sebelum pajak yang diraih Rp274,47 miliar tahun sebelumnya.

NIKL Anggarkan Capex USD1 Juta

PT Latinusa Tbk (NIKL) menganggarkan belanja modal sebesar USD 1 juta pada tahun 2016. Nilainya sama dengan anggaran capex perseroan pada tahun sebelumnya. Pada tahun lalu, NIKL hanya merealisasikan dana capex sekitar USD 820 ribu dari yang dianggarkan USD 1 juta. Sebagian besar dana tersebut akan digunakan untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan di tahun ini, yaitu mendukung operasi produksi roll dan motor. Adapun sumber pendanaan capex 2016 seluruhnya akan berasal dari dana kas internal perusahaan.

ASRI Alami Penurunan Laba 45,3%

PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) mengalami penurunan laba bersih per Desember 2015 sebesar 45,3% menjadi Rp596,51 miliar dibandingkan laba bersih periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,09 triliun. Penjualan turun 23,4% menjadi Rp2,78 triliun dari Rp3,63 triliun dan laba kotor turun menjadi Rp2,05 triliun dari Rp2,30 triliun. Beban perseroan naik menjadi Rp1,29 triliun dari Rp1,05 triliun membuat laba sebelum pajak turun menjadi Rp758,95 miliar dari Rp1,24 triliun.

INKP Bukukan Kenaikan Laba 76,4%

PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) hingga periode Desember 2015 mencatat kenaikan laba 76,4% menjadi USD222,78 juta dibandingkan laba yang diraih pada periode sama tahun 2014 yang sebesar USD126,32 juta. Penjualan naik 7,6% menjadi USD2,83 miliar dari penjualan tahun sebelumnya USD2,63 miliar dan laba bruto naik menjadi USD609,98 juta dari USD453,78 juta. Beban usaha naik menjadi USD282,84 juta dari USD261,40 juta. Laba usaha naik menjadi USD327,14 juta dari USD192,37 juta.

Laba Bersih SCMA Meningkat 4,82%

PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) meraih kenaikan laba bersih per Desember 2015 sebesar 4,82% menjadi Rp1,52 triliun dibandingkan laba bersih periode tahun sebelumnya Rp1,45 triliun. Pendapatan naik 3,93% menjadi Rp4,23 triliun dari pendapatan tahun sebelumnya Rp4,07 triliun dan laba usaha naik menjadi Rp2,01 triliun dari Rp1,92 triliun. Laba sebelum pajak naik menjadi Rp2,03 triliun dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya Rp1,93 triliun. Total aset per Desember 2015 mencapai Rp4,56 triliun turun dari total aset per Desember 2014 yang Rp4,75 triliun.

Laba Bersih ERAA Tumbuh 6,45%

PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) meraih kenaikan laba bersih 6,45% menjadi Rp226,02 miliar per Desember 2015 atau Rp78 per saham dibandingkan laba bersih periode sama tahun sebelumnya Rp212,33 miliar. Hal itu tak lepas dari kenaikan penjualan sebesar 27,75% menjadi Rp20 triliun dari penjualan tahun sebelumnya yang Rp14,45 triliun. Meskipun beban pokok naik menjadi Rp18,50 triliun dari Rp13,16 triliun dan laba bruto naik menjadi Rp1,50 triliun dari laba bruto tahun sebelumnya Rp1,28 triliun. Laba usaha turun menjadi Rp477,54 miliar turun dari Rp478,23 miliar terutama karena naiknya beban penjualan menjadi Rp601,36 miliar dari Rp420,14 miliar

Stock Pick

BBNI

Support pada level 5000 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin BBNI ditutup menguat pada 5200.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 5275

BBCA

Terlihat kuat pada level support pada harga 13100, BBCA pada perdagangan kemarin ditutup menguat pada level 13300.

Rekomendasi sell on strength apabila tidak berhasil melewati resistance di harga 13450

BBRI

Terlihat kuat pada support di level 11250, kemarin saham BBRI ditutup menguat pada level 11425.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 11575

ASII

Terlihat kuat pada support di level 7100, kemarin saham ASII ditutup menguat pada level 7250.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 7350

TLKM

Support pada level 3300 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin TLKM ditutup melemah pada 3325.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 3365

INDF

Terlihat kuat pada support di level 7100, kemarin saham INDF ditutup menguat pada level 7250.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 7350

BMRI

Support pada level 10200 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin BMRI ditutup menguat pada 10300.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 10450

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2016

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...