Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Jum'at, 11-Des-2015 )

Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Jum'at, 11-Des-2015 )

Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan hari Kamis 10 Desember 2015 ditutup menguat 0,05% pada level 4466. Sektor industri dasar menyumbangkan penguatan terbesar. Investor asing net sell Rp489,27 miliar. Indeks di bursa Wall Street mengalami rebound, namun penguatan indeks berkurang pada akhir sesi yang dipicu oleh kembali melemahnya harga minyak mentah serta penguatan dollar AS. data cadangan minyak strategis AS pada pekan lalu mengalami penurunan, namun pasar masih khawatir dengan melimpahnya persediaan minyak global. Pelemahan harga minyak mentah dan penguatan dollar AS dikhawatirkan akan berdampak pada penurunan laba emiten. Pasar juga masih menunggu hasil pertemuan The Fed pada 15-16 Desember pekan depan yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 0,25%. Pada Jumat ini pasar juga menantikan data penjualan ritel, yang termasuk di dalamnya data permulaan belanja musim liburan. Sementara itu data intial claims pekan lalu menunjukkan kenaikan pada level tertinggi selama lima bulan terakhir, namun hal ini tidak mengindikasikan memburuknya pasar tenaga kerja. Data initial claims naik pada level 282 ribu dari pekan sebelumnya yang sebanyak 269 ribu. Indeks Harga Saham Gabungan hari ini diperkirakan akan bergerak cenderung mixed. IHSG diperkirakan berada dikisaran level 4396 – 4505

News & Analysis

IDPR Targetkan Pertumbuhan Pendapatan 30%

PT Indonesia Pondasi Raya Tbk (IDPR) menargetkan pendapatan pada tahun 2016 meningkat sekitar 30% dari pencapaian tahun 2015 ini yang diperkirakan sebesar Rp1,3 triliun hingga Rp1,4 triliun. Program pembangunan infrastruktur diharapkan dapat menopang kinerja pendapatan perseroan pada tahun depan. Saat ini, perseroan sedang mengikuti tender beberapa proyek infrastruktur dari pemerintah. Untuk mendukung kinerja perseroan pada tahun 2016, perseroan menganggarkan dana belanja modal senilai Rp150 miliar. Dana sebesar itu didapat dari hasil pelaksanaan penawaran umum perdana saham (IPO).

WSKT Targetkan Bukukan Kontrak Rp100 Triliun

PT Waskita Karya Tbk (WSKT) memproyeksikan dapat membukukan proyek Rp 100 triliun sampai awal 2016. Kontrak tersebut merupakan proyek infrastruktur baru dan carry over kontrak dari tahun sebelumnya. Sampai awal Januari 2016, WSKT membukukan carry over tahun lalu dan kontrak baru Rp 100 triliun. Dari kontrak proyek tersebut, Rp 70 triliun merupakan kontrak pembangunan jalan tol baru. WSKT banyak memperoleh manfaat dari proyek jalan tol. WSKT memiliki lini bisnis pendukung seperti precast hingga pemecah batu. Selain sebagai kontraktor, WSKT kini masuk sebagai investor jalan tol. WSKT membidik ruas tol yang mangkrak bertahun-tahun untuk diakuisisi seperti seperti Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), Kanci-Penjagan, Pejagan-Pemalang hingga Pasuruan-Probolinggo.

BNGA Akan Bayar Bunga Obligasi Rp70,8 Miliar

PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mempercepat pengembangan dan investasi jalan tol baru. Hingga 2018, JSMR memproyeksi bisa menambah 460 km tol baru. Sehingga total tol yang dimiliki perseroan sampai 2018 mencapai 1.050 km. Tol ini merupakan gabungan ruas tol lama dan baru milik perseroan. Dari proyek baru 460 km, JSMR telah mengoperasikan 62 km, ruas baru tersebut termasuk proyek Tol Trans Jawa. Dari berdiri sampai 2015, JSMR baru memiliki 590 km jalan tol. Ada perlambatan pengembangan ruas tol baru.

Per November Biaya Eksplorasi KKGI USD1,31 Juta

PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) menghabiskan biaya untuk eksplorasi sebesar USD1.306.492 sampai dengan bulan November 2015 melalui anak usaha PT Insani Bara Perkasa. Aktivitas eksplorasi dilakukan di area sub blok Purwajaya, Sub Blok Handil Bakti, Sub Blok Manunggal Jaya serta Sub Blok Tani Aman. Rencana aksi untuk blok Laojanan akan terus dilakukan pemetaan geologi dan pembebasan lahan untuk menetapkan sub blok yang potensial di tambang. Untuk blok Separi masih dipelajari untuk dilakukan bor dan seluruh blok dalam PKP2B PT Insani Baraperkasa untuk tahap produksi sudah mendapat persetujuan Menteri ESDM.

Laba Bersih HITS Naik 322% Karena Efisiensi

PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) dalam sembilan bulan tahun ini labanya meningkat signifikan meskipun penjualan usaha mengalami penurunan dibanding periode sama tahun lalu. Kinerja yang cukup bagus ini didukung oleh efisiensi yang dilakukan oleh perseroan sehingga berhasil menekan beban perseroan di periode tersebut. Penjualan usaha yang dibukukan oleh perseroan dalam sembilan bulan tahun ini turun 24% YoY menjadi USD37,18 juta dari USD48,94 juta. Laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk meningkat 322% YoY menjadi USD2,84 juta dari sebelumnya hanya USD673,277.

SMGR Targetkan Pertumbuhan Produksi 6%

PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) menargetkan produksi semen pada tahun 2016 mencapai 30 juta ton, meningkat dibanding proyeksi produksi tahun 2015 sekitar 28,5 juta ton. Tahun depan produksi semen SMGR ditargetkan tumbuh sekitar 5-6 persen dibanding tahun 2015. Produksi semen sekitar 30 juta ton berasal dari seluruh grup Semen Indonesia meliputi, Semen Padang, Semen Gresik, Semen Tonasa

Stock Pick

INDF

Terlihat kuat pada level support diharga 4900, kemarin INDF ditutup menguat pada level 5000.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 5100

EXCL

Terlihat kuat pada level support diharga 3840, kemarin EXCL ditutup menguat pada level 3950.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 4000

BBRI

Terlihat kuat pada level support diharga 10700, kemarin BBRI ditutup menguat pada level 10875.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 11000

BMRI

Terlihat kuat pada level support diharga 8700, kemarin BMRI ditutup menguat pada level 8875.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 8975

BBCA

Terlihat kuat pada level support diharga 13300, kemarin BBCA ditutup menguat pada level 13500.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 13650

TLKM

Terlihat kuat pada level support diharga 2990, kemarin TLKM ditutup menguat pada level 3010.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 3050

SSMS

Terlihat kuat pada level support diharga 1620, kemarin SSMS ditutup menguat pada level 1675.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 1695

BBNI

Terlihat kuat pada level support diharga 4950, kemarin BBNI ditutup menguat pada level 5000.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 5050

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2015