(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Jum'at, 11-Mar-2016 )

Cincin Suryanto
Cincin Suryanto

Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Jum'at, 11-Mar-2016 )
Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Kamis 10 Maret 2016 ditutup melemah 0,37% pada level 4793. Sektor pertambangan menyumbangkan pelemahan terbesar. Investor asing net sell Rp546,6 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup mix cenderung stagnan setelah bergerak fluktuatif, setelah ECB menurunkan suku bunganya menjadi 0% namun ECB juga mengecewakan investor yang mengharapkan akan adanya pemangkasan suku bunga secara berulang kali karena Mario Draghi, Presiden ECB, menyatakan diperkirakan tidak akan ada lagi penurunan suku bunga. Sebelumnya indeks menguat tajam setelah ECB menurunkan suku bunga simpanan hingga level negatif dan meningkatkan program pembelian asetnya dari 60 miliar euro menjadi 80 miliar euro dalam rangka untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut. ECB menyatakan penurunan suku bunga lagi ke depannya hanya akan terjadi pada situasi tertentu. Di lain pihak, suku bunga rendah di Eropa akan berdampak negatif terhadap perbankan AS dan ekspor karena adanya devaluasi euro lebih lanjut di pasar. Data initial claims AS turun lebih banyak dari perkiraan, pada level terendah sejak bulan Oktober, yang mengindikasikan pasar tenaga kerja yang berlanjut menguat. Untuk IHSG pada hari ini diperkirakan akan bergerak mixed. Diperkirakan IHSG bergerak pada kisaran level 4776 - 4860

News & Analysis

Rencana Rights Issue EXCL Disetujui RUPS

PT XL Axiata Tbk (EXCL) menegaskan tidak akan menjual menara lagi setelah proses tender 2.500 menara pada tahun ini. Nantinya, EXCL hanya akan memiliki 4.000 menara dari sebelumnya yang mencapai 10.000 unit menara. Saat ini proses tender menara EXCL masih dalam proses. Mayoritas pemegang saham EXCL menyetujui rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) ataurights issue. EXCL akan memberikan HMETD sebanyak-banyaknya 2,75 miliar saham biasa atas nama. Aturan OJK terbaru mengharuskan perseroan untuk mendapatkan persetujuan dari pemegang saham terlebih dahulu sebelum memberikan klausul mengenai harga pelepasan saham tersebut ke OJK. Penentuan harganya pada akhir April atau awal Mei, karena ada aturan OJK yang mengatakan bahwa prosesnya minimum 45 hari setelah mengajukan ke OJK.

WTON Targetkan Kontrak Dari Proyek Kelistrikan Rp800 Miliar

PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) mendorong pencapaian kontrak baru dari berbagai proyek listrik. Tahun ini, proyek kelistrikan ditargetkan bisa menyumbang sekitar 20% atau Rp 800 miliar dari total target kontrak baru WTON yang mencapai Rp 4 triliun. WTON sudah memiliki beberapa order dari proyek energi. Dalam waktu dekat, WTON akan memasok beton pracetak untuk konstruksi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cilacap fase II. Kapasitas proyek ini mencapai 1x1.000 MW. PLTU Cilacap merupakan proyek milik produsen listrik PT Sumber Segara Primadaya. Pembangkit listrik ini menelan investasi mencapai USD 1,09 miliar dan akan beroperasi pada 2020 mendatang.

BUVA Konversi Utang Anak Usaha

PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) mengkonversi utang anak usahanya sebesar Rp50,4 miliar menjadi modal disetor. Konversi hutang menjadi modal itu tercatat di PT Bukit Lentera Sejahtera, anak usaha yang sahamnya dimiliki BUVA sebanyak 60%. Konversi hutang menjadi modal itu terbagi atas 50.400 lembar saham dengan nilai saham per lembar mencapai Rp1 juta. Setelah konversi, persentase kepemilikan saham BLS oleh BUVA tetap sama. Namun, jumlah lembar dan nominalnya meningkat dari sebelumnya 60.000 lembar saham dengan nominal Rp60 miliar menjadi 110.400 lembar saham dengan nominal Rp110,4 miliar.

TINS Bekerja Sama Dengan ADHI Bangun Pembangkit Listrik

PT Timah Tbk (TINS) berencana membangun sejumlah pembangkit tenaga listrik untuk menopang kegiatan usaha perusahaan. TINS berencana membangun PLTU mulut tambang berkapasitas 2×150 MW senilai Rp1 triliun di kawasan konsesi tambang batu bara perusahaan di Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Dalam proyek yang pembangunannya masih menunggu izin dari Kementerian Energi Sumber daya Mineral tersebut, TINS memiliki saham mayoritas dengan porsi 51%, serta 49% sisanya dimiliki oleh sesama BUMN, PT Adhi Karya Tbk (ADHI).

PTBA Lanjutkan Pembangunan Pembangkit Listrik

Untuk mendapatkan kinerja yang lebih bagus pada tahun 2016, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) berencana melanjutkan pembangunan sejumlah pembangkit listrik pada 2016. Salah satu pembangkit listrik yang akan dibangun oleh PTBA bersama PT Perusahaan Listrik Negara dan Tenaga Nasional Berhad asal Malaysia adalah PLTU Mulut Tambang Peranap berkapasitas 800-1.200 MW. Listrik yang dihasilkan dari PLTU ini akan dipasok 50% ke Malaysia dan 50% untuk domestik khususnya untuk wilayah industri di wilayan Riau dan Medan.

BBNI Bagi Dividen 25% Dari Laba Bersih

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) akan membagikan dividen tunai kepada para pemegang saham sebesar 25% yang senilai Rp2,26 triliun dari pencapaian laba bersih 2015 yang sebesar Rp9,06 triliun. Dividen tunai itu akan dibayarkan kepada pemegang saham pada 13 April 2016

Stock Pick

WIKA

Support pada level 2500 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin WIKA ditutup menguat pada 2560.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di 2595

ASII

Support pada level 6700 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin ASII ditutup menguat pada 6925.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di 7025

BBCA

Terlihat kuat pada level support pada harga 13200, BBCA pada perdagangan kemarin ditutup menguat pada level 13400.

Rekomendasi sell on strength apabila tidak berhasil melewati resistance di harga 13550

ADHI

Terlihat kuat pada support di level 2680, kemarin saham ADHI ditutup menguat pada level 2705.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 2735

INDF

Terlihat kuat pada support di level 7350, kemarin saham INDF ditutup menguat pada level 7450.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 7550

TLKM

Terlihat kuat pada level support pada harga 3345, TLKM pada perdagangan kemarin ditutup menguat pada level 3390.

Rekomendasi sell on strength apabila tidak berhasil melewati resistance di harga 3430

BMRI

Support pada level 9800 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin BMRI ditutup menguat pada level 10100.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 10250

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2016

Apa Reaksi Kamu?

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});