(Jum'at, 13-Nov-2015 ) Waterfront Securities Indonesia : Daily Update

(Jum'at, 13-Nov-2015 ) Waterfront Securities Indonesia : Daily Update

Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Kamis 12 November 2015 ditutup menguat 0,24% pada level 4462. Sektor infrastruktur mengalami penguatan terbesar. Investor asing net sell Rp397,1 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup melemah yang dipicu oleh pelemahan harga komoditas yang mendorong tekanan jual pada saham sektor energi dan komoditas. Selain itu adanya pernyataan pejabat The Fed yang mengindikasikan kenaikan suku bunga akan segera terjadi, juga menjadi sentimen negatif. The Fed menekankan bahwa pengetatan kebijakan moneter akan dilakukan secara bertahap setelah suku bunga mengalami kenaikan. Para pejabat The Fed juga berkomentar kondisi yang disyaratkan untuk menaikkan suku bunga akan segera tercapai. Harga minyak mentah dan harga tembaga serta komoditas logam lainnya mengalami pelemahan akibat penguatan dollar AS, melemahnya data ekonomi China serta kekhawatiran akan suplay yang berlebihan akibat kurangnya permintaan. Pasar cenderung bersikap hati-hati menantikan apakah The Fed akan menaikkan suku bunganya pada pertemuan Desember nanti, setelah selama hampir 10 tahun terakhir mempertahankan suku bunga pada level rendah. Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan akan bergerak cenderung mixed. IHSG diperkirakan berada dikisaran level 4422 – 4512

 

News & Analysis

DGIK Membukukan Kontrak Baru Rp2,2 Triliun

PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) meraih kontrak baru dengan nilai sekitar Rp2,2 triliun dari PT Agincourt Resources.Kontrak baru yang diraih ini berupa proyek penyediaan jasa penambangan di tambang emas Martabe, Sumatera Utara untuk jangka waktu 5 tahun. Sebelumnya, DGIK sejak tahun 2009 sampai dengan pertengahan tahun 2015 telah dipercaya untuk mengerjakan proyek pembangunan infrastruktur di tambang emas tersebut. Dalam menyelesaikan proyek baru ini, Perseroan melakukan kerjasama dengan perusahaan dari Australia, Macmahon Holdings Limited dengan porsi kerjasama 50:50. Proyek ini akan dimulai pada Januari 2016 dan ditargetkan proyek ini dapat memberikan kontribusi pendapatan bagi Perseroan mulai tahun buku 2016.

GGRM Berencana Menaikkan Harga Jual Produk

Pemerintah berencana menaikkan harga cukai pada tahun depan. Hal tersebut membuat produsen rokok PT Gudang Garam Tbk (GGRM) berniat menaikkan harga jual produknya. Rencana kenaikan harga rokok dalam rangka penyesuaian guna mempertahankan margin. Kenaikan harga jual produk rokok akan dilakukan secara bertahap. Kenaikannya pun akan berbeda-beda setiap produk Perseroan. Kenaikan harga pada kisaran Rp 100-Rp 300 per pack, yaitu sebesar Rp 300 isi 16, sebesar Rp 100 isi 12 batang. Kenaikan harga adalah bentuk strategi perusahaan.

CPIN Mendapat Pinjaman USD100 Juta dan Rp3 Triliun

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) mendapat pinjaman sindikasi sebesar USD100 juta dan Rp3 triliun dari beberapa bank di Jakarta. Pinjaman sindikasi ini berjangka waktu 5 tahun dan dikoordinasikan oleh Citibank N.A. Dalam menerima fasilitas pinjaman sindikasi ini, perseroan tidak menjaminkan aset perseroan ataupun anak usahanya. Pinjaman sindikasi yang telah ditandatangani pada tanggal 11 November 2015 ini akan digunakan oleh perseroan untuk membiayai kembali pinjaman perseroan yang akan jatuh tempo (refinancing).

PANR Proyeksikan Datangkan 230 Wisman Tahun 2016

Pemerintah berencana meningkatkan kunjungan wisatawan asing ke Indonesia menjadi sebanyak 20 juta wisatawan pada 2019. Menyambut rencana pemerintah tersebut, PT Panorama Sentra Wisata Tbk (PANR) langsung memproyeksikan akan mendatangkan 230 ribu wisatawan asing ke Indonesia (inbound) tahun 2016. Angka ini naik dua kali lipat dari target tahun ini sebanyak 115 ribu wisatawan asing. Anggaran promosi pariwisata pemerintah tahun depan juga meningkat menjadi Rp5 triliun dari tahun ini Rp1,3 triliun. Banyak kesempatan dan potensi bisnis yang bisa dikembangkan seperti melakukan penetrasi agresif ke pasar baru seperti Vietnam, Myanmar, Srilanka, Tiongkok dan Jepang. Perseroan membuka destinasi baru ke Maluku Utara dan Sumba.

KLBF Alokasikan Capex Hingga Rp1,2 Triliun

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mengalokasikan belanja modal sebesar Rp1 triliun-Rp1,2 triliun untuk tahun depan. Sebagian dana itu akan digunakan untuk pembangunan pabrik berteknologi biosimilar di Cikara Bekasi dan sisanya untuk pengembangan divisi obat bebas serta pengembangan distribusi. Jumlah capex yang dialokasikan tersebut sama dengan anggaran tahun lalu dimana sumber dana capex akan diperoleh dari kas internal. Untuk memperluas jangkauan distribusi, perseroan juga akan membuka cabang baru di beberapa lokasi.

Cum Stock Split DEFI Dengan Rasio 1:10

PT Danasupra Erapasific Tbk (DEFI) berniat melakukan pemecahan nominal saham dengan perbandingan 1:10 dari harga nominal Rp500 menjadi Rp50. Akhir perdagangan saham dengan nominal lama di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 20 November 2015 dan awal perdagangan di pasar reguler/negosiasi dengan nominal baru pada 23 November 2015. Awal perdagangan di pasar tunai baru dilakukan pada 26 November 2015

 

Stock Pick

CPIN

Terlihat kuat pada level support diharga 2675, kemarin AKRA ditutup menguat pada level 2705.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 2735

TLKM

Terlihat kuat pada level support diharga 2675, kemarin TLKM ditutup menguat pada level 2715.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 2745

BBRI

Terlihat kuat pada level support diharga 10450, kemarin BBRI ditutup menguat pada level 10525.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 10650

WIKA

Terlihat kuat pada level support diharga 2760, kemarin WIKA ditutup menguat pada level 2830.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 2860

SMRA

Terlihat kuat pada level support diharga 1435, kemarin SMRA ditutup menguat pada level 1465.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 1480

BSDE

Terlihat kuat pada level support diharga 1640, kemarin BSDE ditutup menguat pada level 1670.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 1690

PTPP

Terlihat kuat pada level support diharga 3730, kemarin PTPP ditutup menguat pada level 3780.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 3820

 

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322

 

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2015