Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Jum'at, 15-April-2016 )

Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Jum'at, 15-April-2016 )

Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Kamis 14 April 2016 ditutup melemah 0,78% pada level 4814. Sektor pertambangan mengalami pelemahan terbesar. Investor asing net sell Rp199,2 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup mix dalam kisaran sempit setelah dua hari mengalami kenaikan cukup signifikan. Pasar sedang mencermati laporan keuangan beberapa bank besar yang dirilis kemarin, seperti Bank of America dan Wells Fargo. Saham sektor keuangan mengalami kenaikan pada perdagangan kemarin, meskipun masih menjadi sektor yang mencatatkan kinerja terburuk dalam tahun ini. Sementara itu menurut konsensus Reuters, diperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga sebanyak dua kali pada tahun ini. The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 0,25% menjadi 0,5%-0,75% pada bulan Juni. Setelah itu sebelum tahun 2016 berakhir, The Fed akan menaikkan suku bunga lagi sebesar 0,25% menjadi sebesar 0,75%-1%. Namun probabilitas kenaikan tersebut berkurang, karena pernyataan Janet Yellen sebelumnya yang menyatakan tidak terburu-buru dalam menaikkan suku bunga. Beberapa ekonom memprediksi The Fed hanya akan menaikkan suku bunga sebanyak satu kali pada tahun ini.inflasi bulan Maret naik 0,1%, lebih rendah dari estimasi 0,3%. Untuk IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak mixed to up. Diperkirakan IHSG bergerak pada kisaran level 4786 - 4850

News & Analysis

ANTM Bentuk Perusahaan Patungan Dengan Inalum

Dua Perusahaan milik negara, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) dan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) (INALUM) akan membentuk anak usaha. Joint venture agreement (JVA) ini merupakan implementasi sinergi lanjutan yang telah dimulai sejak nota kesepahaman (MoU) dan pokok-pokok perjanjian (Heads of Agreement) yang telah disepakati pada tahun 2015 lalu. Dalam hal ini, ANTM dan Inalum akan membentuk anak usaha yang rencananya akan di beri nama "Inalum Antam Alumina" dengan porsi kepemilikan Inalum 60% dan ANTM 40%. Setelah terbentuk Inalum Antam Alumina ini, nantinya anak usaha tersebut akan bekerjasama dengan perusahaan pengelolaan alumunium asal China yakni Alumunium Corporation of China Limmited.

KRAS Masih Miliki Sisa Dana IPO Rp928,3 Miliar

PT Krakatau Steel TbK (KRAS) masih menyimpan dana hasil IPO sebesar Rp928,29 miliar hingga 31 Maret 2016 lalu. Hingga periode tersebut total dana yang sudah digunakan mencapai Rp1,66 triliun. Dana itu digunakan untuk peningkatan modal kerja Rp630,69 miliar, pematangan lahan JV Posco sebesar Rp645,07 miliar serta peningkatan penyertaan modal sebesar Rp388,95 miliar. Sisa dana tersebut kini ditempatkan dalam deposito mata uang dolar AS di Bank Mandiri setara dengan Rp753,98 miliar dan deposito mata uang dolar bank ICBC Indonesia setara dengan Rp174,32 miliar.

Pefindo Turunkan Peringkat ADHI Menjadi idA-

Pefindo telah menurunkan peringkat PT Adhi Karya Tbk (ADHI) dan obligasi berkelanjutan tahap I/2012 dan tahap II/2013 menjadi idA- dari idA dan Sukuk Mudharabah berkelanjutan tahap I/2012 dan tahap II/2013 menjadi idA-(sy) dari idA(sy). Penurunan peringkat didorong oleh pelemahan dari struktur permodalan dan rasio perlindungan arus kas perusahaan sebagai akibat dari tekanan berkelanjutan atas marjin profitabilitas perusahaan karena kondisi yang penuh tantangan pada divisi EPC.

BORN Diwajibkan Bayar Kekurangan Dana Akuisisi

PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN) telah menerima satu berkas asli keputusan majelis arbitrase SIAC sehubungan dengan arbitrase antara perseroan dan Tranasia Minerals Limited dan Bondline Limited. Berdasarkan keputusan itu, perseroan diwajibkan untuk membayar kekurangan pembayaran sehubungan dengan akuisisi kepemilikan saham di PT Asmin Koalindo Tuhup, PT Mahakam Pertambangan dan PT Indofront Abadi. Adapun jumlah yang harus dibayar menurut keterangan tersebut sebesar USD10.000.000 ditambah dengan denda sebesar USD3.149.589 dan sisa biaya arbitrase yang diterapkan sebesar USD1.050.000 sebelum 20 April 2016.

RMBA Berencana Rights Issue 36,8 Miliar Saham

PT Bentoel Investama Tbk (RMBA) berencana melaksanakan Penawaran Umum Terbatas III sejumlah sebanyaknya-banyaknya 36.842.105.000 saham dengan nilai nominal Rp50. Keseluruhan dana hasil transaksi ini setelah dikurangi biaya untuk mengurangi utang perseroan kepada Rothmans Far East BV dan keperluan usaha perseroan. Pelaksanaan right issue III ini terkait rencana perseroan untuk meningkatkan modal dasar dari semula Rp1.077.300.000.000 yang terbagi atas 21.546.000.000 saham menjadi Rp5.500.000.000.000 atau menjadi 110.000.000.000 saham.

Rencana Reverse Stock BULL Belum Disetujui BEI

PT Buana Listya Tama Tbk (BULL) belum bisa merealisasikan rencana penggabungan nilai nominal saham alias reverse stock. BEI menilai BULL belum memiliki informasi jelas terkait rencana aksi korporasi usai reverse stock yang bisa meningkatkan nilai perusahaan. BULL berencana mengubah nilai nominal sahamnya dengan reverse stock dengan rasio 4:1. Rencana itu tertuang dalam agenda Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perseroan pada 9 Mei 2016. Selain belum memiliki rencana aksi korporasi yang jelas untuk meningkatkan nilai perusahaan, BEI juga belum menerima laporan keuangan BULL periode Kuartal III 2015 dan Kuartal IV 2015

Stock Pick

BMRI

Support pada level 9500 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin BMRI ditutup menguat pada 9675.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 9775

TLKM

Terlihat kuat pada support di level 3360, kemarin saham TLKM ditutup menguat pada level 3390.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 3420

SMRA

Terlihat kuat pada support di level 1460, kemarin saham SMRA ditutup menguat pada level 1490.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 1510

BBTN

Support pada level 1695 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin BBTN ditutup menguat pada 1735.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 1755

AKRA

Terlihat kuat pada support di level 6750, kemarin saham AKRA ditutup menguat pada level 6900.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 7000

INDF

Terlihat kuat pada support di level 7050, kemarin saham INDF ditutup menguat pada level 7150.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 7250

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2016