Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Jum'at, 18-Mar-2016 )

Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Jum'at, 18-Mar-2016 )

Jumat, 18 Mar 2016 | 08:00 | Cincin Suryanto

Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Kamis 17 Maret 2016 ditutup menguat 0,5% pada level 4885. Sektor pertambangan menyumbangkan penguatan terbesar. Investor asing net buy Rp374,2 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup menguat yang dikontribusikan oleh kenaikan pada saham sektor energi dan komoditas seiring dengan kenaikan harga komoditas yang didorong oleh pelemahan dollar AS. Pelemahan dollar AS terjadi sehari setelah dirilisnya hasil keputusan pertemuan The Fed yang mempertahankan suku bunganya pada level rendah serta mengindikasikan kenaikan suku bunga pada tahun ini hanya akan terjadi sebanyak dua kali, dengan syarat ekonomi AS tumbuh moderat dan pasar tenaga kerja mengalami kenaikan dengan kuat. The Fed juga menyatakan bahwa ekonomi AS masih menghadapi risiko dari perlambatan ekonomi global. Harga minyak mentah kembali menguat yang dipicu oleh optimisme bahwa pertemuan para produsen minyak besar pada bulan depan akan mencapai kesepakatan untuk mengurangi kuota produksinya.initial claims mengalami kenaikan dari pekan sebelumnya. Indeks Philadelphia Fed bulan Maret naik pada level 12,4 dari –2,8. Indeks leading indicators bulan Februari naik 0,1% dari bulan sebelumnya yang turun 0,2%. IHSG pada hari ini diperkirakan akan bergerak menguat. Diperkirakan IHSG bergerak pada kisaran level 4813 - 4940

News & Analysis

Pefindo Tetapkan Peringkat MTN KAEF Pada idAA-

Pefindo telah menegaskan peringkat idAA- untuk Medium Term Notes (MTN) Tahun 2014 PT Kimia Farma sebesar Rp200 miliar yang akan jatuh tempo 9 April. Menurut Pefindo, perseroan berencana menggunakan dana internal dan memanfaatkan fasilitas kredit yang belum digunakan untuk melunasi MTN yang akan jatuh tempo. Pada tanggal 11 Maret 2016, KAEF telah menyiapkan kas senilai Rp110 miliar dan memiliki fasilitas kredit yang belum digunakan dari PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan Bank of Tokyo dengan total fasilitas Rp740 miliar.

Akuisisi BWPT Ditargetkan Selesai Akhir Maret

Rencana akuisisi PT Eagle High Plantation Tbk (BWPT) oleh perusahaan Malaysia, Felda Global Ventures Holdings Bhd (FGV) masih berlanjut. Felda akan melibatkan induk usahanya, yakni Federal Land Development Authority dalam proses negosiasi akuisisi saham BWPT. Hal ini menambah daftar perusahaan terafiliasi FGV yang turut serta dalam kesepakatan. Sampai saat ini kedua pihak belum mengkonfirmasi harga beli. Dalam kesepakatan awal, Grup Rajawali akan melepaskan 37% saham BWPT kepada FGV dengan nilai sekitar USD680 juta.

ADHI Anggarkan Capex Rp1,5 Triliun

PT Adhi Karya Tbk (ADHI) memperkirakan total belanja modal tahun 2016 mencapai Rp1,5 triliun. Capex itu lebih tinggi dari capex tahun 2015 sebesar Rp700 miliar yang ditopang oleh belanja pada pembangunan infrastruktur properti, yaitu untuk hotel dan properti. Hal itu karena proyek LRT membutuhkan capex banyak pada tahun 2016. Namun total belanja modal tahun 2016 itu tidak termasuk dalam belanja modal pada proyek LRT Palembang. Sebab ADHI tidak bertindak sebagai kontraktor terhadap proyek LRT di Palembang, melainkan PT Waskita Karya Tbk (WSKT).

DYAN Targetkan Kenaikan Nilai Transaksi IIMS 2016

PT Dyandra Promosindo, anak usaha PT Dyandra Media International Tbk (DYAN), sebagai penyelenggara Indonesia International Motor Show (IIMS) 2016 tengah menyiapkan segalanya untuk membantu jualan para pemegang merek. Tahun ini IIMS ditargetkan mendapat nilai transaksi lebih tinggi dan didatangi pengunjung lebih banyak. IIMS tetap digelar di tempat yang sama, JiExpo Kemayoran, Jakarta, waktu penyelenggaraannya pada 7 – 17 April 2016. Tahun lalu Dyandra mengklaim 4.894 unit mobil dan sepeda motor laku terjual, perputaran uang yang terjadi mencapai Rp 1,636 triliun, dan total pengunjung mencapai 359.374 orang. Perseroan optimistis mencapai target pengunjung kisaran 380.000 dengan target nilai transaksi meningkat hingga Rp 2 triliun.

AGRO Optimis Laba Tumbuh Di atas 20%

PT Bank BRI Agro Tbk (AGRO), anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) optimis laba tahun 2016 meningkat di atas 20% atau mencapai Rp 100 miliar pada tahun ini. Tahun lalu, laba tahun berjalan AGRO tercatat sebesar Rp 80,49 miliar. Sehingga target pertumbuhan laba tahun ini mencapai 24,24%. Perseroan akan mempertahankan kinerja dengan berbagai cara. Diantaranya, meningkatkan volume penyaluran kredit, menjaga risiko kredit bermasalah, serta efisiensi lewat pencarian sumber dana murah. Untuk mencapai target laba tahun ini, AGRO menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 20% atau mencapai Rp 7,25 triliun dari sebelumnya Rp 6,04 triliun.

SMGR Bentuk Perusahaan Patungan

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) dan PT Samana Citra Agung menandatangani perjanjian pembentukan perusahaan patungan (Joint Venture Company) yang bergerak di bidang produksi semen dengan nama PT Semen Indonesia Aceh. SMGR berencana untuk memperluas kapasitas produksi dengan membangun kapasitas baru di wilayah Sumatera, bekerjasama dengan PT Samana Citra Agung, perusahaan lokal di Aceh yang bergerak di bidang pertambangan dan industri mineral. Pendirian Semen Indonesia Aceh ini sebagai bentuk ekspansi pabrik semen baru berikutnya bagi SMGR untuk memenuhi permintaan semen di wilayah Sumatera, khususnya Aceh, Sumatera Utara, Riau, dan Kepulauan Riau

Stock Pick

BBCA

Support pada level 13500 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin BBCA ditutup menguat pada 13725.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 13900

PTPP

Support pada level 3880 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin PTPP ditutup menguat pada 3915.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 3955

INDF

Terlihat kuat pada level support pada harga 7050, INDF pada perdagangan kemarin ditutup menguat pada level 7200.

Rekomendasi sell on strength apabila tidak berhasil melewati resistance di harga 7300

WSKT

Terlihat kuat pada support di level 1940, kemarin saham WSKT ditutup menguat pada level 1965.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 1985

ASII

Terlihat kuat pada support di level 7000, kemarin saham ASII ditutup menguat pada level 7325.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 7425

SMRA

Terlihat kuat pada level support pada harga 1640, SMRA pada perdagangan kemarin ditutup menguat pada level 1685.

Rekomendasi sell on strength apabila tidak berhasil melewati resistance di harga 1710

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2016

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...