(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Jum'at, 19-Feb-2016 )

Cincin Suryanto
Cincin Suryanto

Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Jum'at, 19-Feb-2016 )
Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Kamis 18 Februari 2016 ditutup menguat 0,28% pada level 4778. Sektor pertambangan menyumbangkan kenaikan terbesar. Investor asing net buy senilai Rp367,2 miliar. Keputusan RDG BI yang menurunkan BI Rate sebesar 0,25% menjadi 7% mampu menahan penurunan indeks akibat profit taking. Indeks di bursa Wall Street ditutup melemah akibat koreksi saham Wal-Mart setelah merilis laporan keuangan yang di bawah estimasi serta adanya koreksi harga minyak mentah. Namun pelemahan indeks terbatas karena penguatan saham IBM. Harga minyak mentah mengalami koreksi didorong oleh data cadangan minyak strategis AS yang mengalami kenaikan. Data initial claims pekan lalu secara tak terduga menunjukkan penurunan tenaga kerja yang mengajukan klaim, mengindikasikan pasar tenaga kerja AS masih kuat. Data initial claims pekan lalu turun menjadi 262 ribu dari pekan sebelumnya 269 ribu. Indeks Philadelphia Fed bulan Februari menjadi –2,8 dari bulan sebelumnya –3,5. Sedangkan indeks leading indicators bulan Januari turun 0,2%, setelah bulan sebelumnya turun 0,3%. Nanti malam akan dirilis data inflasi AS bulan Januari yang diperkirakan terjadi deflasi sebesar 0,1%. Dari pasar domestik, hari ini diperkirakan akan dimanfaatkan oleh pelaku pasar untuk cenderung profit taking. Diperkirakan IHSG bergerak pada kisaran level 4710-4806.

 

News & Analysis

ESSA Dapat Tambahan Kredit USD22 Juta

PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) pada 16 Februari 2016 telah menandatangani perjanjian terkait tambahan Fasilitas Stand By Letter of Credit (SBLC). Kredit diraih dari PT Bank UOB Indonesia berupa tambahan sebesar USD22 juta. Fasilitas SBLC ini diperlukan untuk menjamin kontribusi penyertaan modal pada anak usaha perseroan PT Pancara Amara Utama (PAU) yang sedang membangun pabrik amonia dengan kapasitas sebesar 2000 TPD di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Proyek pabrik amonia PAU ini diyakini akan menciptakan multplier effect yang sangat positif bagi ekonomi Indonesia dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Indonesia bagian Timur.

Volume Produksi INCO Tahun 2015 Naik 3%

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatat volume produksi sebesar 81.177 metrik ton (MT) ditahun 2015 lalu. Jumlah ini meningkat 3% dibanding volume produksi yang dicapai tahun sebelumnya. Volume produksi yang dicatat ditahun 2015 lalu merupakan volume produksi tahunan tertinggi dalam sejarah perseroan. Pada triwulan empat tahun 2015 lalu volume produksi perseroan sekitar 8% lebih tinggi dibandingkan volume produksi di periode sama tahun 2014. INCO mencatat volume produksi tahunan tertinggi dalam sejarah di tahun 2015.

SIPD Jual Aset Senilai Rp52,42 Miliar

PT Sierad Produce Tbk (SIPD) melakukan penjualan aset berupa tanah dan bangunan pertanian di Desa Kdusirung Legok, Tangerang. Transaksi penjualan dilakukan pada 16 Februari 2016 lalu. Adapun nilai transaksi penjualan sebesar Rp52.420.960.000 kepada PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE). Penjualan aset ini tidak ada hubungan afiliasi, tidak ada dampak signifikan terhadap kegiatan operasional perseroan karena perseroan memiliki hak sewa atas aset tersebut hingga tiga tahun ke depan.

ADHI Ingin Jadi Penyedia Sarana LRT

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mengajukan diri kepada pemerintah unuk menjadi penyedia dan operator sarana angkutan massal berbasis rel (Light Rail Transit/LRT) dan siap mengucurkan dana senilai Rp9 triliun atau 30% dari total kebutuhan investasi. ADHI bersedia bersama PT Kereta Api Indonesia untuk menjadi penyedia sarana, dengan porsi masing-masing pihak yang ditetapkan pemerintah. ADHI sebelumnya sudah ditugaskan pemerintah untuk membangun prasarana LRT sesuai Peraturan Presiden (Perpres) No. 98/2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Kerata Api Ringan/"Light Rail Transit" (LRT). Prasarana LRT meliputi jalur, stasiun dan fasilitas operasi kereta api. Sedangkan, sarana kereta api adalah rangkaian kereta itu sendiri, termasuk pemeliharaannya.

Laba Bersih ITMG FY2015 Turun 68,59%

Laba bersih yang dapat didistribusikan kepada pemilik perusahaan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turun 68,59% YoY per Desember 2015 menjadi USD63,10 juta dibandingkan laba periode sama tahun sebelumnya yang sebesar USD200,97 juta. Penjualan bersih turun 18,5% YoY menjadi USD1,58 miliar dari penjualan bersih tahun sebelumnya USD1,94 miliar. Beban perseroan naik menjadi USD210,78 juta dari USD146,06 juta membuat laba sebelum pajak turun menjadi USD139,44 juta dari USD262,85 juta. Jumlah aset per Desember 2015 mencapai USD1,17 miliar turun dari jumlah aset per Desember 2014 yang sebesar USD1,31 miliar.

Laba Bersih BNLI Turun 84% Akibat Kenaikan Provisi

PT Bank Permata Tbk (BNLI) merencanakan untuk melakukan rights issue dalam rangka memperkuat permodalan sekaligus antisipasi terhadap ketentuan Basel III yang akan diberlakukan. Aksi korporasi itu juga merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas aset perseroan demi mengimbangi penurunan laba bersih setelah pajak tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2015. BNLI mencatat kenaikan laba operasional sebelum pencadangan sebesar 32% menjadi Rp3,88 triliun pada tahun 2015 dari Rp2,94 triliun. Namun laba bersih setelah pajak tercatat menurun sebesar 84% menjadi Rp247 miliar, didorong oleh peningkatan yang signifikan dalam biaya provisi.

 

Stock Pick

AKRA

Terlihat kuat pada level support pada harga 7600, AKRA pada perdagangan kemarin ditutup menguat pada level 7750.

Rekomendasi sell on strength apabila tidak berhasil melewati resistance di harga 8000.

INTP

Terlihat kuat pada level support diharga 19650, kemarin INTP ditutup menguat pada level 20150.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resistance di harga 20400.

BBRI

Support pada level 11800 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin BBRI ditutup menguat pada level 12000.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 12300.

ASII

Diperkirakan support pada level 6800 masih cukup kuat, kemarin ASII ditutup menguat pada level 7050.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 7150.

 

Best Regards,

Ratna Lim

PT Waterfront Securities Indonesia

Sona Topas Tower 15A Floor

Jl. Jendral Sudirman Kav.26

Jakarta 12920

Telp: +6221-250 6355 ext. 1404

Fax : +6221-250 6322

Email: [email protected]

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2016

Apa Reaksi Kamu?

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});