Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Jum'at, 22-April-2016 )

Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Jum'at, 22-April-2016 )

Jumat, 22 Apr 2016 | 08:00 | Cincin Suryanto

Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Kamis 21 April ditutup menguat 0,54% pada level 4903. Sektor pertambangan menyumbangkan kenaikan terbesar. Investor asing melakukan net buy senilai Rp389,6 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup melemah akibat laporan keuangan beberapa emiten yang variatif.Harga minyak mentah sedikit terkoreksi namun masih berada pada level tertinggi dalam lima bulan terakhir, setelah International Energy Agency menyatakan akan terjadi penurunan terbesar dalam 25 tahun produksi minyak pada negara non OPEC tahun 2016 ini. Setelah penutupan bursa, Alphabet dan Microsoft merilis laporan keuangan yang di bawah estimasi pasar. Dari saham-saham indeks S&P500 yang telah merilis laporan keuangan, sebanyak 77% melaporkan laba yang melebihi estimasi, lebih baik dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar 63%.initial claims pekan lalu menunjukkan klaim pengangguran turun menjadi 247 ribu dari 253 ribu pada pekan sebelumnya, lebih rendah dari estimasi 263 ribu. Indeks Philadelphia Fed bulan April turun pada level 1,6 , bulan sebelumnya 12,4, serta lebih rendah dari estimasi yang sebesar 9,9. Indeks leading indicators bulan Maret naik 0,2%, setelah bulan sebelumnya turun 0,1%. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak mixed. Diperkirakan IHSG bergerak pada kisaran level 4850 - 4940

News & Analysis

Induk Usaha ITMG Akuisisi Saham Proyek Gas di AS

Induk usaha PT Indotambang Raya Megah Tbk (ITMG) yakni Banpu Plc Thailand mengeluarkan dana USD112 juta untuk membeli 29,4% saham di Chaffe Corners Joint Exploration Agreement (JEA), proyek gas yang beroperasi di Pennyslvania AS. Ini adalah kesepakatan pertama perusahaan di industri migas AS sebagai bagian dari strategi penyeimbangan dengan pasar Asia. Sebesar 65% saham JEA dikuasai Talisman Energy dan berlokasi di sektor utara Marcellus Shale, kawasan sumber daya migas terbesar di AS.

Triwulan I, Produksi Nikel INCO Turun 3% YoY

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) melaporkan produksi triwulan I 2016 mencapai 16.894 metrik ton nikel dalam matte. Produksi pada triwulan pertama tahun ini lebih rendah dibandingkan produksi kuartal ke empat tahun 2015 yang sebanyak 22.302 ton karena pelaksanaan aktivitas pemeliharaan. Namun INCO tetap optimistis dapat mencapai target produksi tahun 2016 sekitar 800 ton. Volume produksi pada triwulan I 2016 sekitar 24% lebih rendah dari volume di triwulan ke empat 2015 namun hanya turun 3% dari produksi triwulan pertama 2015.

Q1/2016 EXCL Bukukan Laba Bersih Rp169 Miliar

PT XL Axiata Tbk (EXCL) meraih laba bersih sebesar Rp169,26 miliar pada triwulan pertama tahun ini setelah mengalami rugi bersih Rp758,07 miliar pada periode sama tahun sebelumnya. Pendapatan naik 2,37% YoY menjadi Rp5,61 triliun dari pendapatan triwulan pertama tahun 2015 yang sebesar Rp5,48 triliun. Total beban turun tipis menjadi Rp5,24 triliun dari Rp5,30 triliun membuat laba usaha meningkat 112% menjadi Rp375,25 miliar dari Rp176,95 miliar. Beban lain-lain turun tajam menjadi Rp133,75 miliar dari Rp1,18 triliun terutama karena laba kurs yang diraih Rp471,86 miliar setelah menderita rugi kurs Rp1,01 triliun di triwulan pertama 2015.

ACST Akan Rights Issue Maksimal 300 Juta Saham

PT Acset Indonusa Tbk (ACST) melakukan penawaran umum terbatas (PUT) I dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue sebanyak-banyaknya 300 juta saham baru. Sebanyak 300 juta saham baru tersebut memiliki nilai nominal Rp100 per saham. Harga pelaksanaan HMETD akan ditentukan oleh dewan komisaris perseroan dengan mempertimbangkan kondisi pasar modal Indonesia serta harga saham perseroan pada tanggal penetapan harga pelaksanaan. Indikasi rasio HMETD atas saham sebelum pelaksanaan rights issue adalah setiap pemegang 5 saham lama yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan berhak atas sebanyak-banyaknya 3 HMETD, di mana setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak 1 saham baru sesuai dengan harga pelaksanaan yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pelaksanaan HMETD.

Tahun 2015, DYAN Mengalami Rugi Rp9,7 Miliar

PT Dyandra Media International Tbk (DYAN) membukukan pendapatan sebanyak Rp773,8 miliar sepanjang 2015, turun 16% secara tahunan. Pendapatan DYAN turun karena lini usaha penyelenggara acara yang menjadi kontributor utama pendapatan perseroan turun 27,81% menjadi Rp463,21 miliar. Lini bisnis konvensi dan eksibisi juga mencatat koreksi 17,87% mejadi Rp91,24 miliar. Sementara itu di lini bisnis hotel dan pendukung acara, DYAN masih mencatat peningkatan. Pendapatan dari bisnis hotel tumbuh 14,28% menjadi Rp94,07 miliar sedangkan usaha pendukung acara meningat 46,19% menjadi Rp126,26 miliar. Akibat penurunan pendapatan, hingga akhir 2015 DYAN mengalami rugi operasional sebesar Rp93,62 miliar dan rugi bersih DYAN dari Rp9,71 miliar.

TCID Akan Bagi Dividen Rp410/saham

RUPST PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) memutuskan membagikan dividen kepada para pemegang saham sebesar Rp 82,43 miliar atau Rp 410 per saham dengan payout ratio 15,1%. Pembagian dividen ini meningkat jika dibandingkan dengan dividen tahun sebelumnya yang sebesar Rp 78,4 miliar atau Rp 390 per saham

Stock Pick

BBRI

Support pada level 10550 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin BBRI ditutup menguat pada 10700.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 10850

TLKM

Terlihat kuat pada support di level 3590, kemarin saham TLKM ditutup menguat pada level 3630.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 3670

BMRI

Terlihat kuat pada support di level 9700, kemarin saham BMRI ditutup menguat pada level 9875.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 9975

BBTN

Terlihat kuat pada support di level 1690, kemarin saham BBTN ditutup menguat pada level 1720.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 1740

ASII

Support pada level 7400 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin ASII ditutup menguat pada 7575.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 7700

BBCA

Support pada level 12950 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin BBCA ditutup menguat pada 13100.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 13250

INDF

Terlihat kuat pada support di level 7050, kemarin saham INDF ditutup menguat pada level 7250.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 7350

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2016

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...