Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Jum'at, 26-Feb-2016 )

Cincin Suryanto
Cincin Suryanto

Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Jum'at, 26-Feb-2016 )
Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Kamis 25 Februari 2016 ditutup menguat tipis 0,013% pada level 4658. Sektor infrastruktur menyumbangkan pelemahan terbesar, sedangkan sektor perkebunan mengalami kenaikan terbesar. Investor asing net sell senilai Rp23,8 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup menguat karena kenaikan harga minyak mentah mengurangi kekhawatiran akan potensi perbankan mengalami guncangan karena kredit macet dari perusahaan sektor energi. Selain itu investor juga melihat peluang trading setelah indeks berfluktuasi selama berminggu-minggu. Saham sektor perbankan dan teknologi menyumbangkan kenaikan terbesar, ditengah optimisme akan membaiknya data manufaktur AS. Menambah sentimen positif, data durable orders AS bulan Januari secara tak terduga mengalami kenaikan seiring meningkatnya permintaan, yang menimbulkan harapan akan pulihnya sektor manufaktur.durable orders bulan Januari naik 4,9%, setelah bulan sebelumnya turun 4,6%. Sedangkan durable order diluar transportasi naik 1,8%, setelah bulan sebelumnya turun 0,7%. Indeks harga rumah FHFA bulan Desember naik 0,4%, setelah bulan sebelumnya naik 0,6%. Kemarin indeks bursa di China melemah akibat kekhawatiran akan ketatnya likuiditas. Untuk IHSG pada hari ini diperkirakan akan bergerak mixed. Diperkirakan IHSG bergerak pada kisaran level 4607 - 4722

News & Analysis

AALI Berencana Rights Issue Rp4 Triliun

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) berencana melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rigths issue dengan target perolehan dana sebesar Rp 4 triliun. AALI akan menerbitkan saham baru maksimal 450 juta lembar dari saham portopel. Seluruh dana hasil right issue tersebut akan digunakan untuk melunasi utang. Untuk melaksanakan aksi korporasi tersebut, AALI akan meminta persetujuan dalam RUPS pada 11 April mendatang. Dengan asumsi seluruh penegang saham mengeksekusi porsinya dalam penerbitan maksimum 450 juta saham baru tersebut maka kepemilikan saham AALI tidak akan berubah. PT Astra International Tbk (ASII) tetap menggengam 79,68% dan publik 20,32%. Jika pemegang minoritas tidak mengeksekusi haknya maka kepemilikan minoritas akan turun dari 20,32% menjadi 15,8%.

FY2015, Laba Bersih ISSP Turun 30%

PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) tahun ini menargetkan pertumbuhan laba 100%. Tahun lalu, kinerja perseroan masih tersendat akibat kerugian kurs yang cukup besar sebesar Rp 120 miliar. Tahun ini, kemungkinan rugi kurs akan menyusut karena volatilitas rupiah yang diprediksi tidak akan bergerak liar. Perbaikan iklim ekonomi dan kondisi makro ekonomi Indonesia membuat perseroan optimistis pertumbuhan laba bisa tumbuh 100%. Perseroan menargetkan laba bersih pada tahun ini sebesar Rp300 miliar dibandingkan pencapaian laba tahun lalu yang hanya mencatatkan Rp 150 miliar. Tahun lalu, penjualan ISSP mencatatkan peningkatan 6,41% menjadi Rp 3,58 triliun, namun raihan laba justru menyusut 30% ke Rp 120 miliar.

MAIN Alokasikan Capex Hingga Rp500 Miliar

PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) mengalokasikan dana belanja modal tahun 2016 sebesar Rp400-500 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung ekspansi bisnis perseroan pada tahun ini, salah satunya pembangunan pabrik pakan ternak baru di Sumatera Selatan. Dana tersebut baru akan digunakan pada semester kedua 2016 sebagai upaya ekspansi. Sumber pendanaan alokasi capex tersebut berasal dari rights issue yang dilakukan perseroan tahun lalu.

Laba Bersih PNBN Turun 36,1%

PT Bank Panin Tbk (PNBN) mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 36,1% menjadi Rp 1,3 triliun. Penurunan laba bersih pada 2015 ini disebabkan karena bank menaikkan biaya Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) sebesar 158% menjadi Rp 1,37 triliun. Kenaikan CKPN ini karena NPL perseroan mengalami kenaikan menjadi 2,41% dari tahun lalu 2,05%. Perseroan mencatatkan kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 16,1%, dan total aset naik 6,1% menjadi Rp 183,12 triliun. Pada 2016 ini, PNBN akan meningkatkan kinerja dengan meningkatkan produk dan pelayanan yang inovatif dan bernilai tambah melalui cross selling dengan perusahaan anak dan perusahaan afiliasi.

Laba Bersih CFIN Turun 29,7%

PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) mengalami penurunan laba pada tahun 2015 sebesar 27,97% menjadi Rp286,35 miliar dari Rp397,52 miliar. Pendapatan yang dibukukan perseroan pada tahun lalu meningkat 6,14% dari sebelumnya Rp1,05 triliun menjadi Rp1,11 triliun. Total aset perseroan meningkat tipis menjadi Rp6,65 triliun dari Rp6,64 triliun.

Laba ASII Turun 24,4%, ASII Akan Bagi Dividen Rp177/saham

Laba bersih PT Astra International Tbk (ASII) turun 24,4% YoY menjadi Rp14,45 triliun pada 2015 dari tahun sebelumnya Rp19,19 triliun. ASII mengalami tantangan bisnis sepanjang 2015 dengan laba bersih sebelum penurunan nilai properti dan pertambangan batu bara menurun 20% menjadi sebesar Rp16 triliun. Pendapatan ASII turun 8,67% YoY menjadi Rp184,19 triliun dari akhir tahun sebelumnya Rp201,7 triliun. ASII akan membagikan dividen final Rp113 per saham untuk tahun buku 2015, lebih rendah dari tahun sebelumnya Rp152 per saham. Dividen final tersebut akan diusulkan dalam RUPST yang akan digelar pada April 2016. Dividen final yang diusulkan bersamaan dengan dividen interim sebesar Rp64 per saham, sehingga total menjadi Rp177 per saham

Stock Pick

BBTN

Support pada level 1580 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin BBTN ditutup menguat pada level 1610.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 1630

TLKM

Terlihat kuat pada level support pada harga 3260, TLKM pada perdagangan kemarin ditutup menguat pada level 3300.

Rekomendasi sell on strength apabila tidak berhasil melewati resistance di harga 3330

AKRA

Terlihat kuat pada support di level 7650, kemarin saham AKRA ditutup menguat pada level 7725.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 7825

BBCA

Terlihat kuat pada support di level 12850, kemarin saham BBCA ditutup menguat pada level 13075.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 13200

MNCN

Terlihat kuat pada level support diharga 1710, kemarin MNCN ditutup menguat pada level 1755.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 1780

SMRA

Terlihat kuat pada level support diharga 1525, kemarin SMRA ditutup menguat pada level 1560.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 1580

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2016

Apa Reaksi Kamu?