Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Jum'at, 29-Jan-2016 )

Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Jum'at, 29-Jan-2016 )

Jumat, 29 Jan 2016 | 08:41 | Cincin Suryanto

Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Kamis 28 Januari 2016 ditutup menguat 0,42% pada level 4602. Sektor aneka industri dan perkebunan menyumbangkan kenaikan terbesar. Investor asing net buy senilai Rp8,7 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup menguat yang dipicu oleh sentimen positif dari laporan keuangan Facebook dan kenaikan harga minyak mentah. Facebook membukukan kenaikan pendapatan sebesar 52% yang di atas estimasi pasar. Sedangkan harga minyak mentah menguat karena ekspektasi OPEC dan negara produsen minyak lainnya akan menurunkan kuota produksinya dalam rangka untuk mengendalikan suplay minyak mentah yang berlebih. Pasca penutupan bursa, Microsoft melaporkan kinerja yang melebihi estimasi pasar, sedangkan Amazon membukukan kinerja yang mengecewakan pasar.AS melemah setelah data durable orders AS bulan Desember turun 5,1%, setelah bulan sebelumnya turun 0,5% dan lebih buruk dari estimasi yang turun 0,1%. Turunnya data durable orders tersebut mendukung pandangan akan melemahnya ekonomi AS akibat perlambatan permintaan global, yang mungkin akan menyebabkan kenaikan suku bunga The Fed pada tahun ini akan lebih lambat dari perkiraan sebelumnya. Kemudian untuk bursa Indonesia diperkirakan hari ini menguat. Diperkirakan IHSG bergerak pada kisaran level 4560– 4640

News & Analysis

Volume Penjualan SMGR 2015 Turun 0,7% YoY

PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) mencatatkan penjualan tahun 2015 sebanyak 25,97 juta ton atau turun 0,7% dibandingkan tahun 2014 yang sebanyak 26,155 juta ton. Dari capaian tersebut hanya anak usaha PT. Semen Tonasa yang mencatatkan peningkatan penjualan, sedangkan Semen Gresik mengalami stagnasi dan penjualan Semen Padang turun. Semen Tonasa berhasil meningkatkan penjualan sebesar 0,6% di tahun 2015 menjadi 5,45 juta ton dari tahun 2014 yang tercatat 5,42 juta ton. Penjualan ekspor SMGR meningkat 144,3% menjadi 481.943 ribu ton dari tahun 2014 yang sebesar 197.284 ribu ton.

HITS Berencana Masuk Bisnis Pengerukan Pasir Laut

PT Humpuss Intermoda Tranportasi Tbk (HITS) berencana masuk ke bisnis pengerukan pasir laut untuk meningkatkan pendapatan. Perusahaan akan menyiapkan dana sekitar USD20 juta hingga USD100 juta untuk membeli kapal yang akan digunakan khusus untuk mengolah bisnis tersebut. Peluang bisnis pengerukan pasir laut muncul karena pemerintah tengah giat membangun pelabuhan-pelabuhan di Indonesia untuk mendukung program tol laut.

Anak Usaha PALM Kembali Beroperasi

Manajemen PT Provident Agro Tbk (PALM) menyatakan bahwa pemerintah sudah mencabut izin pembekuan salah satu anak usaha perseroan yakni PT Langgam Inti Hibrindo (LIH). Pencabutan pembekuan dilakukan pada 25 Januari 2016 melalui Surat Keputusan Menteri LHK. Dalam surat keputusan yang dikeluarkan oleh Menteri LHK disebutkan bahwa izin Lingkungan PT Langgam Inti Hibrindo dinyatakan berlaku kembali sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dengan berlakunya kembali izin lingkungan LIH maka LIH kini dapat melakukan kembali kegiatan operasional seperti sebelumnya.

Pefindo Tegaskan Peringkat ADMF Pada ‘idAAA’

Pefindo menegaskan peringkat kredit korporasi PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) pada level 'idAAA' dengan prospek peringkat adalah 'stabil'. Peringkat tersebut juga ditegaskan untuk beberapa surat utang ADMF, seperti Obligasi Berkelanjutan I/2011, Obligasi Berkelanjutan II/2013, dan Obligasi Berkelanjutan III/2015 senilai maksimum Rp8,0 triliun. Di saat yang sama Pefindo juga menegaskan peringkat untuk Sukuk Berkelanjutan I/2013 dan Sukuk Berkelanjutan II/2015 perseroan senilai maksimum Rp1,0 triliun pada 'idAAA(sy)'. Peringkat ini mencerminkan sinergi yang sangat kuat dan hubungan yang saling menguntungkan antara ADMF dan induk perusahaan, yakni PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN).

Empat Anak Usaha AISA Dapat Pinjaman Rp1,27 Triliun

Empat anak usaha PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) mendapatkan fasilitas pinjaman dari beberapa bank yang jumlahnya mencapai Rp1,27 triliun. Fasilitas pinjaman tersebut telah ditandatangani oleh keempat anak usaha AISA, yakni PT Dunia Pangan (DP), PT Indo Beras Unggul (IBU), PT Jatisari Srirejeki (JSR) dan PT Sukses Abadi Karya Inti (SAKTI). Alasan diterimanya fasilitas pinjaman ini adalah untuk memenuhi kebutuhan tambahan modal bagi keempat anak usahanya tersebut. Fasilitas pinjaman yang diberikan untuk anak-anak usaha AISA ini berasal dari PT Rabobank International Indonesia, PT Bank Maybank Indonesia Tbk dan The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd Jakarta Branch.

Treasure East Jual Sebagian Saham DNET

Salah satu pemegang saham besar PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) yakni Treasure East Investment Ltd, telah menjual sebagian kepemilikan sahamnya. Treasure menjual sebanyak 315.000.000 lembar saham pada harga Rp1.025 per lembar sehingga diraih dana sebesar Rp322.875.000.000. Penjualan dilakukan pada 19 Januari 2016 lalu. Dengan penjualan ini maka kepemilikan Treasure East Investment berkurang menjadi 3.892.493.923 saham atau mewakili 27,44% dari total saham DNET

Stock Pick

CPIN

Terlihat kuat pada level support diharga 3190, kemarin CPIN ditutup menguat pada level 3325.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 3360

ADHI

Terlihat kuat pada level support diharga 2455, kemarin ADHI ditutup menguat pada level 2470.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 2495

ASII

Terlihat kuat pada level support diharga 6100, kemarin ASII ditutup menguat pada level 6250.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 6350

BMRI

Terlihat kuat pada level support diharga 9400, kemarin BMRI ditutup menguat pada level 9500.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 9650

TLKM

Terlihat kuat pada level support diharga 3230, kemarin TLKM ditutup menguat pada level 3260.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 3295

INDF

Terlihat kuat pada level support diharga 5850, kemarin INDF ditutup menguat pada level 5975.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 6075

BBTN

Terlihat kuat pada level support diharga 1350, kemarin BBTN ditutup menguat pada level 1385.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 1400

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2016

TAGS:

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...