(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Jum'at,13-Mei-2016 )

Cincin Suryanto
Cincin Suryanto

Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Jum'at,13-Mei-2016 )
Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Kamis 12 Mei 2016 ditutup menguat 0,07% pada level 4803. Empat dari sepuluh sektor mengalami kenaikan dengan kontribusi terbesar pada sektor konsumer. Investor asing melakukan net buy senilai Rp368,5 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup mix, dimana saham sektor telekomunikasi dan konsumer mendorong kenaikan indeks namun pelemahan harga saham Apple pada level terendah selama dua tahun terakhir membebani penguatan indeks. Koreksi tajam pada saham Apple akibat kekhawatiran melambatnya permintaan akan iPhone. Sementara itu dua pejabat The Fed menyatakan bank sentral seharusnya menaikkan suku bunga seiring dengan membaiknya data ekonomi. Namun menurut pooling oleh Reuters, The Fed diperkirakan baru akan menaikkan suku bunganya lagi pada pertemuan September nanti, karena menantikan indikasi data inflasi meningkat. Data initial claims pekan lalu menunjukkan terjadinya kenaikan klaim pengangguran pada level tertinggi hampir setahun terakhir. Namun para ekonom menyatakan bahwa kenaikan tersebut lebih banyak disebabkan oleh adanya pemogokan pada pekerja telekomunikasi, dan tidak mengindikasikan memburuknya pasar tenaga kerja secara umum. Untuk IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak mixed. Diperkirakan IHSG bergerak pada kisaran level 4750 - 4860

News & Analysis

BGTG Siap Masuk Kelompok Bank BUKU II

PT Bank Ganesha Tbk (BGTG) siap masuk ke dalam Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) II dengan modal inti Rp1 triliun. Dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham (initial public offering/IPO) tersebut akan digunakan untuk memperkuat permodalan perusahaan. Ini merupakan bentuk dukungan perseroan untuk naik kelas ke BUKU II. Dengan masuknya perusahaan kedalam kelompok BUKU II, BGTG akan diperbolehkan untuk mengembangkan produk-produk digital banking. Hal ini yang akan menjadi fokus pengembangan perseroan dalam waktu dekat. Selain itu, rencana pengembangan produk digital banking tersebut pihaknya mengaku sudah tertuang dalam rencana bisnis bank (RBB) perseroan. Guna merealisasikannya, pihaknya telah menyiapkan dana sekitar Rp10 miliar.

TRIS Mengalami Penurunan Laba Bersih 2,6%

PT Trisula International Tbk (TRIS) membukukan pertumbuhan laba 26,21% sepanjang tiga bulan pertama tahun ini. Perusahaan yang bergerak di bidang tekstil dan garmen itu mencatatkan laba Rp16,79 miliar naik dari Rp 13,31 miliar pada kuartal I/2015. Kenaikan laba tersebut lebih ditopang oleh kenaikan laba yang diatribusikan kepada kepentingan non-pengendali sebesar 96,02% menjadi Rp7,62 miliar. Sedangkan laba yang diatribusikan ke entitas induk justru turun tipis 2,59% menjadi Rp9,18 miliar. Total penjualan dan pendapatan usaha per Maret 2016 naik 23,33% menjadi Rp263,92 miliar. Beban pokok penjualan dan pendapatan naik lebih besar yakni 28,19% menjadi Rp202,12 miliar. Sehingga laba kotor naik tipis 9,72% menjadi Rp61,79 miliar.

Pefindo Tegaskan Peringkat TELE Pada idA

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat idA untuk PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) dan obligasi berkelanjutan I/2015 milik perseroan senilai Rp2 triliun. Outlook untuk peringkat perusahaan adalah stabil. Peringkat mencerminkan kuatnya posisi pasar TELE dalam bisnis distribusi voucher pulsa telepon seluler yang didukung sinergi dari Grup Telkom, jaringan distribusi yang terdiversifikasi dan ekstensif, dan sumber pendanaan yang stabil. Peringkat dibatasi oleh struktur permodalan yang agresif, perlindungan arus kas yang moderat, dan persaingan yang ketat dalam perdagangan telepon seluler.

BOLT Bagi Dividen Rp25,01/saham

Produsen komponen mur baut PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT) mendapat persetujuan membagikan dividen senilai Rp 58,68 miliar. Angka itu setara dengan 60% dari laba bersih perseroan pada 2015 yang mencapai Rp 97,68 miliar. Pembagian dividen tersebut merupakan komitmen perseroan untuk memberikan nilai tambah bagi pemegang saham. Nilai dividen setara dengan Rp 25,01 per saham. Perseroan juga mengalokasikan dana cadangan sebesar 5% dan sisanya Rp 34,18 miliar dialokasikan sebagai laba ditahan.

DMAS Berencana Tambah Landbank 135 Ha

PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) berencana menambah landbank sebesar 135 ha pada tahun 2016. Saat ini perseroan memiliki cadangan lahan seluas 1.730 hektar. Total luas area pengembangan DMAS sebesar 3.050 ha. Setengah dari luas itu untuk residensial dan komersial, yang dikembangkan mulai tahun 2000-an. Selain itu, Perseroan menargetkan penyerapan lahan untuk kawasan industri di semester I 2016 mencapai 70%-80% dari target tahunan sebesar 50 hektar. Perseroan optimis target tersebut dapat tercapai karena dalam setahun ini ada lima investor yang sedang digarap, dua di antaranya sudah mendekat proses final.

PBRX Akan Bagi Dividen Rp2/saham

PT Pan Brothers Tbk (PBRX) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp2 per saham. Dividen tersebut akan diberikan perseroan kepada pemegang sahamnya. Pembagian dividen merupakan keputusan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST). Total alokasi dividen perseroan untuk tahun buku 2015 sebesar Rp12,9 miliar. Dividen itu sekitar 10 persen dari laba bersih PBRX tahun 2015 yang sebesar Rp 125 miliar

Stock Pick

ADHI

Terlihat kuat pada support di level 2490, kemarin saham ADHI ditutup menguat pada level 2520.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 2550

WSKT

Support pada level 2450 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin WSKT ditutup menguat pada 2490.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 2515

BBCA

Terlihat kuat pada support di level 12950, kemarin saham BBCA ditutup menguat pada level 13150.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 13300

TLKM

Terlihat kuat pada support di level 3710, kemarin saham TLKM ditutup menguat pada level 3760.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 3800

AKRA

Support pada level 6300 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin AKRA ditutup menguat pada 6375.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 6475

CPIN

Support pada level 3370 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin CPIN ditutup menguat pada 3420.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 3460

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2016

Apa Reaksi Kamu?

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});