Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Kamis, 14-Jan-2016 )

Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Kamis, 14-Jan-2016 )

Kamis, 14 Jan 2016 | 08:30 | Cincin Suryanto

Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan hari Rabu 13 Januari 2016 ditutup menguat 0,55% pada level 4537. Sektor infrastruktur menyumbangkan penguatan terbesar. Investor asing net sell Rp47,5 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup melemah akibat kekhawatiran akan turunnya harga minyak mentah dan laporan keuangan emiten. Indeks S&P500 melemah hingga di bawah level 1900 untuk pertama kalinya sejak bulan September. Pasar khawatir ekonomi AS bisa kembali jatuh dalam resesi akibat turunnya harga minyak mentah dan perlambatan ekonomi global. Sektor konsumer menyumbangkan pelemahan terbesar indeks Dow Jones. Saham sektor energi melemah karena data cadangan minyak meningkat. Fluktuasi harga minyak mentah membayangi faktor positif dari data perdagangan China yang awalnya sempat mendorong kenaikan saham dan komoditas.China pada bulan Desember turun 1,4% YoY, setelah bulan sebelumnya turun 6,8% YoY, namun lebih baik dibandingkan estimasi yang turun 8% YoY. Sedangkan impor turun 7,6% YoY dari bulan sebelumnya turun 8,7% YoY, dan lebih baik dari estimasi yang turun 11,5% YoY. Trade balance bulan Desember tercatat surplus lebih baik dibandingkan bulan sebelumnya. Untuk bursa Indonesia diperkirakan hari ini akan mixed. Diperkirakan IHSG bergerak pada kisaran level 4526 - 4595.

News & Analysis

ARNA Berhasil Buyback 1,73 Juta Saham

PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) kembali merealisasikan pembelian kembali (buyback) sahamnya sebanyak 60.000 lembar saham di bulan Desember 2015 lalu. Buyback saham telah dilakukan pada tanggal 14 Desember 2015 dengan total dana yang dikeluarkan yakni sebesar Rp25,20 juta. Saham-saham tersebut dibeli kembali dengan harga rata-rata sebesar Rp419 per saham. Sehinggatotal saham yang telah berhasil dibeli kembali oleh perseroan sejak bulan September 2015 lalu 1.738.800 lembar saham dengan total dana yang telah dikeluarkan sebesar Rp809,40 juta. Guna merealisasikan pembelian kembali sahamnya ini ARNA menyiapkan dana sebesar Rp18 miliar. Adapun pelaksanaan pembelian kembali saham akan dilakukan dalam tiga bulan, yakni mulai 25 Agustus 2015 hingga 25 November 2015.

MBTO Anggarkan Capex Rp53,3 Miliar

PT Martino Berto Tbk (MBTO) menyatakan tahun 2015 sebagai tahun penuh perjuangan. Pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang terjadi sepanjang tahun lalu turut mempengaruhi kinerja perusahaan. Dari pelemahan ini perseroan mencatatkan rugi kurs sekitar Rp 10 miliar (unaudited).pelemahan rupiah, perlambatan yang terjadi pun dirasakan ikut mempengaruhi kinerja perusahaan. MBTOcapex senilai Rp 53,3 miliar. Angka itu akan digunakan untuk operasional dan melakukan ekspansi bisnis, salah satunya adalah pembelian mesin dan alat produksi.

ASII Masih Andalkan Bisnis Otomotif

PT Astra International Tbk (ASII) masih mengandalkan sektor otomotif sebagai lini bisnis utama untuk menopang kinerja pada tahun ini. Kontribusi sektor otomotif selama ini mendominasi ASII. Per Januari-September 2015, kontribusi lini bisnis otomotif mencapai 44% terhadap laba bersih ASII yang mencapai Rp12 triliun. Dari jumlah itu sebesar Rp5,3 triliun diperoleh dari sektor otomotif. Bisnis jasa keuangan hanya menyumbang 25% terhadap total laba bersih ASII. Sedangkan bisnis perkebunan menyumbang 1%, alat berat dan pertambangan 28% serta sisanya dari infrastruktur dan IT.

BUMI Anggarkan Capex USD50 Juta

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) pada tahun ini tidak ekspansif karena masih menderita rugi tahun lalu. Pada tahun ini perseroan menargetkan produksi batu bara akan mencapai 80 juta ton, sama seperti tahun lalu. BUMI menganggarkan capex senilai USD50 juta. Belanja modal itu akan digunakan untuk perawatan peralatan. Menurut manajemen BUMI, turunnya harga minyak mentah akan menurunkan komponen biaya utama bagi beban biaya produksi BUMI.

Pefindo Turunkan Peringkat APLN Menjadi idA-

Pefindo menurunkan peringkat obligasi PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) menjadi idA– dari sebelumnya idA. Namun prospek diubah menjadi stabil dari sebelumnya negatif. Penurunan peringkat ini berlaku untuk Obligasi seri B Tahun 2011, Obligasi II Tahun 2012, dan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2013. Selanjutnya Obligasi Berkelanjutan Tahap II Tahun 2014, Tahap III Tahun 2014 dan Tahap IV Tahun 2015.

KINO Kaji Menaikkan Harga Jual

PT Kino Indonesia Tbk (KINO) tengah mengkaji opsi untuk meningkatkan harga jual produk pada tahun ini. Meskipun demikian langkah tersebut merupakan opsi terakhir untuk menjaga profitabilitas perseroan. Perseroan masih melakukan perhitungan atas potensi kenaikan biaya-biaya pada tahun ini. Opsi lain yang akan dikaji perseroan adalah upaya efisiensi internal perseroan. Selain itu KINO akan lebih ekspansif pada semester kedua tahun ini. Perseroan berencana mengakuisisi atau pembentukan perusahaan patungan di segmen personal care, farmasi dan makanan

Stock Pick

BBCA

Terlihat kuat pada level support diharga 12900, kemarin BBCA ditutup menguat pada level 13175.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 13300

WSKT

Terlihat kuat pada level support diharga 1730, kemarin WSKT ditutup menguat pada level 1750.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 1775

INDF

Terlihat kuat pada level support diharga 5700, kemarin INDF ditutup menguat pada level 5850.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 5950

BMRI

Terlihat kuat pada level support diharga 9200, kemarin BMRI ditutup menguat pada level 9350.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 9450

CPIN

Terlihat kuat pada level support diharga 2880, kemarin CPIN ditutup menguat pada level 2920.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 2950

ADHI

Terlihat kuat pada level support diharga 2370, kemarin ADHI ditutup menguat pada level 2395.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 2420

PTPP

Terlihat kuat pada level support diharga 3950, kemarin PTPP ditutup menguat pada level 4000.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 4040

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2016


MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...