Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Kamis, 17-Des-2015 )

Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Kamis, 17-Des-2015 )

Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan hari Rabu 16 Desember 2015 ditutup menguat 1,68% pada level 4483. Sektor keuangan menyumbangkan penguatan terbesar. Investor asing net buy Rp302,2 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup menguat setelah The Fed menaikkan suku bunga seperti yang diperkirakan, mengindikasikan optimis dengan prospek ekonomi AS.Fed akhirnya menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam hampir sepuluh tahun terakhir sejak tahun 2006. The Fed juga memberi sinyal akan terjadi kenaikan secara bertahap dan sesuai dengan prediksi sebelumnya pada tahun depan. The Fed menaikkan suku bunga sebesar 0,25% dari 0%-0,25% menjadi 0,25%-0,50%. The Fed juga memprediksi suku bunga pada akhir tahun 2016 akan menjadi sebesar 1,375%. The Fed menyatakan telah terjadi pemulihan di pasar tenaga kerja dan optimis target inflasi sebesar 2% akan tercapai. The Fed menyatakan kenaikan suku bunga berikutnya akan terjadi secara bertahap dan tergantung pada prospek ekonomi yang ditunjukkan oleh data ekonomi. The Fed menyatakan masih akan memberikan kebijakan moneter yang akomodatif setelah kenaikan ini, dalam rangka mendorong pertumbuhan pasar tenaga kerja serta mencapai target inflasi 2%. Indeks Harga Saham Gabungan hari ini diperkirakan akan bergerak cenderung mixed. IHSG diperkirakan berada dikisaran level 4446 – 4522

News & Analysis

PT Wika Realty Ditargetkan IPO Tahun Depan

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) berniat membawa anak usahanya PT WIKA Realty untuk mencatatkan sahamnya melalui Penawaran Umum Perdana (Initial Public Offring/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Meski masih dalam tahap kajian, WIKA berharap anak usahanya tersebut dapat listing di Bursa pada tahun depan. Dana segar yang ditargetkan melalui IPO Wika Realty sebesar Rp 1 triliun. Nantinya, dana tersebut dapat dipergunakan untuk pengembangan usaha perseroan.

BEI Lanjutkan Suspensi TKGA, TRUB, GMCW

Bursa Efek Indonesia (BEI) melanjutkan suspensi atas tiga saham emiten karena belum membayar denda. Ketiga emiten tersebut adalah PT Permata Prima Sakti (TKGA), PT Truba Alam Manunggal Tbk (TRUB) dan PT Grahamas Sentrawisata Tbk (GMCW). Sebelumnya TKGA disuspensi sebelumnya karena belum menyampaikan laporan keuangan per 31 Desember 2014, dan TRUB belum membayar denda atas keterlambatan penyampaian LK Desember 2014 serta GMWC belum membayar denda keterlambatan penyampaian laporan Maret 2015. Sedangkan alasan perpanjangan suspensi karena hingga 15 Desember 2015, ketiga emiten ini belum melakukan pembayaran kekurangan biaya pencatatan tahunan 2015 dan denda keterlamabtan kekurangan biaya pencatatan tahunan 2015.

BLTA Akan Terbitkan Saham Tanpa HMETD 22 Desember 2015

PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan HAM untuk peningkatan modal dasar dan modal ditempatkan Perseroan. Sehubungan dengan itu perseroan akan melaksanakan right issue sebanyak 11.932.486.068 lembar tanpa HMETD (Hak memesan Efek Terlebih Dahulu) dengan rincian sebagai berikut, saham baru seri A sejumlah 9.709.043.199 lembar saham dengan harga pelaksanaan sebesar Rp1.158,38 per saham serta saham baru seri B sejumlah 2.223.442.869 lembar saham dengan harga pelaksanaan sebesar Rp1.023,32 per saham.

WIKA Prediksi Hanya Bukukan Kontrak Baru 79% Dari Target

Setelah tahun ini tersisa setengah bulan lagi, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) memperkirakan tidak akan bisa mencapai target kontrak baru yang ditetapkan sebesar Rp 31,6 triliun. Hal ini karena pemenang tender proyek pembangkit listrik yang diincar perseroan tidak kunjung diumumkan. WIKA memperkirakan kontrak baru yang bisa dicapai perseroan hingga akhir tahun hanya sekitar Rp 25 triliun atau 79% dari target. Hingga akhir November 2015, WIKA baru berhasil membukukan kontrak baru sebesar Rp 19,03 triliun atau 60,15% dari target. Lambatnya pencapaian kontrak baru tahun ini karena nomenklatur pemerintah baru selesai Juni lalu. Perseroan lebih banyak menargetkan proyek pemerintah tahun ini dengan porsi hingga 50%. Adapun porsi swasta dan BUMN yang masing-masing 30% dan 20%.

AKRA Perpanjang Masa Jatuh Tempo Utang Anak Usaha

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) mengamandemen kembali fasilitas utang yang diberikan kepada anak usahanya PT Jakarta Tank Terminal (JTT). Perseroan memperpanjang masa jatuh tempo utang dan menambah jumlah pinjaman untuk JTT. Fasilitas yang dimaksud adalah fasilitas pinjaman berdasarkan Term Facility Agreement yang ditandatangani JTT sebagai debitur bersama dengan beberapa kreditur. Di antaranya, Nederlandse Financierings - Maatschappij Ontwikkelingslanden N.V sebagai agen fasilitas, PT Bank Danamon Indonesia sebagai agen jaminan dalam negeri, dan Citicorp International Limited sebagai agen jaminan luar negeri.

EXCL Akan Cari Dana USD500 Juta Tahun Depan

PT XL Axiata Tbk (EXCL) berencana menggalangkan dana senilai USD500 juta tahun depan untuk melunasi sebagian utang perseroan. Opsi pendapatan kemungkinan melalui penerbitan saham baru (rights issue). Perseroan kemungkinan memilih opsi penjualan saham pada semester I tahun depan atau disesuaikan dengan kondisi pasar

Stock Pick

BBTN

Terlihat kuat pada level support diharga 1280, kemarin BBTN ditutup menguat pada level 1295.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 1315

BMRI

Terlihat kuat pada level support diharga 8800, kemarin BMRI ditutup menguat pada level 8950.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 9050

BBNI

Terlihat kuat pada level support diharga 4850, kemarin BBNI ditutup menguat pada level 5000.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 5075

BBCA

Terlihat kuat pada level support diharga 13100, kemarin BBCA ditutup menguat pada level 13475.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 13600

ASII

Terlihat kuat pada level support diharga 6100, kemarin ASII ditutup menguat pada level 6275.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 6400

BBRI

Terlihat kuat pada level support diharga 11100, kemarin BBRI ditutup menguat pada level 11350.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 11500

TLKM

Terlihat kuat pada level support diharga 3000, kemarin TLKM ditutup menguat pada level 3040.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 3080

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2015