(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Kamis, 17-Mar-2016 )

Cincin Suryanto
Cincin Suryanto

Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Kamis, 17-Mar-2016 )
Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Rabu 16 Maret 2016 ditutup menguat 0,24% pada level 4861. Sektor aneka industri menyumbangkan penguatan terbesar. Investor asing net sell Rp281 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup menguat dipicu oleh keputusan The Fed yang mempertahankan suku bunganya pada level 0,5% dan diprediksi kenaikan suku bunga The Fed pada tahun ini akan lebih sedikit dari perkiraan sebelumnya. The Fed mengisyarakatkan pertumbuhan ekonomi AS yang moderat dan pasar tenaga kerja yang kuat akan membuat The Fed kembali menaikkan suku bunga pada tahun ini dengan perkiraan terbaru The Fed akan menaikkan suku bunga sebanyak dua kali masing-masing sebesar 0,25% hingga akhir Desember 2016. Namun The Fed juga menyatakan bahwa AS masih menghadapi risiko dari perlambatan ekonomi global.Fed memproyeksi pertumbuhan ekonomi dan inflasi AS akan melambat tahun ini. Harga minyak mentah menguat yang dipicu oleh para negara produsen minyak yang menguatkan rencana untuk mengurangi produksi, serta data cadangan minyak AS mengalami kenaikan tidak sebesar perkiraan. Para produsen minyak besar, termasuk OPEC, akan bertemu pada bulan April, meskipun jika Iran tidak berpartisipasi dalam pengurangan produksi. IHSG pada hari ini diperkirakan akan bergerak menguat. Diperkirakan IHSG bergerak pada kisaran level 4813 - 4930

News & Analysis

IGAR Turunkan Capex Karena Relokasi Pabrik

PT Champion Pacific Indonesia Tbk (IGAR) akan merelokasi pabriknya pada tahun ini. Tertundanya realisasi pemindahan pabrik yang lama berada di Bekasi ke lokasi baru di Cikarang, karena Perseroan masih mempertimbangkan kondisi ekonomi di dalam negeri yang belum kondusif. Tertundanya relokasi pabrik, membuat Perseroan tidak terlalu besar mengeluarkan dana belanja modal pada tahun ini. Tahun ini, Perseroan hanya menganggarkan belanja modal sekitar Rp 5 miliar saja. Sebelumnya IGAR berencana menyiapkan dana belanja modal mencapai Rp 140 miliar.

ADHI Bukukan Kontrak Baru Rp1,7 Triliun

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) hingga akhir Februari 2016 lalu berhasil membukukan kontrak baru yang nilainya mencapai Rp1,7 triliun. Pencapaian realisasi kontrak baru ini tumbuh 25,5% dari realisasi perolehan kontrak baru di Februari tahun 2015 yang tercatat sebesar Rp1,3 triliun. Dari sisi lini bisnis, kontribusi kontrak baru ADHI sepanjang Februari 2016 didominasi dari lini bisnis konstruksi yakni sebesar 86,6%, sedang sisanya dari lini bisnis lainnya. Perolehan kontrak baru perseroan terdiri dari pekerjaan Gedung sebanyak 66,7%, Jalan dan Jembatan 11,4%, sedangkan dermaga serta infrastruktur lainnya sebesar 21,9%.

ANTM Naikkan Target Penjualan Emas 42%

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menargetkan penjualan emas pada tahun ini mencapai 10 ton, atau meningkat 42,8% dari target yang dipatok pada tahun lalu sebesar 7 ton. Meskipun demikian, penetapan target pada tahun ini masih di bawah realisasi penjualan pada tahun lalu yang mencapai 11 ton. Hal tersebut dilakukan sebagai antisipasi melemahnya penyerapan pasar global. Komposisi penjualan emas pada tahun lalu untuk dalam negeri sebesar 60% dan ekspor sebesar 40%. Salah satu strategi untuk menyasar pasar domestik adalah dengan membuka butik logam mulia di kota-kota baru. Pada awal tahun ini, dua butik ANTM telah dibuka di Yogyakarta dan Denpansar.

PPRO Akan Luncurkan Proyek di Bandung Akhir Tahun Ini

PT PP Properti Tbk (PPRO) akan mulai meluncurkan proyek pengembangan kawasan pusat bisnis baru di Bandung akhir tahun ini setelah mematangkan kerjasama bisnis dengan salah satu pengembang asal Bandung, Jawa Barat. Sejauh ini kedua badan usaha baru meneken nota kesepahaman untuk kerjasama menggarap lahan seluas 20 hektar di Bandung. Bulan depan keduanya akan mematangkan pembentukan joint venture. Perseroan akan membawa konsep pengembangan mix used central business district (CBD). Dari total 20 hektar lahan yang akan dikerjakan, sebanyak 80% akan dikembangkan menjadi area residensial strata title, sedangkan 20% lainnya proyek komersial untuk recurring income.

INAF Akan Perbesar Penjualan Produk Herbal

Untuk meningkatkan kinerja tahun ini, PT(Persero) Tbk (INAF) memperbesar kontribusi penjualan produk herbal menjadi sekitar 10% terhadap total penjualan. Tahun lalu kontribusi produk herbal masih di bawah 10% dari total pendapatan. Perseroan optimis kontribusi dari produk herbal akan tumbuh tahun ini karena fasilitas produksi sudah selesai diperbaharui. Tahun lalu INAF memperbaiki fasilitas produksi untuk produk herbal dan produksi dilakukan oleh perusahaan lain.

LTLS Targetkan Kontribusi Penjualan Luar Negeri Sebesar 50%

Guna meningkatkan kinerja jangka panjang, PT Lautan Luas Tbk (LTLS) memproyeksikan kontribusi penjualan di luar negeri mencapai 50% terhadap total revenue dalam lima tahun ke depan. Saat ini kontribusi pendapatan yang diperoleh dari penjualan di pasar luar negeri baru mencapai 20%. Jumlah tersebut diraih baik dari penjualan ekspor maupun hasil penjualan produk anak usaha yang berada di luar negeri. Saat ini LTLS memiliki entitas anak usaha dan pabrik di China dan Vietnam. Pabrik di Vietnam memproduksi water treatment sedangkan di China memproduksi sodium sulfat yang digunakan untuk berbagai macam industri seperti sabun, kaca, dan kertas

Stock Pick

BBCA

Support pada level 13400 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin BBCA ditutup menguat pada 13600.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 13750

BBTN

Terlihat kuat pada level support pada harga 1730, BBTN pada perdagangan kemarin ditutup menguat pada level 1755.

Rekomendasi sell on strength apabila tidak berhasil melewati resistance di harga 1775

BBRI

Terlihat kuat pada support di level 10950, kemarin saham BBRI ditutup menguat pada level 11050.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 11175

ASII

Terlihat kuat pada support di level 6950, kemarin saham ASII ditutup menguat pada level 7200.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 7300

ADHI

Support pada level 2680 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin ADHI ditutup menguat pada 2740.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di 2770

SMRA

Terlihat kuat pada level support pada harga 1630, SMRA pada perdagangan kemarin ditutup menguat pada level 1655.

Rekomendasi sell on strength apabila tidak berhasil melewati resistance di harga 1680

BBTN

Terlihat kuat pada support di level 1720, kemarin saham BBTN ditutup menguat pada level 1755.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 1770

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2016

Apa Reaksi Kamu?

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});