(Kamis, 19-Nov-2015) Waterfront Securities Indonesia : Daily Update

(Kamis, 19-Nov-2015) Waterfront Securities Indonesia : Daily Update

Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Rabu 18 November 2015 ditutup melemah 0,07% pada level 4497. Enam dari sepuluh sektor mengalami pelemahan dengan kontribusi terbesar pada sektor perdagangan. Investor asing net sell Rp3,4 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup menguat karena investor merespon FOMC minutes bulan Oktober lalu yang menunjukkan potensi kenaikan suku bunga The Fed pada Desember didukung oleh kesepakatan pejabat The Fed. Dalam pernyataannya, The Fed menekankan mungkin tepat untuk menaikkan suku bunga pada bulan Desember dan sepakat kenaikan dilakukan secara bertahap. Pasar menanggapi secara positif potensi kenaikan suku bunga The Fed pada Desember karena mengindikasikan ekonomi AS yang sudah cukup kuat. Pasar sudah yakin bahwa The Fed akan menaikkan suku bunganya pada bulan depan, namun masih dalam ketidakpastian berapa besar kenaikannya dan bagaimana tahap kenaikan selanjutnya. Data housing starts bulan Oktober menunjukkan penurunan sebesar 11% mom pada level terendah selama tujuh bulan terakhir. Namun data building permits mengalami kenaikan 4,07% mom, sehingga mengindikasikan sektor perumahan masih solid. Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan akan bergerak cenderung mixed. IHSG diperkirakan berada dikisaran level 4452 – 4546

 

News & Analysis

Kisaran Harga IPO Atmindo Rp120-140/saham

Perusahaan manufaktur boiler PT Ateliers Mecaniques D'Indonesie (Atmindo) berniat melepas sebagian sahamnya ke publik melalui mekanisme initial public offering (IPO). Atmindo akan melepas sebanyak 240 juta saham. Jumlah ini setara 22,22% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh perseroan dengan nominal Rp 100 per saham. Harga IPO yang ditawarkan berkisar Rp 120 sampai Rp 140 per saham. Dengan demikian Atmindo berpotensi meraih dana segar berkisar Rp 28,80 miliar sampai Rp 33,60 miliar. Penetapan harga IPO ini berdasarkan PE ratio 8x sampai 9,3x. Atmindo menggunakan dasar kinerja keuangan periode 1 Februari 2015 sampai 31 Mei Desember 2015.

Kisaran Harga IPO Buyung Poetra Rp420-500/saham

PT Buyung Poetra Sembada Tbk, calon emiten yang merupakan produsen beras premium ini, berencana menambah dua pabrik baru paddy to rice. Nantinya, pabrik itu masing-masing akan memiliki kapasitas 20 ton per jam. Perseroan mencanakan antara Sulawesi Selatan dan Jawa Tengah. Pembangunan 2 pabrik tersebut membutuhkan dana sekitar Rp 80 miliar sampai Rp 100 miliar. Untuk investasi satu pabriknya saja dibutuhkan Rp 40 miliar per pabrik. Sementara tanahnya yakni sekitar Rp 5 miliar. Adapun, luas lahan yang dibutuhkan berkisar di 1 hektar sampai 2 hektar. Pembangunan 1 pabriknya akan dilakukan tahun depan. Lalu di 2017, Buyung Poetra akan membangun 1 pabrik lagi. Untuk aksi penawaran saham perdananya, Buyung Poetra akan melepas 710 juta saham atau setara 30,08% modal ditempatkan dan disetor penuh. IPO ini pada kisaran harga Rp420 sampai Rp500 per saham. Sehingga dana yang diraih sekitar Rp 298,2 miliar sampai Rp 355 miliar.

Pertumbuhan Produksi SGRO Diperkirakan Melambat

Tahun depan, PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) menargetkan pertumbuhan produksi 5%. Target tersebut lebih rendah dibandingkan target produksi tahunini di kisaran 10% sampai 15%. SGRO mencatatkan produksi 263.985 ton Crude Palm Oil (CPO) sampai September 2015. Pertumbuhannya yakni 7% dibandingkan 245.573 ton CPO di periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun, pertumbuhan tersebut di bawah target perseroan tahun ini. El Nino sangat kuat di kebun SGRO di Sumatera Selatan. SGRO pun sempat mengalami kekeringan selama 4 bulan. Akibatnya, kondisi itu bisa berdampak terhadap produksi perseroan di 2016 dan 2017.

FREN Akan Bayar Kupon Obligasi Rp12,06 Miliar

PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) mempersiapkan dana pembayaran kupon bunga ke-35 untuk obligasi I Smartfren Telecom tahun 2007 dengan suku bunga tetap. Kupon bunga ke-35 sebesar Rp12.060.000.000 dalam bentuk Sinking Fund di Bank Permata Tbk. Nilai pokok dari Obligasi I Tahun 2007 Smartfren Telecom sebesar Rp606.500.000 dimana peringkat dari obligasi ini adalah idBBB+ dari Pefindo.

BKSL Akan Bentuk JV Dengan Dua Investor

Setelah menyelesaikan kerja sama dengan PT Aeon Mall Indonesia, PT Sentul City Tbk (BKSL) tengah menfinalisasi pembentukan dua perusahan patungan dengan dua investor, terkait pengembangan sentra bisnis di Sentul City. Terdapat dua partner utama yang tengah dalam tahap pembahasan untuk pembentukan JV. Kerja sama ini dilakukan untuk pengembangan menara apartemen yang berada di area AEON Mall. Kedua investor ini berasal dari lokal dan asing. Untuk porsi kerja sama masih dalam tahap pembahasan.

SMCB Jual Saham Holcim Malaysia Rp1,03 Triliun

PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) menjual saham Holcim Malaysia Sdn.Bhd. Kepada Lavarge Malaysia Berhard senilai RM300 juta atau setara dengan Rp1,03 triliun. Penutupan transaksi ini telah efektif pada 16 November 2015. Transaksi penjualan 10,45 juta lembar saham ini akan dibayarkan dalam mata uang dollar AS. SMCB memiliki pertimbangan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan kegiatan usaha, serta meningkatkan fokus pada pembuatan dan penjualan semen, beton jadi dan bahan bangunan lain di Indonesia

 

Stock Pick

BMRI

Terlihat kuat pada level support diharga 8500, kemarin BMRI ditutup menguat pada level 8625.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 8725

BBRI

Terlihat kuat pada level support diharga 10750, kemarin BBRI ditutup menguat pada level 10950.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 11050

BBNI

Terlihat kuat pada level support diharga 4875, kemarin BBNI ditutup menguat pada level 5025.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 5100

INDF

Terlihat kuat pada level support diharga 5275, kemarin INDF ditutup menguat pada level 5400.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 5500

WIKA

Terlihat kuat pada level support diharga 2770, kemarin WIKA ditutup menguat pada level 2800.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 2830

PTPP

Terlihat kuat pada level support diharga 3735, kemarin PTPP ditutup menguat pada level 3780.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 3820

 

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322

 

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2015