Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Kamis, 21-April-2016 )

Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Kamis, 21-April-2016 )

Kamis, 21 Apr 2016 | 08:00 | Cincin Suryanto

Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Rabu 20 April ditutup melemah 0,11% pada level 4876. Sektor konsumer menyumbangkan pelemahan terbesar. Investor asing melakukan net buy senilai Rp194,1 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup menguat yang dipicu oleh rebound pada harga minyak mentah dan optimisme akan laporan keuangan emiten yang lebih baik dari estimasi. Kenaikan harga minyak mentah dipengaruhi oleh data cadangan minyak AS pada pekan lalu yang lebih rendah dari perkiraan. Data cadangan minyak AS pada pekan lalu bertambah sebesar 2,08 juta barel, lebih rendah dari kenaikan pekan sebelumnya yang sebesar 6,63 juta barel. Data tersebut membantu kenaikan harga minyak mentah disaat mogok pekerja Kuwait telah berakhir dan Rusia membantah berita yang menyebutkan Rusia akan melakukan pembicaraan dengan negara produsen minyak lainnya untuk mengurangi produksi.laporan keuangan emiten yang lebih baik dari estimasi mendorong kenaikan harga beberapa saham yang turut mendorong kenaikan indeks. itu data existing home sales AS untuk bulan Maret meningkat menjadi 5,33 juta unit dari bulan sebelumnya 5,07 juta unit, yang mengindikasikan pemulihan di pasar perumahan tetap berlangsung. Untuk IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak mixed to up. Diperkirakan IHSG bergerak pada kisaran level 4850 - 4940

News & Analysis

ESSA Dapat Pinjaman USD49,4 Juta

PT Surya Esa Perkasa Tbk. (ESSA) menandatangani perjanjian kredit dengan Standard Chartered Bank senilai USD49,4 juta. Perjanjian kredit ini juga dilakukan bersama pemegang saham utama ESSA, PT Trinugraha Akraya Sejahtera (TAS). Nilai dari fasilitas Letter of Credit yang akan diterima oleh perseroan dan TAS sebesar USD49,4 juta mewakili 38,89% dari ekuitas perseroan berdasarkan laporan keuangan untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2015. Dengan demikian jumlah tersebut melebihi 20% dari ekuitas perseroan, namun kurang dari 50% ekuitas perseroan berdasarkan laporan keuangan tahunan perseroan untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2015. Fasilitas kredit ini merupakan bagian dari pendanaan proyek pabrik amonia yang dikerjakan anak usaha ESSA, PT Panca Amara Utama (PAU).

SIPD Telah Keluarkan 306,8 Juta Saham Baru

Jumlah saham baru yang dikeluarkan PT Sierad Produce Tbk (SIPD) dalam rangka pelaksanaan penawaran umum terbatas (PUT) I atau rights issue telah mencapai 306.858.883 saham. SIPD sudah melaksanakan HMETD untuk periode 11 April 2016-15 April 2016. Jumlah HMETD yang dilaksanakan per 15 April 2016 adalah 60 saham, sedangkan total jumlah HMETD yang telah dilaksanakan sebanyak 306.858.883 saham. Masih ada sekitar 93.132.796 saham HMETD yang belum dilaksanakan. Total jumlah saham SIPD setelah pelaksanaan HMETD menjadi 1.245.969.783 saham.

Pertumbuhan Kredit BTPN 11%

PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) berhasil membukukan pertumbuhan penyaluran kredit sekitar 11% pada kuartal I 2016. Per 31 Maret 2016, BTPN telah membukukan penyaluran kredit senilai Rp59,3 triliun atau tumbuh 11% dari periode yang sama tahun lalu, yakni senilai Rp53,4 triliun. Pertumbuhan kredit pada kuartal selanjutnya diharapkan lebih baik. Pertumbuhan sekitar 11% pada kuartal I ini cukup baik mengingat pertumbuhan kredit tidak begitu agresif pada kuartal I. Pertumbuhan kredit dimotori oleh penyaluran dana ke segmen usaha menengah kecil mikro (UMKM) dan masyarakat prasejahtera produktif. Kredit ke pelaku UMKM tumbuh 15% menjadi Rp15,8 triliun, sedangkan pembiayaan ke segmen prasejahtera produktif, yang disalurkan melalui BTPN Syariah meningkat 47% menjadi Rp3,9 triliun.

ISSP Targetkan Pertumbuhan Penjualan 20%

PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) membukukan kinerja positif sepanjang kuartal I/2015 dengan pertumbuhan kuantitas penjualan 23,88% dan kenaikan pendapatan 2,55% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. ISSP pada tiga bulan pertama tahun ini berhasil menjual 92.941 ton pipa baja senilai Rp767,88 miliar. Pada kuartal pertama 2015 perseroan hanya menjual 75.025 ton pipa baja dengan nilai Rp748,82 miliar. Melihat capaian itu, perseroan optimistis target pertumbuhan yang dibidik tahun ini akan tercapai. Pada 2016 perseroan menargetkan volume penjualan tumbuh 20% dengan laba bersih yang bertumbuh 100%.

ASGR Bagi Dividen Final Rp93/saham

PT Astra Graphia Tbk (ASGR) akan membagikan dividen tunai kepada para pemegang saham sebesar 60% atau Rp 118 per saham. Dividen yang dibagikan sudah termasuk dividen interim sebesar Rp 25 per saham yang telah dibayarkan pada tanggal 16 Oktober 2015. Sehingga sisa dividen sebesar Rp93 per saham akan dibayarkan pada tanggal 20 Mei 2016. Selain dividen, perolehan laba bersih Perseroan di sepanjang tahun lalu, akan dibukukan untuk dana cadangan dan laba ditahan.

AGRO Bagi Dividen Rp1,36/saham

PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO) akan mengalokasikan 20% dari perolehan laba bersih 2015, untuk dividen. Diperkirakan, total dividen yang akan dibayarkan ke pemegang saham sebesar Rp 15,2 miliar. Dividen per saham yang akan dibagikan sebesar Rp 1,36 per saham, dan akan dibayarkan pada 20 Mei 2016

Stock Pick

BBRI

Support pada level 10300 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin BBRI ditutup menguat pada 10475.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 10600

BBTN

Terlihat kuat pada support di level 1690, kemarin saham BBTN ditutup menguat pada level 1720.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 1740

BMRI

Terlihat kuat pada support di level 9600, kemarin saham BMRI ditutup menguat pada level 9750.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 9850

ASII

Support pada level 7400 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin ASII ditutup menguat pada 7575.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 7700

WIKA

Terlihat kuat pada support di level 2660, kemarin saham WIKA ditutup menguat pada level 2710.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 2740

BBCA

Support pada level 12950 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin BBCA ditutup menguat pada 13100.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 13250

INDF

Terlihat kuat pada support di level 7050, kemarin saham INDF ditutup menguat pada level 7200.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 7300

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2016

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...