Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Kamis, 21-Jan-2016 )

Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Kamis, 21-Jan-2016 )

Kamis, 21 Jan 2016 | 08:05 | Cincin Suryanto

 Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan hari Rabu 20 Januari 2016 ditutup melemah 1,42% pada level 4427. Semua sektor melemah dengan kontribusi pelemahan terbesar pada sektor properti konstruksi. Investor asing net sell Rp276,5 miliar. Indeks di bursa Wall Street berlanjut mengalami koreksi akibat penurunan harga minyak mentah hingga level terendah sejak tahun 2013. Harga minyak mentah berlanjut melemah di level USD27 per barel akibat kecemasan bahwa kelebihan suplay minyak mentah akan berlangsung lebih lama dari perkiraan sebelumnya. Harga minyak mentah telah melemah lebih 25% pada tahun ini. Venezuela meminta pertemuan darurat OPEC untuk membahas langkah menaikkan harga minyak mentah, namun anggota OPEC lainnya menepis ide tersebut. Berlanjutnya pelemahan harga minyak mentah ini membuat pasar saham global cenderung bearish dan investor beralih ke aset yang dianggap lebih aman seperti obligasi pemerintah AS, emas dan yen Jepang. Tekanan jual pada saham membuat valuasi indeks S&P500 turun menjadikan PE nya pada kisaran 14,9x, sejalan dengan rata-rata historis selama lima tahun terakhir. Namun masih relatif lebih mahal dibandingkan dengan valuasi indeks bursa Eropa yang diperdagangkan pada kisaran PE 13,8x. Kemudian untuk bursa Indonesia diperkirakan hari ini mixed. Diperkirakan IHSG bergerak pada kisaran level 4393 - 4459

News & Analysis

DPNS Targetkan Pertumbuhan Laba Hingga 10%

PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS) menargetkan pertumbuhan penjualan dan laba bersih hingga 10% tahun ini. Hal itu diproyeksi seiring membaiknya kondisi ekonomi yang diharapkan dapat meningkatkan sektor properti.Kinerja perseroan sangat bergantung pada sektor properti karena perseroan yang bergerak dalam bisnis sektor kimia ini menghasilkan produk lem yang digunakan industri plywood untuk kebutuhan properti. Pada tahun 2015 omzet penjualan perseroan mencapai Rp125 miliar. DPNS menargetkan kenaikan produksi di kisaran 10%. Saat ini DPNS mampu memproduksi hingga 60.000 ton per tahun. Pada 2014 dan 2015 saat sektor properti melemah, kapasitas terpakai hanya 30% saja.

ADHI Targetkan Pendapatan Rp20,05 Triliun

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) sepanjang tahun ini menargetkan angka pendapatan sebesar Rp20,05 triliun. Pada tahun ini, diperkirakan sebagian besar pendapatan perseroan akan diperoleh dari lini bisnis konstruksi. Lini bisnis konstruksi kontribusinya akan sebesar 57,5%, dari bisnis EPC 5,8%, bisnis properti 8,4%, dan bisnis precast 6,7% serta dari kontribusi proyek LRT sebesar 21,6%. Seiring dengan rencana peningkatan anggaran infrastruktur pemerintah di tahun 2016, perseroan menyambut peluang tersebut dengan mencanangkan target perolehan kontrak baru di tahun 2016 sebesar Rp25,1 triliun, dimana lini bisnis konstruksi ditargetkan memberikan kontribusi sebesar 75,1%, EPC 6,9%, Properti 8,6% dan Manufaktur Precast sebesar 9,4%.

PTSN Akhiri Kontrak Dengan Kenwood

PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN) tidak akan melakukan perakitan produk Car Audio dengan merk 'Kenwood' setelah kontrak kerjasamanya dengan JVCKenwood Electronics Malaysia Sdn. Bhd berakhir. Alasan pihak Kenwood mengakhiri kontrak kerjasamanya ini akibat adanya tren penurunan terhadap produk Kenwood akibat persaingan dalam beberapa tahun terakhir ini. Tren penurunan ini membuat pihak Kenwood mengambil langkah untuk memangkas biaya overhead produksinya dengan melakukan konsolidasi basis produksi. Berakhirnya kerja sama ini akan efektif berlaku mulai tanggal 29 Februari 2016 mendatang.

WSKT Akan Perbesar Bisnis Jalan Tol

PT Waskita Karya Tbk (WSKT) memperbesar porsi bisnis tol di samping bisnis konstruksi dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah dalam pembangunan tol trans Jawa dan Sumatera dan karena besarnya potensi nilai bisnis di sektor infrastruktur. Namun untuk bisnis ini perseroan memilih menjadi investor dibandingkan kontraktor di tahun 2018. WSKT akan fokus menjadi investor tol pada tahun 2018. WSKT menaksir total aset per akhir 2018 mencapai Rp100 triliun, di mana Rp70 triliun di antaranya akan difokuskan pada investasi tol, dan sisanya konstruksi. Peningkatan aset tersebut diperoleh dari IPO anak usahanya yaitu PT Waskita Beton Precast yang akan dilaksanakan pada kuartal III 2016 senilai Rp4 triliun.

FISH Bangun Fasilitas Gudang Transit

PT FKS Multi Agro Tbk (FISH) menyiapkan dana investasi sebesar USD30 juta untuk membangun transit warehouse storage facility di Teluk Lamong. Pembangunan sarana transit merupakan penunjang di bidang logistik perusahaan. Sumber pendanaan pembangunan transit warehouse storage facility yang memiliki kapasitas 100 ribu metrik ton dari hasil kombinasi kas internal dan pinjaman.

LPKR Akan Perpanjang Jatuh Tempo Obligasi USD250 Juta

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berencana melakukan penawaran pertukaran atau exchange over atas sebagian atau seluruh obligasi senior perseroan sebesar USD250 juta. Obligasi yang jatuh tempo pada 2019 itu akan ditukarkan dengan obligasi yang jatuh tempo pada 2023 atau jangka waktu lain yang akan ditetapkan kemudian oleh perseroan. Adapun, obligasi yang jatuh tempo pada 2019 itu diterbitkan oleh anak usaha LPKR, yakni Theta Capital Pte Ltd dan dijamin dengan jaminan perusahaan dan anak usaha

Stock Pick

PTPP

Terlihat kuat pada level support diharga 3850, kemarin PTPP ditutup menguat pada level 3950.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 3990

BBCA

Terlihat kuat pada level support diharga 12900, kemarin BBCA ditutup menguat pada level 13025.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 13250

ICBP

Terlihat kuat pada level support diharga 14200, kemarin ICBP ditutup menguat pada level 14425.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 14575

INDF

Terlihat kuat pada level support diharga 5750, kemarin INDF ditutup menguat pada level 5825.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 5900

AKRA

Terlihat kuat pada level support diharga 7050, kemarin AKRA ditutup menguat pada level 7200.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 7300

ASII

Terlihat kuat pada level support diharga 5700, kemarin ASII ditutup menguat pada level 5900.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 6000

BBTN

Terlihat kuat pada level support diharga 1340, kemarin BBTN ditutup menguat pada level 1370.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 1385

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2016

TAGS:

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...