Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Kamis, 28-April-2016 )

Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Kamis, 28-April-2016 )

Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Rabu 27 April ditutup menguat 0,66% pada level 4845. Sektor konsumer mengalami kenaikan terbesar. Pelemahan sektor aneka industri membatasi penguatan IHSG. Investor asing melakukan net sell senilai Rp365,9 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup menguat yang didorong oleh pernyataan The Fed yang menghilangkan kekhawatiran bahwa The Fed akan memberikan sinyal kuat untuk menaikkan suku bunga pada bulan Juni. Namun koreksi pada saham Apple mendorong Nasdaq Composite ditutup melemah. The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunganya pada level 0,25%-0,5%. The Fed masih membuka peluang akan adanya kenaikan suku bunga pada bulan Juni, namun mengindikasikan tidak terburu-buru dalam menaikkan suku bunga karena ekonomi AS yang cenderung melambat.Fed menyatakan masih mencermati inflasi dan ekonomi global. The Fed juga menyatakan pasar tenaga kerja AS masih tumbuh dengan kuat, namun pertumbuhan ekonomi AS cenderung melambat. Para ekonom memprediksi The Fed akan menaikkan suku bunga dua kali pada tahun ini, namun pasar memprediksi The Fed hanya akan menaikkan suku bunga satu kali. Untuk IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak menguat. Diperkirakan IHSG bergerak pada kisaran level 4766 - 4902

News & Analysis

HMSP Akan Stock Split 1:25 Dan Bagi Dividen

Pemegang saham sepakat PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) melakukan pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan perbandingan 1:25. Perusahaan optimis pemecahan nilai nominal saham ini akan membuat harga saham HMSP lebih terjangkau sehingga menarik minat investor ritel lebih banyak lagi. Pemecahan nilai nominal saham ini akan meningkatkan jumlah saham perseroan yang beredar dari 4.652,7 juta lembar menjadi sekitar 116.318,1 juta lembar saham. Saham perseroan berada pada nilai Rp 92.500 per lembar pada penutupan perdagangan 26 April 2016. HMSP juga akan membagikan dividen sebesar Rp 10,4 triliun. Jumlah tersebut setara 99,9% dari total laba bersih tahun 2015. Cum date untuk mendapat dividen HMSP adalah 11 Mei 2016. Pembayaran dividen akan dilakukan pada 27 Mei 2016.

Laba Bersih KKGI Tumbuh 76%

PT Resources Alam Indonesia Tbk (KKGI) mencatat penjualan neto USD25,06 juta hingga tiga bulan pertama tahun ini, atau turun 16% YoY jika dibandingkan dengan penjualan neto tahun sebelumnya yang sebesar USD29,83 juta. Beban pokok penjualan turun menjadi USD19,33 juta dibandingkan beban pokok penjualan tahun sebelumnya USD29,83 juta. Laba bruto turun menjadi USD5,74 juta dari USD6,74 juta. Beban operasi turun menjadi USD2,79 juta dari USD3,97 juta. Laba usaha naik menjadi USD2,94 juta dari USD2,76 juta. Pendapatan lain-lain naik menjadi USD656,88 ribu dari rugi lain-lain USD830,95 ribu. Laba bersih diraih USD2,50 juta naik 76% dari laba bersih tahun sebelumnya USD1,42 juta.

TMAS Akan Bagi Dividen Rp41,7/saham

PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk (TMAS) menyiapkan belanja modal sebanyak Rp550 miliar untuk ekspansi bisnis tahun ini. Jumlah tersebut lebih rendah dari alokasi belanja modal tahun lalu sebesar Rp585 miliar. Capex tahun lalu masih ada sisa Rp100 miliar, digunakan juga untuk tahun ini. Belanja modal tahun ini akan digunakan untuk menambah tujuh armada kapal, mulai dari ukuran kecil 360 TEUS hingga kapal besar berukuran 3.000 TEUS. Perseroan akan mendapat fasilitas kredit baru dari beberapa bank. TMAS akan membagikan dividen sebesar Rp 41,70 per saham.

ASII Akan Bagi Dividen Final Rp113/saham

PT Astra International Tbk (ASII) berencana menerbitkan obligasi sekitar Rp 10-12,5 triliun. Penerbitan surat utang tersebut akan dilakukan untuk memproduksi kendaraan roda empat dan roda dua yang saat ini masih cukup menjanjikan. Untuk merealisasikan rencana tersebut, ASII tengah mengkaji berbagai kemungkinan pendanaan yang paling menguntungkan. ASII masih membutuh dana sekitar Rp 50 triliun. ASII menilai bahwa obligasi merupakan instrumen keuangan yang berpotensi akan diterbitkan semester I 2016. ASII akan membagikan dividen 50% dari laba bersih atau senilai Rp7,2 triliun. setara Rp177 per lembar saham. ASII telah membagi dividen interim sebesar Rp64 per lembar saham dan telah dibayarkan pada 21 Oktober 2015 lalu, dan sisanya Rp113 per lembar saham akan dibayarkan pada 27 Mei 2016 mendatang.

Laba Bersih ROTI Tumbuh 29,8%

PT Nippon Indosari Roti Tbk (ROTI) meraih kenaikan laba bersih per Maret 2016 sebesar 29,8% menjadi Rp86,34 miliar dari Rp66,48 miliar. Penjualan tumbuh 17,75% menjadi Rp610,97 miliar dari penjualan triwulan tahun sebelumnya yang Rp518,86 miliar. Total aset per Maret 2016 mencapai Rp2,76 triliun naik dibandingkan total aset per Desember 2015 yang sebesar Rp2,71 triliun.

SMSM Bukukan Kenaikan Laba 23,35%

PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) meraih laba Rp91,68 miliar per Maret 2016, tumbuh 23,35% dibandingkan laba periode sama tahun sebelumnya Rp74,32 miliar. Penjualan meningkat 4,2% menjadi Rp621,97 miliar dari Rp596,91 miliar. Total aset per Maret 2016 menjadi Rp2,20 triliun turun dibandingkan total aset per Desember 2015 yang Rp2,22 triliun

Stock Pick

BMRI

Terlihat kuat pada support di level 9475, kemarin saham BMRI ditutup menguat pada level 9625.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 9725

BBCA

Terlihat kuat pada support di level 12850, kemarin saham BBCA ditutup menguat pada level 13050.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 13200

SMRA

Support pada level 1590 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin SMRA ditutup menguat pada 1630.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 1645

CPIN

Terlihat kuat pada support di level 3710, kemarin saham CPIN ditutup menguat pada level 3760.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 3800

TLKM

Terlihat kuat pada support di level 3650, kemarin saham TLKM ditutup menguat pada level 3700.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 3740

BSDE

Support pada level 1910 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin BSDE ditutup menguat pada 1940.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 1960

AKRA

Terlihat kuat pada support di level 6575, kemarin saham AKRA ditutup menguat pada level 6675.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 6750

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2016