Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Kamis, 3-Des-2015 )

Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Kamis, 3-Des-2015 )

 Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan hari Rabu 2 Desember 2015 ditutup melemah 0,26% pada level 4545. Sektor konsumer menyumbangkan pelemahan terbesar. Investor asing net sell Rp362,2 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup ‎melemah yang terutama di kontribusikan oleh koreksi pada saham sektor energi akibat pelemahan harga minyak mentah. Janet Yellen menyatakan kenaikan suku bunga The Fed akan menjadi tanda pemulihan ekonomi AS dari resesi. Yellen juga menyatakan optimis dengan prospek ekonomi AS dan memperingatkan penantian yang lama akan berakhirnya era suku bunga rendah dapat membuat bank sentral terpaksa melakukan pengetatan kebijakan moneter secara cepat yang dapat menganggu pasar keuangan dan ekspansi pertumbuhan ekonomi AS. Yellen juga menyatakan The Fed optimis inflasi akan mencapai target sebesar 2% pada jangka menengah. Komentar Yellen ini meningkatkan potensi kenaikan suku bunga The Fed untuk pertama kalinya sejak tahun 2006 pada pertemuan 15-16 Desember nanti. Data ADP Employment bulan November menunjukkan kenaikan penyerapan tenaga kerja sektor swasta menjadi 217 ribu dari 196 ribu. ‎Yellen dijadwalkan akan melakukan testimoni di hadapan Kongres AS pada hari ini. Indeks Harga Saham Gabungan hari ini diperkirakan akan bergerak cenderung mixed. IHSG diperkirakan berada dikisaran level 4504 – 4586

News & Analysis

BBNI Targetkan Pertumbuhan KPR Hingga 18%

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menargetkan pertumbuhan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) sekitar 16% sampai dengan 18% pada tahun 2016. BBNI siap melakukan berbagai macam upaya guna mencapainya. BBNI akan fokus ke KPR, kartu kredit, dan personal loan. Target tersebut sama dengan target pertumbuhan keseluruhan kredit konsumer pada tahun 2016. Namun, dalam hal ini KPR masih menjadi andalan BBNI dalam kredit konsumer di 2016. Saat ini, portofolio bisnis konsumer masih didominasi oleh KPR. Dari outstanding kredit konsumer Rp 56 triliun, sebanyak 60% diantaranya adalah KPR. Sementara kartu kredit hanya Rp9,7triliun dan personal loan sisanya.

PTBA Telah Selesaikan Buyback Saham

PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) telah berhasil menyelesaikan proses pembelian kembali (buyback) sahamnya sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Proses buyback saham telah dilakukan selama tiga bulan, yang dimulai sejak tanggal 2 September 2015 hingga 1 Desember 2016. Sepanjang periode tersebut, sebanyak 66.059.200 lembar saham (65,19%) telah berhasil dibeli kembali oleh perseroan dengan harga rata-rata pembelian sebesar Rp6.079,71 per saham. Sementara anggaran dana yang tersisa dari hasil pembelian kembali (buyback) saat ini yakni sebesar Rp247,78 miliar. Sebelumnya PTBA akan melakukan pembelian kembali (buyback) sahamnya sebanyak 101.333.363 saham atau setara dengan 4,40% dari modal ditempatkan. PTBA mengalokasikan dana dengan jumlah maksimal sebesar Rp650 miliar yang berasal dari saldo laba.

DSNG Telah Buyback 65,5 Juta Saham

PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) sudah melakukan pembelian kembali sebanyak 65.547.600 lembar saham selama program pembelian kembali saham dalam kondisi pasar yang berfluktuasi. Jumlah dana yang sudah digunakan mencapai Rp39.478.240.185. Adapun harga rata-rata pembelian sebesar Rp601,08 dengan periode transaksi 8 September 2015 hingga 30 November 2015. Perseroan telah menyiapkan dana buyback ini sebesar Rp100.000.000.000 untuk periode 8 September-7 Desember 2015.

MPMX Telah Buyback 18,23 Juta Saham

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) sepanjang periode 24 Agustus hingga 23 November 2015 telah merealisasikan pembelian kembali (buyback) sahamnya senilai Rp9,18 miliar. Dana tersebut digunakan perseroan untuk membeli kembali saham-saham perseroan sebanyak 18.234.000 lembar saham. Jumlah dana yang telah dikeluarkan untuk buyback saham itu sudah termasuk broker fee. Rata-rata saham-saham perseroan telah dibeli kembali dengan harga sebesar Rp503,50 per saham. MPMX akan melakukan pembelian kembali saham (buyback) selama tiga bulan terhitung mulai 24 Agustus hingga 23 November 2015 dengan anggaran dana yang disiapkan sebesar Rp50 miliar.

INPP Dirikan Anak Usaha Baru

PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) melalui anak usahanya yang bernama PT Karsa Citra Unggul (KCU) mendirikan perusahaan baru. Perusahaan baru yang diberi nama PT Trimurti Tunggal Sejahtera (TTS) ini didirikan KCU bersama dengan Putu Pasek Sandoz Prawirottama dan I Gusti Ngurah Oka Suryawan. PT Trimurti Tunggal Sejahtera bergerak dalam bidang perdagangan, keagenan, perwakilan, pembangunan, perindustrian, jasa, pengangkutan, perbengkelan dan percetakan.

MKNT Bentuk Dua Anak Usaha Baru

PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) membentuk dua anak perusahaan baru pada 26 November 2015 yakni PT Mitra Sarana Berkat dan PT Mitra Telindo Nusantara. Mitra Sarana Berkat dan Mitra Telindo sama-sama memiliki modal dasar Rp1 miliar dan modal disetor Rp500 juta. Tujuan dari pendirian anak usaha baru ini adalah untuk mendukung kegiatan usaha utama perseroan yaitu distribusi perdagangan smartphone, gadget dan pulsa isi ulang.

Stock Pick

AKRA

Terlihat kuat pada level support diharga 6200, kemarin AKRA ditutup menguat pada level 6325.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 6425

JSMR

Terlihat kuat pada level support diharga 4800, kemarin JSMR ditutup menguat pada level 4840.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 4890

TLKM

Terlihat kuat pada level support diharga 2940, kemarin TLKM ditutup menguat pada level 2970.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 3000

BBCA

Terlihat kuat pada level support diharga 13125, kemarin BBCA ditutup menguat pada level 13300.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 13450

ICBP

Terlihat kuat pada level support diharga 12800, kemarin ICBP ditutup menguat pada level 12975.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 13150

PGAS

Terlihat kuat pada level support diharga 2735, kemarin PGAS ditutup menguat pada level 2850.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 2885

PTPP

Terlihat kuat pada level support diharga 3700, kemarin PTPP ditutup menguat pada level 3750.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 3800

BBRI

Terlihat kuat pada level support diharga 11050, kemarin BBRI ditutup menguat pada level 11275.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 11450

Best Regards,

Ratna Lim

PT Waterfront Securities Indonesia

Sona Topas Tower 15A Floor

Jl. Jendral Sudirman Kav.26

Jakarta 12920

Telp: +6221-250 6355 ext. 1404

Fax : +6221-250 6322

Email: [email protected]

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2015