Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Kamis, 31-Mar-2016 )

Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Kamis, 31-Mar-2016 )

Kamis, 31 Mar 2016 | 08:00 | Cincin Suryanto

Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Rabu 30 Maret 2016 ditutup menguat 0,74% pada level 4816. Sektor perkebunan mengalami penguatan terbesar. Investor asing net buy Rp5,4 miliar. Indeks di bursa Wall Street kembali ditutup menguat karena sentimen positif dari pernyataan Janet Yellen yang menghilangkan ketidakpastian akan potensi kenaikan suku bunga The Fed pada tahun ini. hari Selasa, Janet Yellen menyatakan bahwa The Fed seharusnya berhati-hati dalam menaikkan suku bunga tahun ini karena masih terdapat risiko dari ekonomi global dan fluktuasi harga minyak mentah. Pada hari Rabu, komentar Yellen tersebut diikuti oleh Presiden The Fed Chicago yang menyatakan masih akan sulit untuk menaikkan suku bunga pada bulan April karena inflasi yang masih rendah. Hal tersebut menjadi faktor positif bagi bursa saham karena secara umum tingginya suku bunga tidak bagus bagi saham karena membuat emiten kesulitan dalam melakukan pinjaman, investasi dan ekspansi. Pasar mengharapkan The Fed menunda kenaikan suku bunganya pada pertemuan April dan Juni.ADP Employment bulan Maret menunjukkan penyerapan tenaga kerja sebanyak 200 ribu dari bulan sebelumnya 205 ribu, lebih baik dari estimasi yang sebanyak 196 ribu. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak mixed. Diperkirakan IHSG bergerak pada kisaran level 4786 - 4861

News & Analysis

WTON Akan Bagi Dividen Rp6,26/lembar

Hingga kuartal pertama tahun ini, PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) berhasil membukukan kontrak baru sebesar Rp2,6 triliun. Kontrak baru ini sudah termasuk dengan carry over kontrak pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,6 triliun. Kontrak baru sampai Maret ini sudah Rp1 triliun. Jika ditotal dengan carry over sebesar Rp2,6-2,7 triliun. Kontrak baru yang telah didapatkan perseroan sebagian besar diperoleh dari proyek infrastruktur milik pemerintah. Sekitar 55% proyek infrastruktur pemerintah dan sisanya 45% dari proyek swasta seperti pembangunan gedung dan lain-lain. Sepanjang tahun ini WTON menargetkan perolehan kontrak baru sebesar Rp4,3 triliun termasuk carry over kontrak di tahun lalu. Dengan, penjualan sebesar Rp4 triliun dan laba bersih Rp301 miliar. WTON akan bagi dividen sebesar Rp6,26 per saham

JSMR Akan Bagi Dividen Rp43,13/lembar

PT Jasa Marga Tbk (JSMR) akan membagikan dividen pada pemegang saham sebesar Rp 293,27 miliar, atau 20% dari laba bersih yang sebesar Rp 1,46 triliun. Nilai tersebut setara dengan Rp 43,13 per lembar saham. JSMR selama lima tahun ke depan menargetkan akan menyelesaikan 400 kilometer jalan tol baru. Sehingga perseroan memerlukan pemupukan dana yang besar.

Laba Bersih TMPO Turun 79,34%

Laba bersih PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO) pada tahun 2015 turun tajam 79,34% dari tahun sebelumnya menjadi Rp6,58 miliar. Penurunan laba bersih disebabkan turunnya pendapatan keuangan pada 2015 sebesar 43,01% YoY dari 2014, naiknya beban keuangan sebesar 44,17% YoY, dan meningkatnya bagian rugi entitas asosiasi sebesar 54,69% YoY. Laba usaha TMPO pada 2015 turun 43,35% YoY. Penurunan terjadi karena naiknya beban operasi lain sebesar 54,76% dan turunnya pendapatan operasi lain sebesar 80,8% YoY.

Laba Bersih FAST Turun 32,7%

PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) mengalami penurunan laba sebesar 32,70% per Desember 2015 menjadi Rp105,02 miliar atau Rp53 per saham dibandingkan laba periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp156,04 miliar atau Rp78 per saham. Pendapatan naik 6,43% menjadi Rp4,47 triliun dari pendapatan tahun sebelumnya yang sebesar Rp4,20 triliun dan laba bruto naik menjadi Rp2,72 triliun dari Rp2,54 triliun. Laba usaha turun tajam menjadi Rp123,84 miliar dari Rp205,46 miliar setelah adanya kenaikan beban penjualan menjadi Rp2,19 triliun dari Rp1,97 triliun dan kenaikan beban umum menjadi Rp451,07 miliar dari Rp389,81 miliar.

Laba Bersih ROTI Meningkat 43,4%

PT Nippon Sari Roti Tbk (ROTI) mengalami kenaikan laba bersih 43,40% hingga Desember 2015 menjadi Rp270,54 miliar dibandingkan laba bersih periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp188,65 miliar. Penjualan naik 15,4% menjadi Rp2,17 triliun dari Rp1,88 triliun dan beban pokok naik menjadi Rp1,02 triliun dari Rp978,84 miliar. Laba bruto tercatat Rp1,14 triliun dari Rp901,42 miliar. Laba usaha naik menjadi Rp453,65 miliar dari Rp298,72 miliar.

BSDE Kaji Jual Aset Perkantoran Melalui DIRE

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) berencana untuk menghimpun pendanaan dengan cara melepas asetnya melalui instrumen dana investasi real estate atau DIRE. Aset perkantoran dinilai menjadi aset yang potensial untuk dilepas. Perseroan tertarik melepas aset ke dalam struktur DIRE menyusul pemberian diskon pajak oleh pemerintah di instrumen DIRE. Namun, perseroan menyatakan tidak terburu-buru untuk menggalang dana melalui instrumen tersebut, karena membutuh waktu untuk restrukturisasi aset terlebih dulu sebelum dijual ke company DIRE-nya. Dari sejumlah aset properti yang menghasilkan pendapatan berulang atau recurring income, perseroan menilai aset perkantoran merupakan yang paling potensial untuk dilepas

Stock Pick

INTP

Terlihat kuat pada support di level 19700, kemarin saham INTP ditutup menguat pada level 19975.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 20175

TLKM

Support pada level 3300 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin TLKM ditutup melemah pada 3345.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 3385

BBNI

Support pada level 5000 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin BBNI ditutup menguat pada 5175.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 5275

AKRA

Terlihat kuat pada level support pada harga 6950, AKRA pada perdagangan kemarin ditutup menguat pada level 7100.

Rekomendasi sell on strength apabila tidak berhasil melewati resistance di harga 7200

INDF

Terlihat kuat pada support di level 7100, kemarin saham INDF ditutup menguat pada level 7250.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 7350

KLBF

Terlihat kuat pada support di level 1370, kemarin saham KLBF ditutup menguat pada level 1410.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 1430

BMRI

Support pada level 10200 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin BMRI ditutup menguat pada 10350.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 10500

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2016

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...