(05/11/15) Waterfront Securities Indonesia : Daily Update

(05/11/15) Waterfront Securities Indonesia : Daily Update

Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Rabu 04 November 2015 ditutup menguat 1,75% pada level 4612. Sektor industri dasar mengalami penguatan terbesar. Investor asing net buy Rp267 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup melemah akibat koreksi pada saham sektor energi dan sentimen negatif dari pernyataan Janet Yellen akan potensi kenaikan suku bunga Desember mendatang. Yellen, berkomentar masih terbuka kemungkinan akan terjadinya kenaikan suku bunga pada Desember mendatang. Presiden The Fed New York kemudian juga menyatakan setuju dengan pernyataan Yellen tersebut. Yellen menyatakan kenaikan suku bunga akan bertahap. Rendahnya tingkat pengangguran, berlanjutnya pertumbuhan ekonomi dan optimis target inflasi akan tercapai, membuat ekonomi AS sudah siap menghadapi kenaikan bunga. Hal ini membuat pasar menaikkan probabilitas kenaikan suku bunga Desember mendatang 60%. Data ekonomi AS yang dirilis kemarin memberikan indikasi bahwa ekonomi AS akan cukup kuat untuk menghadapi kenaikan suku bunga pada Desember nanti. Data ADP Employment bulan Oktober menunjukkan penyerapan tenaga kerja sektor swasta yang stabil. Indeks ISM sektor jasa meningkat. Untuk Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan akan bergerak cenderung mixed. IHSG diperkirakan berada dikisaran level 4560 – 4674

News & Analysis

ZBRA Mengalami Rugi Rp4,84 Miliar

Sampai dengan akhir Q3 tahun ini PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA) masih mencatat adanya kerugian meskipun pendapatan usaha perseroan mengalami peningkatan sepanjang periode tersebut. Masih tingginya beban perseroan hingga periode kuartal III 2015 menjadi penyebab utama kerugian yang dialami oleh perseroan. Hingga kuartal III 2015 pendapatan usaha yang dibukukan meningkat 80% YoY menjadi Rp16,40 miliar dari Rp9,11 miliar. Meningkatnya beban usaha ditambah adanya beban penurunan aset membuat perseroan mencatatkan rugi bersih tahun berjalan yang dibukukan hingga kuartal III 2015 yakni sebesar Rp4,84 miliar dengan rugi per saham dasar sebesar Rp5,62 per saham, sedangkan di periode sama tahun lalu tercatat sebesar Rp6,62 miliar dengan rugi per saham dasar sebesar Rp10,09 per saham.

GIAA Batalkan 32 Penerbangan Karena Letusan Gunung

Maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia (persero) Tbk (GIAA) membatalkan 32 jadwal penerbangan baik domestik maupun internasional dari Denpasar, Bali, akibat penutupan bandara pascaerupsi Gunung Barujari di Lombok, NTB. Penerbangan yang batal tersebut merupakan gabungan penerbangan yang sebelumnya sempat tertunda. Sebanyak 32 jadwal penerbangan GIAA tersebut sebagian besar tujuan Jakarta dan Surabaya untuk tujuan domestik sedangkan internasional ke beberapa kota di Australia, Jepang, Tiongkok dan Korea Selatan.

MKNT Bukukan Kenaikan Laba 33%

PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) mengalami penurunan penjualan sebesar 22,08% per September 2015 dibandingkan penjualan tahun sebelumnya yang sebesar Rp617,33 miliar. Beban pokok turun menjadi Rp460,20 miliar dari Rp584,49 miliar, membuat laba kotor turun menjadi Rp24,81 miliar dari Rp32,83 miliar. Laba usaha turun menjadi Rp13,89 miliar dari Rp15,73 miliar. Beban keuangan turun menjadi Rp3,88 miliar dari Rp8,62 miliar. Laba bersih naik 33,8% YoY menjadi Rp7,47 miliar dari Rp5,58 miliar.

BEKS Mengalami Rugi Rp220 Miliar

PT Bank Pundi Indonesia Tbk (BEKS) meraih pendapatan bunga sebesar Rp823,58 miliar per September 2015, turun 35,2% YoY dari Rp1,27 triliun. Sementara pendapatan bunga bersih turun 49,5% YoY menjadi Rp320,22 miliar dari Rp633,65 miliar. Jumlah pendapatan operasional turun menjadi Rp389,78 miliar dari Rp731,42 miliar. Rugi sebelum pajak diderita sebesar Rp265,95 miliar dari laba sebelum pajak sebesar Rp2,98 miliar dan rugi bersih sebesar Rp220,94 miliar setelah pada tahun lalu mencatatkan laba bersih Rp1 miliar.

WIKA Ajukan PMN Rp 4 Triliun

PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mengajukan penyertaan modal Negara (PMN) sebesar Rp 4 triliun untuk tujuh proyek infrastruktur. Tujuh proyek tersebut adalah pembangunan kawasan industri Kuala Tanjung, PLTU Banten 2X1.000 MW, PLTU Aceh 2X200 MW, jalan tol Soreang-Pasirkoja, jalan tol Manado-Bitung, jalan tol Samarinda-Balikpapan dan pengelolaan air bersih WPT Jatiluhur sebesar 5.000 liter per detik. PMN tidak digunakan untuk kereta cepat karena sesuai komitman, kereta cepat Jakarta-Bandung tidak dibangun dengan dukungan dana negara. Sementara itu, WIKA akan mencari pinjaman dari perbankan apabila PMN tetap tidak diberikan dalam APBN-P 2016.

Laba Bersih ADES Turun 30%

Sampai dengan triwulan III 2015 penjualan bersih PT Akasha Wira International Tbk (ADES) berhasil mengalami peningkatan dibanding dengan periode sama tahun lalu. Namun hasil yang cukup baik ini tidak diikuti oleh perolehan laba perseroan. Tercatat sampai dengan triwulan III 2015 laba perseroan terpangkas oleh meningkatnya beban sepanjang periode tersebut. Penjualan bersih sampai dengan triwulan III 2015 tercatat sebesar Rp479,48 miliar, meningkat 3,9% dari Rp413,80 miliar. Penjualan bersih tercatat sebesar Rp479,48 miliar, meningkat 3,9% dari Rp413,80 miliar. Laba periode berjalan turun 30% menjadi Rp17,01 miliar dari Rp24,41 miliar

Stock Pick

ASII

Terlihat kuat pada level support diharga 6475, kemarin ASII ditutup menguat pada level 6550.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 6650

INDF

Terlihat kuat pada level support diharga 5950, kemarin INDF ditutup menguat pada level 6100.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 6200

BMRI

Terlihat kuat pada level support diharga 9075, kemarin BMRI ditutup menguat pada level 9100.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 9200

KLBF

Terlihat kuat pada level support diharga 1420, kemarin KLBF ditutup menguat pada level 1450.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 1465

AKRA

Terlihat kuat pada level support diharga 5850, kemarin AKRA ditutup menguat pada level 6000.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 6100

BBCA

Terlihat kuat pada level support diharga 13250, kemarin BBCA ditutup menguat pada level 13425.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 13575

BBRI

Terlihat kuat pada level support diharga 10875, kemarin BBRI ditutup menguat pada level 11050.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 11175

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2015