Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Kamis, 7-Jan-2016 )

Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Kamis, 7-Jan-2016 )

 Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan hari Rabu 6 Januari 2016 ditutup menguat 1,12% pada level 4608. Sektor industri dasar menyumbangkan penguatan terbesar. Investor asing net buy Rp385 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup melemah akibat kekhawatiran akan ekonomi China dan perlambatan ekonomi global serta koreksi harga saham sektor energi akibat penurunan harga minyak mentah di bawah USD35 per barel. Bank sentral China kembali melakukan langkah untuk melemahkan yuan terhadap dollar AS, sehingga menimbulkan kekhawatiran bahwa perlambatan ekonomi China lebih buruk dari yang diperkirakan. Hal itu menimbulkan kecemasan perlambatan ekonomi dunia masih berpotensi terjadi pada tahun ini. Menambah sentimen negatif, Korea Utara mengumumkan telah berhasil melakukan uji terhadap bom hidrogen. Pelemahan indeks bertambah setelah minutes dari FOMC bulan Desember lalu menunjukkan mayoritas pejabat The Fed sepakat untuk menaikkan suku bunga karena pertimbangan target inflasi akan tercapai, namun beberapa pejabat khawatir inflasi akan stagnan pada level rendah. Data ADP Employment menunjukkan penyerapan tenaga kerja sebanyak 257 ribu, lebih baik dari estimasi yang sebesar 192 ribu. Koreksi indeks bursa global diperkirakan menjadi sentimen negatif bagi IHSG. Diperkirakan IHSG bergerak pada kisaran level 4520 - 4654.

News & Analysis

ATIC Tambah Modal Tiga Anak Usaha

PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) menambah modal tiga anak usahanya sebesar Rp25,6 miliar. Perseroan melakukan penambahan modal pada PT Mahacitta Teknologi sebanyak 2.400 saham senilai Rp2,4 miliar, sehingga kepemilikan perseroan dalam Mahacitta tetap 99,99% dengan jumlah saham 12.499 saham. ATIC juga melakukan penambahan modal sebesar Rp 11,7 miliar ke PT Aristi Jasadata atau sebanyak 11.700 saham, sehingga kepemilikan ATIC menjadi 99,99% atau sebanyak 12.499 saham. Selain itu perseroan menambah modal PT Q2 Teknologies sebesar Rp12,5 miliar atau sebanyak 12.500 saham, sehingga kepemilikannya bertambah menjadi 99,99% dengan jumlah saham 14.999 saham.

MNCN Kuasai 35% Pangsa Pasar Iklan Televisi

MNC Grup menguasai sekitar 35% pangsa pasar iklan televisi yang mencapai Rp72,5 triliun sepanjang tahun 2015. Grup MNC yang terdiri dari channel RCTI, Global TV, dan MNC TV milik Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) memperoleh pendapatan dari iklan mencapai total sekitar Rp 25 triliun. RCTI memperoleh pendapatan iklan di tahun 2015 mencapai Rp11,1 triliun. Sehingga rata-rata pendapatan RCTI per bulan mencapai Rp900 miliar. Sedangkan SCTV memperoleh pendapatan iklan sebesar Rp9,6 triliun atau rata-rata Rp805 miliar per bulan. MNC TV adalah terbesar ketiga dengan perolehan Rp8,6 triliun atau rata-rata Rp723 miliar per bulan. Sedangkan TVRI meraih Rp53 miliar. Sepanjang tahun 2015 belanja iklan TV mengalami penurunan hingga 26,7% menjadi Rp72,5 triliun dari sebelumnya Rp99 triliun.

EXCL Akan Jual Sebagian Menara Telekomunikasi

PT XL Axiata Tbk (EXCL) berencana untuk melakukan penjualan sebagian menara telekomunikasinya melalui proses lelang terbuka pada Januari 2016. Perseroan akan menggunakan dana hasil penjualan sebagian menara telekomunikasi tersebut untuk membayar sebagian utang-utang. Sesuai dengan ketentuan anggaran dasar perseroan serta praktik tata kelola perusahaan yang baik, hanya anggota Direksi dan Dewan Komisaris yang tidak mempunyai benturan kepentingan atas rencana transaksi itu yang berhak ikut dalam pengambilan keputusan terhadap rencana itu.

TRIO Disuspen Karena Status PKPU

Perdagangan saham PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO) dihentikan sementara oleh BEI. Hal ini untuk menghindari perdagangan yang tidak wajar atas saham TRIO pasca mendapat status penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) oleh pengadilan. Per Desember 2015 lalu, TRIO memiliki utang mencapai Rp 1,53 miliar. Selain memiliki utang kepada GAS, TRIO juga memiliki utang kepada BBNI, BDMN dan BBCA. Dengan putusan tersebut, TRIO harus membuat proposal perdamaian kepada seluruh krediturnya dalam kurun waktu 45 hari. Bila perdamaian tidak terwujud maka TRIO akan berstatus pailit dan aset-aset perusahaan akan dilelang untuk membayar utang.

KLBF Anggarkan Capex Rp1,5 Triliun

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) berencana mengalokasikan belanja modal hingga Rp1,5 triliun pada tahun 2016, meningkat dibandingkan realisasi capex tahun 2015 yang sekitar Rp900 miliar. Sebelumnya capex tahun lalu dianggarkan sebesar Rp1 triliun. Target capex 2016 akan berasal dari kas internal perusahaan. Belanja modal tahun ini akan digunakan untuk ekspansi pabrik farmasi, kesehatan dan distribusi.

APEX Dapat Kontrak USD15,78 Juta

PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) telah mendapatkan kontrak dari PT Pertamina Geothermal Energy. Kontrak tersebut untuk pekerjaan jasa pengeboran darat di wilayah Lahendong, Sulawesi Utara. Nilai kontrak yang disepakati sebesar USD15.788.925,94 dengan jangka waktu kontrak selama 18 bulan.

Stock Pick

PTPP

Terlihat kuat pada level support diharga 3830, kemarin PTPP ditutup menguat pada level 3875.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 3915

BBRI

Terlihat kuat pada level support diharga 11400, kemarin BBRI ditutup menguat pada level 11525.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 11650

BBNI

Terlihat kuat pada level support diharga 4950, kemarin BBNI ditutup menguat pada level 5050.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 5150

TLKM

Terlihat kuat pada level support diharga 3140, kemarin TLKM ditutup menguat pada level 3195.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 3230

BSDE

Terlihat kuat pada level support diharga 1800, kemarin BSDE ditutup menguat pada level 1840.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 1860

INDF

Terlihat kuat pada level support diharga 5600, kemarin INDF ditutup menguat pada level 5800.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 5900

ADHI

Terlihat kuat pada level support diharga 2160, kemarin ADHI ditutup menguat pada level 2215.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 2240

Best Regards,

Ratna Lim

PT Waterfront Securities Indonesia

Sona Topas Tower 15A Floor

Jl. Jendral Sudirman Kav.26

Jakarta 12920

Telp: +6221-250 6355 ext. 1404

Fax : +6221-250 6322

Email: [email protected]

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2016