Waterfront Securities Indonesia : Daily Update

Cincin Suryanto

Dipublikasikan 6 tahun yang lalu • Bacaan 6 Menit

Waterfront Securities Indonesia : Daily Update
Sumber Foto : Istimewa

Market Hari ini

 

 

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Rabu 25 Mei 2016 ditutup menguat 1,32% pada level 4772. Semua sektor mengalami penguatan dengan kontribusi terbesar pada sektor aneka industri. Investor asing melakukan net buy senilai Rp338,8 miliar. Indeks di bursa Wall Street kembali ditutup menguat, yang dipicu oleh kenaikan harga minyak mentah. Selain itu pasar sudah mulai merasa nyaman dengan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada bulan Juni mendatang. Saat ini pasar memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada bulan Juni sebesar 38% dan probabilitas kenaikan pada bulan Juli sebesar 45%.harga minyak dipicu oleh penurunan data cadangan minyak AS yang lebih besar dari perkiraan, sehingga menimbulkan optimisme era penurunan harga minyak mentah akan segera berakhir. itu ketidakpastian mengenai hasil referendum di Inggris pada 23 Juni mendatang apakah Inggris akan keluar dari Uni Eropa atau tidak, serta hasil dari pemilu AS pada bulan November mendatang, diperkirakan masih akan membuat indeks berfluktuasi ke depannya. Pasar juga akan menantikan pidato Janet Yellen pada hari Jumat dan pada 6 Juni. Pasar mencari indikasi kapan The Fed akan menaikkan suku bunga. Untuk IHSG hari ini diperkirakan bergerak mixed. IHSG diperkirakan bergerak dikisaran level 4750 - 4825

 

 

News & Analysis

 

PPRO Kembali Terbitkan MTN Rp50 Miliar

PT PP Properti Tbk (PPRO) kembali menawarkan obligasi jangka pendek atau medium term notes (MTN) senilai Rp50 miliar. MTN tersebut merupakan MTN PPRO Seri B yang akan jatuh tempo pada 25 Mei 2018. Tingkat bunga tetap, bunga akan dibayarkan tiap 3 bulan dengan pembayaran pertama pada 25 Agustus 2016. Sebelum ini, PPRO telah menerbitkan MTN dalam tiga tahap senilai Rp400 miliar. Pada penerbitan tahap III, PPRO merilis MTN senilai Rp100 miliar bertenor tiga tahun dengan tingkat bunga 11,5%. Adapun, sisanya diterbitkan dengan tenor 18 bulan dan berbunga 10,85%. Perseroan berencana menerbitkan MTN tahap kelima pada kuartal III/2016 senilai Rp100 miliar. Ini akan menggenapkan target penerbitan MTN tahun ini sebanyak Rp600 miliar.

 

FREN Akan Terbitkan Saham Baru Tanpa HMETD

PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) berencana melakukan Penambahan Modal tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD). Alasan PMTHMETD ini adalah berdasarkan Akta 15 Desember 2014, PT Wahana Inti Nusantara (WIN) selaku salah satu pemegang saham perseroan telah menyerahkan 1.000.000.000 saham perseroan kepada PT Bakrie Telecom Tbk. Hal itu guna memenuhi kewajiban perseroan dalam perjanjian penggabungan kegiatan uasha antara perseroan dan BTEL. Perseroan juga wajib menyerahkan kepada WIN saham pengganti dengan jumlah yang sama selambat-lambatnya 15 Desember 2017. Penerbitan saham baru sebanyak 1.000.000.000 untuk WIN ini merupakan 0,97% dari jumlah saham yang beredar saat ini. PMTHMETD dilakukan dalam jangka waktu 90 hari terhitung sejak disetujui RUPS perseroan pada 29 Juni 2016. Akibat penerbitan saham baru ini, pemegang saham perseroan akan mengalami dilusi sebesar 0,97% terhadap persentase kepemilikan saham masing-masing.

 

INPC Berencana Rights Issue

PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC) melakukan rencana penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Jumlah saham baru yang akan dikeluarkan maksimal 5.000.000.000 dengan nilai nominal Rp110,99 per lembar yang disertai dengan waran yang jumlahnya tidak lebih dari 35% dari jumlah saham yang ditempatkan perseroan. Perseroan belum menetapkan tanggal-tanggal periode pelaksanaan penambahan modal sehubungan belum ditetapkannya tanggal pernyataan pendaftaran dari perseroan dan perkiraan tanggal efektif dari OJK. Perseroan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 30 Juni 2016 guna meminta persetujuan pemegang saham.

 

KINO Anggarkan Capex Rp250 Miliar

PT Kino Indonesia Tbk (KINO) tahun ini menganggarkan belanja modal hingga Rp250 miliar, dua kali lipat lebih besar dari yang dianggarkan tahun lalu Rp120 miliar. KINO akan membeli peralatan kantor baru, memperkuat distribusi, pengembangan produk baru, kemudian ekspansi kapasitas produksi, dan membangun pabrik. Anggaran belanja modal itu berasal dari dana IPO pada akhir tahun lalu dengan total hingga Rp793 miliar. Terkait dengan pembangunan pabrik, saat ini perseroan memiliki 45 hektare lahan industri dengan enam pabrik. Untuk meningkatkan kinerja di sektor farmasi tahun ini KINO mengakuisisi merek jamu Dua Putri Dewi, dengan investasi sebesar Rp29 miliar.

 

SSMS Bangun Pabrik CPO Rp120 Miliar

PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) membangun pabrik kelapa sawit untuk memproduksi CPO senilai Rp120 miliar. Dana pembangunan pabrik akan dialokasikan dari kas internal. Total belanja modal tahun ini mencapai Rp500 miliar. SSMS membagikan dividen sebesar Rp17,66 per lembar.

ANTM Peroleh Fasilitas Hedging USD60 Juta

PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) mendapatkan perjanjian lindung nilai atau hedging dengan tiga bank BUMN senilai USD60 juta. Fasilitas hedging itu diperoleh dari Bank Mandiri, Bank BNI, dan Bank BRI. Fasilitas lindung nilai dari Bank Mandiri mencapai USD20 juta sedangkan dari Bank BRI sejumlah USD10 juta. Sedangkan dari BNI mencapai USD30 juta

 

 

Stock Pick

 

BMRI

Support pada level 8900 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin BMRI ditutup menguat pada 9075.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 9175

 

BBNI

Terlihat kuat pada support di level 4440, kemarin saham BBNI ditutup menguat pada level 4510.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 4560

 

ASII

Terlihat kuat pada support di level 6400, kemarin saham ASII ditutup menguat pada level 6575.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 6675

 

BBTN

Terlihat kuat pada support di level 1650, kemarin saham BBTN ditutup menguat pada level 1690.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 1710

 

CPIN

Terlihat kuat pada support di level 3380, kemarin saham CPIN ditutup menguat pada level 3400.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 3440

 

TLKM

Terlihat kuat pada support di level 3740, kemarin saham TLKM ditutup menguat pada level 3780.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 3820

 

 

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322

 

 

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

 

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2016

 

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...