Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Rabu, 02-Mar-2016 )

Cincin Suryanto
Cincin Suryanto

Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Rabu, 02-Mar-2016 )
Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Selasa 1 Maret 2016 ditutup menguat 0,19% pada level 4779. Sektor aneka industri menyumbangkan penguatan terbesar. Investor asing net buy senilai Rp227 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup menguat yang terutama dikontribusikan oleh kenaikan pada saham sektor keuangan dan teknologi setelah data ekonomi AS mengindikasikan perekonomian AS menguat. Data construction spending bulan Januari meningkat pada level tertinggi sejak tahun 2007, yaitu sebesar 1,5% setelah bulan sebelumnya meningkat 0,6%. Penjualan otomotif juga cukup kuat, sebanyak 5,51 juta dari bulan sebelumnya 5,54 juta. Meskipun sektor manufaktur masih berkontraksi pada bulan Februari, yang ditunjukkan oleh indeks ISM sektor manufaktur yang naik pada level 49,5 dari 48,2, namun pertumbuhan order baru yang stabil dan meningkatnya persediaan, mengindikasikan adanya kestabilan. Kuatnya data ekonomi AS menimbulkan optimisme akan membaiknya ekonomi AS setelah sempat melemah pertumbuhannya pada kuartal IV.positif juga berasal dari optimisme bahwa bank-bank sentral dari Asia sampai Eropa akan menambah stimulus untuk mendukung mata uang negara berkembang dan komoditas. Untuk IHSG pada hari ini diperkirakan akan bergerak mixed. Diperkirakan IHSG bergerak pada kisaran level 4723 - 4830

News & Analysis

BKSL Bentuk Perusahaan Patungan Dengan Group 70

PT Sentul City Tbk (BKSL) melakukan Perjanjian Pembentukan Usaha Patungan pada 26 Februari 2016 bersama Group 70 International Inc. Modal dasar perusahaan sebesar Rp30 miliar dan modal ditempatkan sebesar Rp11,3 miliar. Dari modal ditempatkan, BKSL menyetor dana sebesar Rp5,085 miliar dan Group 70 sebesar Rp6,251 miliar. Tujuan dari pembentukan perusahaan patungan adalah guna menjalankan usaha di bidang jasa yaitu arsitektur, jasa interior design, jasa teknik sipil, konsultasi teknis dan perencanaan induk. Diharapkan pembentukan perusahaan patungan dengan Group 70 dapat membawa pengaruh positif terhadap perkembangan bisnis kedua perusahaan.

BJBR Targetkan Pertumbuhan Laba 12%

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) menargetkan pertumbuhan laba bersih sepanjang tahun ini sebesar 12%. Target ini sudah memasukkan penyesuaian penurunan suku bunga kredit di kisaran satu digit. Kenaikan laba bersih tersebut akan didukung dengan proyeksi pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 13-15%. Untuk penyaluran kredit, juga akan linkage dengan BPR sebesar Rp1,3 triliun dan penyaluran kredit mikro sebesar Rp1,9 triliun. BJBR juga meminta Pemprov Jawa Barat dan Banten untuk menurunkan dividen pay out ratio BJBR dari 63% menjadi 40%. Hal tersebut dalam rangka untuk menjaga aset perusahaan serta meningkatkan rasio CAR.

Laba Bersih GEMS Turun 81,3%

PT Golden Energi Mines Tbk (GEMS) mengalami penurunan laba sebesar 81,31% per Desember 2015 menjadi USD2,01 juta dari laba bersih pada periode sama tahun 2014 yang sebesar USD10,79 juta. Penjualan turun 18,9% menjadi USD353,18 juta dari USD435,95 juta, dan beban pokok turun menjadi USD242,94 juta dari USD289,17 juta. Laba bruto turun menjadi USD242,94 juta dari USD146,78 juta. Laba sebelum pajak turun menjadi USD1,67 juta dari USD15,19 juta karena rugi kurs.

BALI Dapat Pinjaman Rp88 Miliar

PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) meraih pinjaman senilai Rp88 miliar dari PT Bank JTrust Indonesia Tbk (BCIC). BALI menandatangani perjanjian kredit dengan BCIC pada 26 Februari 2016. Fasilitas kredit itu berupa kredit angsuran berjangka (KAB). Jangka waktu pinjaman 60 bulan sejak pencairan kredit. Tujuan penambahan fasilitas yakni modal kerja perseroan. Pada kredit tersebut, BALI memberi jaminan berupa tanah dan bangunan kantor, 24 unit menara telekomunikasi terpadu (BTS), dan lima unit BTS yang terletak di Badung, Bali. Jaminan lain yakni piutang dagang.

JPFA Bukukan Kenaikan Laba 37,98%

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) mencatat kenaikan laba bersih sebesar 37,98% menjadi Rp468,23 miliar pada 2015. Sepanjang tahun lalu JPFA meraih pendapatan usaha sebesar Rp25,02 triliun, tumbuh 2,33% dibandingkan tahun 2014 yang tercatat sebesar Rp24,45 triliun. Seiring dengan kenaikan pendapatan usaha, JPFA mampu membukukan kenaikan laba bersih sebesar 37,98% dari Rp339,34 miliar menjadi Rp468,23 miliar sepanjang 2015. Dengan capaian tersebut, laba tahun berjalan dasar naik dari Rp32 menjadi Rp44 per saham. Per 31 Desember 2015, total aset JPFA mencapai Rp17,16 triliun atau meningkat 8,89% dari capaian 2014 sebesar Rp15,75 triliun.

DEWA Dapat Kontrak USD1,8 Miliar

PT Darma Henwa Tbk (DEWA) membukukan kontrak batu bara dari PT Cakrawala Langit Sejahtera senilai USD1,8 miliar setara dengan Rp24,07 triliun (kurs Rp13.375 per dolar AS). Penandatanganan perjanjian permulaan subkontrak dengan jasa penambangan di proyek batu bara Satui dan Mulia dengan PT Cakrawala Langit Sejahtera, ditandatangani pada 25 Februari 2016. Perjanjian jasa pertambangan, perjanjian bantuan teknis, dan perjanjian sewa alat, segera efektif. Nilai pekerjaan subkontrak jasa penambangan proyek batu bara Satui dan Mulia diproyeksi mencapai USD1,8 miliar, lebih tinggi dari ekuitas USD223,9 juta

Stock Pick

ASII

Terlihat kuat pada support di level 6850, kemarin saham ASII ditutup menguat pada level 7000.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 7100

ISAT

Support pada level 5050 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin ISAT ditutup menguat pada level 5250.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 5325

TLKM

Terlihat kuat pada level support pada harga 3270, TLKM pada perdagangan kemarin ditutup menguat pada level 3295.

Rekomendasi sell on strength apabila tidak berhasil melewati resistance di harga 3330

INDF

Terlihat kuat pada support di level 6950, kemarin saham INDF ditutup menguat pada level 7150.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 7250

INTP

Support pada level 19700 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin INTP ditutup menguat pada level 20000.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 20250

KLBF

Terlihat kuat pada support di level 1275, kemarin saham KLBF ditutup menguat pada level 1305.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 1320

CPIN

Terlihat kuat pada level support diharga 3350, kemarin CPIN ditutup menguat pada level 3420.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 3460

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2016

Apa Reaksi Kamu?