(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

(11-Nov-2015 ) Waterfront Securities Indonesia : Daily Update

Cincin Suryanto
Cincin Suryanto

(11-Nov-2015 ) Waterfront Securities Indonesia : Daily Update

Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Selasa 10 November 2015 ditutup melemah 1,08% pada level 4451. Sektor industri dasar mengalami pelemahan terbesar. Namun sektor aneka industri dan properti konstruksi mengalami kenaikan. Investor asing net buy Rp504,3 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup menguat terbatas setelah bergerak fluktuatif. Penguatan dikontribusikan oleh saham konsumer, ditengah koreksi saham Apple karena indikasi melemahnya permintaan. Apple memangkas permintaan komponen sebesar 10% yang mengindikasikan adanya pelemahan akan produknya. Laporan ini kembali memicu kecemasan akan perlambatan ekonomi global, terutama ekonomi China. Kekhawatiran akan perlambatan ekonomi China semakin bertambah setelah data inflasi China yang rendah menyusul data ekspor impor yang rendah. Perlambatan ekonomi global mengancam penurunan kinerja emiten. Perusahaan juga akan menghadapi beban bunga pinjaman yang tinggi jika The Fed menaikkan suku bunganya pada Desember mendatang, setelah data tenaga kerja yang dirilis Jumat lalu lebih baik dari perkiraan. Potensi kenaikan suku bunga juga memicu penguatan dollar AS, yang juga berdampak negatif terhadap perusahaan AS di luar negeri. Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan akan bergerak cenderung mixed. IHSG diperkirakan berada dikisaran level 4422 – 4512

News & Analysis

BBRI Berencana Melakukan Revaluasi Aset Tahun Ini

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) berencana melakukan penilaian aset atau revaluasi sebelum berakhirnya tahun 2015. Karena dengan revaluasi diperkirakan akan meningkatkan capital adequity ratio (CAR) hingga 2%. Dilakukannya revaluasi aset demi mengambil peluang dengan memamfaatkan insentif pajak PPh (Pajak Penghasilan) 3%. Saat ini aset tetap yang akan di nilai ulang senilai Rp 2 triliun. Dan jika di revaluasi akan meningkat menjadi Rp 8 triliun. Jadi ada tambahan modal Rp 6 triliun.

BKSL Akan Terbitkan 10% Saham Tanpa HMETD Pada Rp75/saham

PT Sentul City Tbk (BKSL) berencana melakukan penerbitan saham biasa seri D sebanyak 3.139.690.500 saham Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu atau maksimal 10%. Sehubungan dengan rencana Penambahan Modal Tanpa HMETD perseroan akan menggelar RUPSLB pada 17 Desember 2015. Harga pelaksanaan saham ini adalah sebesar Rp75 per saham. Harga itu ditetapkan berdasarkan rata-rata harga penutupan saham perseroan selama kurun waktu 25 hari bursa di pasar reguler. Dari pelaksanaan PMTHEMTD ini perseroan akan meraih dana sebesar Rp235.476.787.500. Dana dari penerbitan saham baru ini akan digunakan untuk modal kerja dan pengembangan usaha perseroan.

SIDO Fokus Pada Produk Herbal Tahun 2016

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) akan memfokuskan diri pada produk berbasis herbal pada 2016 mendatang. Untuk meningkatkan penjualannya pada 2016, SIDO akan memasarkan prodak terbaru mereka secara global yang telah dikembangkan dan diluncurkan pada 2015 ini. SIDO melalui melalui anak usahnya PT Semarang Herbal Indo, tengah membangun pabrik ekstraksi. Pabrik ini didirikan guna meningkatkan kapasitas produksi perseroan sebesar dua kali lipat. Saat ini kapasitas produksi ekstraksinya sebesar 85 juta sachet per bulan. Dengan adanya pabrik ini maka kapasitas pabrik perseroan akan menjadi sebesar 255 juta per bulan. Pabrik ini akan selesai pada awal tahun mendatang. Untuk melakukan pembangunan pabrik ini perseroan menginvestasikan dana sebesar Rp 175 miliar yang berasal dari dana IPO.

BSDE Tambah Lahan 42 Hektar

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSD) telah menambah cadangan lahan (landbank) 42 hektar sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Perseroan mengeluarkan dana Rp 2,07 triliun dalam akuisisi lahan tersebut. Dengan aksi tersebut, kini BSDE');">BSDE memiliki landbank seluas 4.717 hektar di seluruh Indonesia. Biaya akuisisi diambil dari kas dari operasional perseroan yang mencapai Rp 2,42 triliun. Cadangan landbank dan ketersediaan kas merupakan hal yang sangat krusial bagi pengembang karena akan menjamin pertumbuhan berkelanjutan perseroan dan pada akhirnya memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.

NIRO Dirikan Perusahaan Baru

PT Nirvana Development Tbk (NIRO) telah mendirikan perusahaan baru pada 23 Oktober 2015. Perusahaan baru tersebut diberi nama PT Genta Nirvana Mahaputra dimana 99% sahamnya dimiliki oleh anak usaha perseroan PT Nirvana Property. Perusahaan ini mencatat penjualan sebesar Rp363,63 miliar per Juni 2015 dengan laba operasional sebesar Rp65,85 miliar dan laba bersih diraih sebesar Rp25,62 miliar.

Pefindo Tegaskan Peringkat BJBR Pada "idAA-"

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) dan Obligasi VII/2011 ada di 'idAA-'. Peringkat ini mencerminkan posisi BJBR yang kuat di industri perbankan, pasar captive di Provinsi Jawa Barat dan Banten, dan profil permodalan yang kuat. Namun peringkat tersebut masih dibatasi oleh NPL yang tinggi di segmen kredit produktif dan profil pendanaan yang terkonsentrasi pada nasabah institusi

Stock Pick

WIKA

Terlihat kuat pada level support diharga 2720, kemarin WIKA ditutup menguat pada level 2755.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 2785

SMRA

Terlihat kuat pada level support diharga 1340, kemarin SMRA ditutup menguat pada level 1370.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 1385

AKRA

Terlihat kuat pada level support diharga 5850, kemarin AKRA ditutup menguat pada level 6000.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 6100

ASII

Terlihat kuat pada level support diharga 6325, kemarin ASII ditutup menguat pada level 6500.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 6600

BBNI

Terlihat kuat pada level support diharga 4815, kemarin BBNI ditutup menguat pada level 4830.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 4885

BBRI

Terlihat kuat pada level support diharga 10200, kemarin BBRI ditutup menguat pada level 10450.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 10175

ADHI

Terlihat kuat pada level support diharga 2160, kemarin ADHI ditutup menguat pada level 2225.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 2250

 

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2015

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});