Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (13-April-2016 )

Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (13-April-2016 )

Rabu, 13 Apr 2016 | 08:00 | Cincin Suryanto

Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Selasa 12 April 2016 ditutup menguat 0,89% pada level 4829. Sektor aneka industri mengalami kenaikan terbesar. Investor asing net buy Rp244,9 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup menguat yang dipicu oleh reli pada saham sektor energi karena kenaikan harga minyak mentah. Pasar juga menantikan hasil earning season triwulan I 2016. JP Morgan akan merilis laporan keuangan pada hari Rabu ini, diikuti oleh laporan keuangan bank lainnya pada pekan ini. Karena ekspektasi rata-rata laba emiten yang lebih rendah, pasar mengharapkan laporan kinerja keuangan emiten yang lebih baik dari perkiraan. Harga minyak mentah mengalami kenaikan yang dipicu oleh berita kesepakatan antara Arab Saudi dan Rusia untuk membekukan level produksi minyak mentah pada level saat ini, menjelang diadakannya pertemuan negara produsen minyak besar dari OPEC dan non OPEC di Doha pada 17 April hari Minggu ini.pasar juga menantikan data cadangan minyak AS yang diperkirakan mengalami kenaikan, sehingga kenaikan harga minyak mentah pada pagi ini mengalami profit taking. Sementara itu dua pejabat The Fed mendukung kenaikan suku bunga The Fed seiring membaiknya ekonomi AS. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak mixed to up. Diperkirakan IHSG bergerak pada kisaran level 4786 - 4883

News & Analysis

LRNA Mencatatkan Rugi Rp1,65 Miliar Tahun 2015

PT Eka Sari Lorena Tbk (LRNA) mengalami rugi sebesar Rp1,65 miliar per Desember 2015 dibandingkan laba pada periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,96 miliar. Pendapatan usaha meningkat 14,83% YoY menjadi Rp163,03 miliar dari pendapatan usaha tahun sebelumnya yang sebesar Rp141,97 miliar. Beban pendapatan naik tajam menjadi Rp122,51 miliar dari Rp93,12 miliar dan laba bruto turun menjadi Rp40,51 miliar dari laba bruto tahun sebelumnya yang sebesar Rp48,85 miliar. Total beban lain-lain turun menjadi Rp42,68 miliar dari Rp46,68 miliar. Rugi sebelum pajak diderita Rp2,17 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya Rp2,16 miliar.

Pefindo Tetapkan Kembali Peringkat INDF Pada idAA+

Pefindo menetapkan kembali peringkat PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), obligasi VI/2012, dan obligasi VII/2014 pada idAA+ dengan outlook untuk peringkat perusahaan adalah stabil. Peringkat didukung oleh posisi pasar perusahaan yang sangat kuat di industri makanan dalam kemasan, portofolio usaha yang terdiversifikasi dengan baik, kegiatan usaha yang terintegrasi secara vertikal, serta proteksi arus kas yang kuat. Namun peringkat tersebut dibatasi oleh persaingan yang ketat di industri.

TOWR Akan Private Placement 1,02 Miliar Saham

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) menargetkan dana Rp4,1 triliun dari aksi penerbitan saham baru. TOWR akan menerbitkan 1,02 miliar saham baru yang mewakili 10% dari modal disetor melalui mekanisme tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau private placement. Harga saham baru ditetapkan sebesar Rp4.105 per lembar. Bila seluruh saham baru diserap oleh investor, total dana yang akan didapat TOWR mencapai Rp4,18 triliun. Dana yang diperoleh dari aksi private placement itu akan digunakan untuk tambahan modal bagi anak usaha perseroan, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo). Dana itu nantinya juga digunakan oleh Protelindo untuk membangun dan/atau membeli menara telekomunikasi dan/atau melakukan investasi pada perusahaan yang bergerak di bidang jasa penunjang telekomunikasi dan/atau melakukan pelunasan lebih awal atas sebagian utang Protelindo kepada kreditor.

AALI Akan Rights Issue 450 Juta Saham

PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) berencana menerbitkan saham baru melalui rights issue maksimum 450 juta lembar dengan target perolehan dana Rp4 triliun untuk membayar utang. AALI akan melakukan penawaran umum terbatas I (PUT) kepada para pemegang saham melalui penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Perseroan telah mendapatkan persetujuan RUPSLB untuk menerbitkan saham baru dengan nominal Rp500 per lembar. Harga pelaksanaan HMETD akan ditentukan oleh dewan komisaris dan discount to theoritical ex-right price (TERP) diperkirakan maksimum sebesar 35%.

BBTN Akan Bagi Dividen Rp34,95/saham

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) akan mengalokasikan sebesar 20% dari perolehan laba bersihnya di tahun 2015, untuk dividen. Artinya, nilai dividen yang akan dibayarkan ke pemegang saham Perseroan sebesar Rp 370 miliar atau Rp 34,95 per saham.

Laba Bersih BBNI Q1/2016 Tumbuh 5,5%

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) meraih laba bersih sebesar Rp2,97 triliun di kuartal I 2016 naik 5,5% dibandingkan laba periode sama tahun sebelumnya. Laba bersih BBNI terbentuk oleh pendapatan bunga bersih (NII) yang naik 13,3% dari Rp 6,09 triliun pada kuartal I 2015 menjadi Rp 6,91 triliun pada kuartal I 2016. Hal tersebut menunjukkan peningkatan kualitas kinerja perkreditan BBNI dan tetap menjaga net interest margin (NIM) di level 6,1%. BBNI akan terus memperbaiki laju rasio kredit macet atau non performing loan (NPL) yang pada kuartal pertama 2016 mencapai 2,8% atau naik 0,7% dari kuartal I 2015, yang berada di angka 2,1%

Stock Pick

ASII

Support pada level 7050 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin ASII ditutup menguat pada 7250.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 7350

BSDE

Terlihat kuat pada support di level 1815, kemarin saham BSDE ditutup menguat pada level 1845.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 1865

WIKA

Terlihat kuat pada support di level 2610, kemarin saham WIKA ditutup menguat pada level 2650.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 2680

SMGR

Support pada level 10300 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin SMGR ditutup menguat pada 10500.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 10625

INTP

Terlihat kuat pada support di level 19800, kemarin saham INTP ditutup menguat pada level 20100.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 20250

TLKM

Terlihat kuat pada support di level 3380, kemarin saham TLKM ditutup menguat pada level 3400.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 3440

BBRI

Terlihat kuat pada support di level 10450, kemarin saham BBRI ditutup menguat pada level 10625.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 10750

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2016

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...