Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Rabu, 13-Jan-2016 )

Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Rabu, 13-Jan-2016 )

Rabu, 13 Jan 2016 | 08:15 | Cincin Suryanto

Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan hari Selasa 12 Januari 2016 ditutup menguat 1,05% pada level 4512. Sektor infrastruktur menyumbangkan penguatan terbesar. Investor asing net buy Rp72,2 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup menguat yang dipicu oleh reboundnya saham sektor energi dan bioteknologi menjelang akhir sesi. Penguatan pada saham Apple dan sektor teknologi juga mendorong kenaikan indeks. Rebound juga didukung oleh rebound secara teknikal.bank sentral China melakukan intervensi yang mendorong penguatan yuan terhadap dollar AS. Hal ini mendorong kenaikan indeks bursa Shanghai kemarin yang juga menjadi faktor positif bagi Wall Street. Namun harga minyak mentah berlanjut melemah dan sempat berada pada level di bawah USD30 per barel untuk pertama kalinya dalam 12 tahun terakhir, akibat kekhawatiran akan turunnya permintaan akibat perekonomian China yang melemah serta penguatan dollar AS. Beberapa analis memprediksi harga minyak mentah berpotensi ke arah USD10-20/barel. Harga minyak sedikit menguat setelah adanya berita bom di Istanbul dan beberapa negara OPEC meminta pertemuan darurat pada awal Maret 2016 untuk membahas kejatuhan harga minyak mentah. Untuk bursa Indonesia diperkirakan hari ini akan menguat tipis. Diperkirakan IHSG bergerak pada kisaran level 4465 - 4549

News & Analysis

ARTO Targetkan Kredit Tumbuh 20%

PT Bank Artos Indonesia Tbk (ARTO) menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 20% pada tahun 2016. Sementara per Desember 2015, ARTO telah menyalurkan kredit sebesar Rp500 miliar. Perseroan optimis target tersebut dapat tercapai, mengingat tren peningkatan kredit selama tiga tahun di atas rata-rata pertumbuhan perbankan. Perseroan menargetkan pertumbuhan kinerja sebesar 20% per tahun. Perusahaan masih akan fokus pada kredit Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Sedangkan, sisanya akan disalurkan ke kredit korporasi. Perusahaan akan memperluas jaringan dengan membuka 1 kantor cabang baru di Jakarta. Ekspansi kantor cabang baru dilakukan untuk memberikan jasa layanan dan kenyamanan ke nasabah dan masyarakat.

Biaya Eksplorasi TINS Rp163,72 Miliar

Kegiatan eksplorasi PT Timah Tbk (TINS) baik di darat maupun di laut di daerah Bangka Belitung dan Kundur sampai dengan bulan Desember 2015 sebesar Rp163.716.473.139. Dari total biaya tersebut sebesar Rp110.575.252.798 untuk biaya operasional dan Rp53.141.220.341 untuk biaya investasi. Hasil kegiatan eksplorasi sampai dengan bulan Desember 2015 mendapatkan mendapatkan penemuan sumber daya baik di darat maupun di laut. Kegiatan eksplorasi di laut mendapatkan sumber daya tereka 5.159 ton, sumber daya tertunjuk 4.192 ton dan sumber daya terukur 17.212 ton. Kegiatan di darat mendapatkan sumber daya tereka 50.215 ton, sumber daya terunjuk 1.151 ton dan sumber daya terukur 7.964 ton.

BNGA Tingkatkan Penyertaan Modal di CIMB Sun Life

PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) telah melakukan peningkatan penyertaan permodalan pada CIMB Sun Life pada 8 Januari 2015. Peningkatan modal sebesar Rp751.000.000. Dengan tambahan penyertaan modal tersebut maka jumlah penyertaan BNGA pada CSL menjadi Rp13.886.000.000. Penambahan modal ini sesuai dengan porsi kepemilikan saham perseroan di CSL. Perseroan memiliki sebesar 3,76% saham dimana pemegang saham lainnya CIG Berhard 47,24% dan SUN Life Indonesia 49%.

Harga Saham Baru Tanpa HMETD BTEL Pada Rp200/saham

PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) tengah mencari pendanaan sebesar Rp 7 triliun. Pendanaan tersebut diperoleh melalui mekanisme penerbitan saham baru tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Perseroan menetapkan harga penerbitan saham baru pada Rp 200/saham. Saat ini perseroan tengah menunggu ijin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas aksi korporasinya tersebut. Ditargetkan, rencana itu bisa terealisasi di kuartal I atau II tahun ini. BTEL berencana melunasi utangnya sebesar Rp 7 triliun dengan cara mengonversi menjadi saham. Utang yang akan dikonversi tersebut merupakan bagian dari total utang yang nilainya lebih dari Rp 10 triliun. Sebagian besar utang dikonversi jadi saham, sementara sisanya dibayar dengan cara dicicil.

PTPP Targetkan Kontrak Baru Rp31 Triliun

PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) berhasil melampaui target kontrak baru sepanjang tahun 2015. Tahun lalu, perseroan membukukan kontrak baru Rp 27,014 triliun, melebihi target kontrak baru sebesar Rp27 triliun. Sebagian besar kontrak baru tersebut didapat dari proyek BUMN dengan porsi 44,4%, proyek pemerintah 18,8% dan proyek swasta 36,8%. PTPP menargetkan kontrak baru tahun ini sebesar Rp 31 triliun, meningkat 14,7% dibanding dengan realiasi tahun lalu yakni sebesar Rp 27,014 triliun. Proyek BUMN ditargetkan sebesar 46%.

CAR BBNI Meningkat Setelah Revaluasi Aset

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) telah melakukan revaluasi aset menjadi Rp12,2 triliun, guna meningkatkan permodalannya. Meningkatnya aset tersebut akan berpengaruh positif pada penguatan rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) yang berada dikisaran 2-2,5%, sehingga CAR BBNI meningkat tajam menjadi 19-21%

Stock Pick

BBCA

Terlihat kuat pada level support diharga 12900, kemarin BBCA ditutup menguat pada level 13100.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 13250

BBRI

Terlihat kuat pada level support diharga 11375, kemarin BBRI ditutup menguat pada level 11600.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 11750

BMRI

Terlihat kuat pada level support diharga 9050, kemarin BMRI ditutup menguat pada level 9200.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 9300

CPIN

Terlihat kuat pada level support diharga 2840, kemarin CPIN ditutup menguat pada level 2895.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 2925

BMRI

Terlihat kuat pada level support diharga 5950, kemarin ASII ditutup menguat pada level 6050.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 6150

INDF

Terlihat kuat pada level support diharga 5625, kemarin INDF ditutup menguat pada level 5775.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 5875

ADHI

Terlihat kuat pada level support diharga 2370, kemarin ADHI ditutup menguat pada level 2395.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 2420

PTPP

Terlihat kuat pada level support diharga 3940, kemarin PTPP ditutup menguat pada level 3970.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 4010

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2016

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...