Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Rabu, 2-Des-2015 )

Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Rabu, 2-Des-2015 )

Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Selasa 1 Desember 2015 ditutup menguat 2,5% pada level 4557. Sektor aneka industri menyumbangkan kenaikan terbesar. Investor asing net sell Rp255,6 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup menguat yang dikontribusikan oleh reboundnya saham sektor konsumer dan kesehatan yang melemah sehari sebelumnya. Penjualan otomotif pada pada bulan November menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Data belanja konstruksi bulan Oktober juga mengalami kenaikan, yaitu sebesar 1% membaik dari bulan sebelumnya 0,6% dan dari estimasi 0,7%. Namun indeks ISM manufaktur bulan November ‎mengalami kontraksi untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir, pada level 48,6 dari 50,1. Pasar mencermati data ekonomi untuk mencari indikasi apakah The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan Desember ini. Data ekonomi utama yang akan dicermati dalam pekan ini adalah data nonfarm payrolls dan unemployment rate bulan November yang akan dirilis pada hari Jumat. Selain itu pasar juga mencermati pertemuan ECB pada hari Kamis yang diperkirakan akan menambah stimulus baru. Indeks PMI manufaktur China bulan November turun pada level 49,6 dari 49,8. Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan akan bergerak mix cenderung menguat. IHSG diperkirakan berada dikisaran level 4480 - 4590.

News & Analysis

APOL Hentikan Operasional Tiga Anak Usaha

PT Arpeni Pratama Oceanline Tbk (APOL) melakukan penghentian aktivitas operasional di beberapa anak perusahaannya tidak langsungnya. Ketiga perusahaan itu adalah Ever Joy Navigation, Ever Win Maritime Incorporation dan Rafflesia Marine. Ketiga perusahaan itu berdomisili di Panama dimana penghentian operasional Rafflesia Marine sejak 24 November dan dua lainnya sejak 25 November 2015. Adapun alasan penghentian aktivitas operasional karena ketiganya tidak memiliki kegiatan operasional kapal sejak tahun 2009. Untuk diketahui kepemilikan tidak langsung perseroan melalui anak usahanya sebesar 100 persen di ketiga perusahaan tersebut.

SIDO Perpanjang Buyback Saham Hingga Februari 2016

PT Sido Muncul Tbk (SIDO) memperpanjang masa buyback sahamnya selama tiga bulan ke depan terhitung 1 Desember 2015 hingga 29 Februari 2016. Alasan perpanjangan adalah rencana pembelian saham sebesar paling banyak 2,2% pada periode sebelumnya belum terpenuhi dan dana yang dicadangkan Rp198 miliar juga masih tersisa. Perseroan akan menghentikan pembelian kembali saham jika harga SIDO sudah mencapai Rp600. Hingga saat ini harga saham perseroan masih berada di level Rp540 per lembar. Buyback saham perseroan pada periode 1 September hingga 30 November 2015 mencapai 161.116.900 saham atau senilai sebesar Rp81,70 miliar.

Per November, SGRO Telah Buyback 25,3 Juta Lembar Saham

PT Sampoerna Agro Tbk sampai dengan akhir November 2015 telah berhasil melakukan pembelian kembali (buyback) sahamnya sebanyak 25.358.700 lembar saham. Pembelian kembali saham tersebut dilakukan perseroan sepanjang periode 27 Oktober hingga 30 November 2015. Saham-saham tersebut dibeli kembali dengan harga pembelian berkisar antara Rp1.085 per saham hingga Rp1.475 per saham. Total dana yang telah direalisasikan untuk pembelian kembali saham ini sebesar Rp32,67 miliar. Saat ini perseroan masih memiliki sisa dana Rp272,33 miliar untuk melakukan pembelian kembali sahamnya dari yang dianggarkan sebesar Rp305 miliar. SGRO akan melakukan pembelian kembali sahamnya sebanyak 189 juta saham atau maksimal 10% dari jumlah saham perseroan. Buyback akan dilakukan oleh SGRO mulai 27 Oktober 2015 sampai dengan 26 Januari 2016 mendatang.

Kinerja WINS Turun Tahun Ini Akibat Koreksi Harga Minyak

PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) memprediksi kinerja pendapatannya masih akan turun hingga akhir tahun ini. Penurunan pendapatan tersebut dikarenakan harga minyak dunia yang masih melemah sepanjang 2015. Hal ini tampak dari penurunan pendapatan sebesar 40% menjadi USD76,41 juta di kuartal III 2015 bila dibanding kinerja pendapatan USD131,47 juta per September 2015. Maka dari itu, pencapaian pada tahun ini tidak akan lebih baik bila dibanding tahun lalu. Pada tahun 2016, raihan kinerja bisnis diperkirakan akan mengalami perubahan yang cukup positif. Sebab, kembalinya kegiatan pengeboran rig yang mulai perseroan kerjakan kembali. Sehingga, secara perlahan kinerja bisnis perseroan normal kembali.

TBLA Masuk Bisnis Energi

PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) berencana akan memperluas bisnisnya dengan masuk ke dalam bisnis di bidang energi. Masih cukup besarnya peluang dibisnis energi biodiesel menjadi alasan perseroan untuk masuk ke bisnis ini karena dapat meningkatkan pendapatan perseroan serta memberikan nilai tambah bagi pemegang saham perseroan. Untuk mendukung peluang usaha tersebut, perseroan akan merubah kegiatan usaha utamanya dengan menambahkan kegiatan dibidang energi dari sebelumnya dibidang industri dan perkebunan kelapa sawit.

SMSM Dapat Dividen USD705,9 Ribu

PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) kembali mendapatkan pembagian dividen interim dari salah satu anak usahanya untuk tahun buku 2015. Pembagian dividen itu diberikan oleh Bradke Snynergies Sdn Bhd senilai 3.000.000 ringgit Malaysia atau setara dengan USD705.952,02.

Stock Pick

AKRA

Terlihat kuat pada level support diharga 6125, kemarin AKRA ditutup menguat pada level 6225.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 6325

ASII

Terlihat kuat pada level support diharga 6200, kemarin ASII ditutup menguat pada level 6375.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 6475

TLKM

Terlihat kuat pada level support diharga 2900, kemarin TLKM ditutup menguat pada level 2940.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 2970

ICBP

Terlihat kuat pada level support diharga 12800, kemarin ICBP ditutup menguat pada level 13000.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 13150

BBTN

Terlihat kuat pada level support diharga 1260, kemarin BBTN ditutup menguat pada level 1285.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 1300

INDF

Terlihat kuat pada level support diharga 5100, kemarin INDF ditutup menguat pada level 5225.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 5300

BBRI

Terlihat kuat pada level support diharga 11050, kemarin BBRI ditutup menguat pada level 11250.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 11400

Best Regards,

Ratna Lim

PT Waterfront Securities Indonesia

Sona Topas Tower 15A Floor

Jl. Jendral Sudirman Kav.26

Jakarta 12920

Telp: +6221-250 6355 ext. 1404

Fax : +6221-250 6322

Email: [email protected]

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2015