Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Rabu, 20-Jan-2016 )

Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Rabu, 20-Jan-2016 )

Rabu, 20 Jan 2016 | 08:00 | Cincin Suryanto

Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan hari Selasa 19 Januari 2016 ditutup menguat 0,23% pada level 4491. Sektor industri dasar menyumbangkan penguatan terbesar. Investor asing net sell Rp335,8 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup stagnan setelah bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan. Pergerakan indeks masih dipengaruhi oleh penurunan harga minyak mentah yang menekan saham sektor energi. Indeks juga dipengaruhi oleh data perlambatan ekonomi China yang sesuai dengan estimasi. Data pertumbuhan ekonomi China pada Q4/2015 sebesar 6,8% YoY, yang merupakan pertumbuhan paling lambat sejak Q1 2009. Pertumbuhan ekonomi tahun 2015 sebesar 6,9% YoY. Harga minyak mentah kembali melemah setelah IEA menurunkan perkiraan permintaan akan minyak mentah dan IMF memangkas prospek pertumbuhan ekonomi dunia.memprediksi pada semester I 2016 akan terjadi surplus suplay minyak sebesar 1,5 juta bpd, yang diakibatkan karena menurunnya permintaan dari China namun meningkatnya suplay minyak dunia akibat adanya ekspor dari Iran. IMF menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi dunia seiring dengan turunnya harga komoditas dan minyak mentah, masalah politik di Brazil, serta menguatnya dollar AS. Kemudian untuk bursa Indonesia diperkirakan hari ini mixed. Diperkirakan IHSG bergerak pada kisaran level 4456 - 4542

News & Analysis

BBRI Akan Terbitkan Obligasi Rp4,65 Triliun

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I tahap 2 senilai Rp 4,65 triliun. Ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan I BBRI dengan target dana Rp 12 triliun. Tahun lalu, BBRI sudah menerbitkan PUB 1 tahap 1 senilai Rp 3 triliun. Dengan pengumuman PUB I tahap 2 senilai Rp 4,65 triliun, maka sisa target dana BBRI adalah Rp 4,35 triliun. PUB I tahap 2 BBRI dibagi tiga seri. Seri A dengan jumlah pokok Rp 808 miliar menawarkan bunga 8,5% berjangka waktu 370 hari atau akan jatuh tempo pada 8 Februari 2017. Kemudian seri B dengan jumlah pokok Rp 1,02 triliun berbunga 9,25% dengan jangka waktu tiga tahun atau jatuh tampo pada 4 Februari 2019. Lalu seri C bernilai Rp 2,82 triliun dengan bunga 9,6% berjangka waktu lima tahun atau akan jatuh tempo pada 4 Februrari 2021.

MDLN Anggarkan Capex Rp1,2 Triliun

PT Modernland Realty Tbk (MDLN) berencana menaikkan harga lahan sekitar 10%-15%. Hal tersebut karena salah satu pintu keluar jalan tol berada di kawasan milik perseroan. Exit jalan tol tersebut berjarak 1 kilometer dari gerbang kawasan industri milik perseroan. Saat ini manajemen menjajaki kerja sama dengan beberapa investor dari kawasan Asia dan Eropa terkait penjualan lahan. Penjajakan itu berpotensi menghasilkan transaksi lahan seluas 20 ha. Untuk mengejar target marketing sales tahun 2016, perseroan akan meluncurkan beberapa produk baru di kawasan Jakarta Garden City (JGC). MDLN menyiapkan belanja modal tahun 2016 sebesar Rp1,2 triliun untuk ekspansi lahan di wilayah Cikande Tangerang dan Bekasi Jawa Barat.

ICON Telah Gunakan 89% Dana Rights Issue

PT Island Concepts Indonesia Tbk (ICON) telah menggunakan sekitar 89% dana hasil penawaran umum dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. ICON telah menggunakanRp94,54 miliar dana rights issue hingga saat ini. Dana itu digunakan untuk penyertaan saham di PT Bumi Lestari Makmur sebanyak Rp60 miliar, penyewaan tanah di Jimbaran Bali sebesar Rp22 miliar. Selanjutnya digunakan untuk pembangunan Beach Club di Jimbaran sebanyak Rp2,3 miliar, investasi pada penyewaan tanah dan bangunan di Seminyak Bali Rp6,09 miliar, dan Rp4,15 miliar untuk modal kerja.

KIAS Akan Tingkatkan Kontribusi Ekspor Hingga 30%

PT Keramika Indonesia Assosiasi Tbk (KIAS) akan meningkatkan ekspor tahun ini hingga 30% dari total produksi. Hal itu ditempuh untuk meningkatkan peningkatan kinerja pendapatan dan laba bersih mencapai kisaran 20% hingga 30% dari tahun lalu. Peningkatan ekspor harus ditempuh pabrikan keramik itu untuk mengantisipasi kekhawatiran penjualan di dalam negeri yang lesu seperti tahun lalu. Tahun lalu ekspor perseroan naik 10% dari 2014.

TLKM Masih Miliki Sisa Dana Obligasi Rp529 Miliar

PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) masih menyisakan dana hasil penawaran umum obligasi senilai Rp529,99 miliar. TLKM mendapatkan dana dari penerbitan obligasi I Telkom Tahun 2015 sebesar Rp6,98 triliun. Dana itu diterima pada 23 Juni 2015. Dari total dana tersebut, perseroan sudah menggunakan Rp6,45 triliun atau 92% dari total hasil bersih yang diterima. TLKM telah menggunakan Rp6,96 triliun untuk pengembangan usaha.

SRIL Targetkan Pertumbuhan Produksi 8%-10%

PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) menargetkan pertumbuhan produksi 8%-10% dibandingkan tahun lalu. Rencana pertumbuhan itu seiring dengan lebih cepatnya pencairan APBN oleh pemerintah. SRIL pada tahun ini tidak mampu lagi menambah kapasitas produksi. Karena utilisasi mesin produksi telah mencapai 90%, bahkan untuk produk garmen telah mencapai 100%. SRIL berencana untuk menambah pangsa pasar ekspor ke negara-negara baru di Asean dan di kawasan lain di dunia. Tahun ini, perseroan menargetkan pasar negara baru dapat berkontribusi 2%-4% terhadap total pendapatan

Stock Pick

PTPP

Terlihat kuat pada level support diharga 3850, kemarin PTPP ditutup menguat pada level 3945.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 3990

INDF

Terlihat kuat pada level support diharga 5750, kemarin INDF ditutup menguat pada level 5825.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 5900

TLKM

Terlihat kuat pada level support diharga 3055, kemarin TLKM ditutup menguat pada level 3110.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 3145

AKRA

Terlihat kuat pada level support diharga 7000, kemarin AKRA ditutup menguat pada level 7175.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 7250

ICBP

Terlihat kuat pada level support diharga 14100, kemarin ICBP ditutup menguat pada level 14300.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 14450

ASII

Terlihat kuat pada level support diharga 5700, kemarin ASII ditutup menguat pada level 5900.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 6000

BBCA

Terlihat kuat pada level support diharga 12900, kemarin BBCA ditutup menguat pada level 13075.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 13225

BMRI

Terlihat kuat pada level support diharga 9200, kemarin BMRI ditutup menguat pada level 9375.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 9475

WSKT

Terlihat kuat pada level support diharga 1720, kemarin WSKT ditutup menguat pada level 1750.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 1780

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2016

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...