Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (23-Mar-2016 )

Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (23-Mar-2016 )

Rabu, 23 Mar 2016 | 08:00 | Cincin Suryanto

Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Selasa 22 Maret 2016 ditutup melemah 0,59% pada level 4856. Sektor konsumer mengalami pelemahan terbesar. Investor asing net sell Rp269,4 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup melemah tipis setelah sebelumnya sempat terjadi tekanan jual akibat sentimen negatif dari ledakan di Brussels, Belgia. Terjadi penurunan pada saham sektor konsumer dan telekomunikasi, namun terjadi kenaikan pada saham sektor kesehatan sehingga indeks hanya ditutup melemah tipis. Saham penerbangan dan yang terkait dengan bisnis travel mengalami koreksi akibat sentimen negatif dari serangan di Brussels tersebut.perdagangan cenderung menurun menjelang libur Good Friday pada hari Jumat pekan ini. Sementara itu indeks keyakinan bisnis di Jerman membaik pada bulan Maret 2016, yang menandakan keraguan terhadap perekonomian negara itu mulai memudar. Namun serangan di Brussels kemarin diperkirakan sedikit banyak akan berpengaruh terhadap perekonomian Eropa. Indeks bursa global cenderung ditutup melemah merespon serangan di Brussels tersebut. Harga emas dan obligasi pemerintah sedikit menurun setelah sempat mencapai level tertinggi. Harga minyak mentah sedikit turun karena cadangan minyak AS yang naik. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak mixed. Diperkirakan IHSG bergerak pada kisaran level 4812 - 4905

News & Analysis

CINT Alokasikan Capex Rp33 Miliar

PT Chitose International Tbk (CINT) pada tahun ini mengalokasikan belanja modal sebesar tahun lalu, yakni Rp 33 miliar. Belanja modal berasal dari dana sisa penawaran saham perdana (IPO). Sebagian dari dana capex tersebut akan dialokasikan ke pabrik baru yang berlokasi di Cimahi. Saat ini, progress pembangunan pabrik masih 5%, diharapkan pada akhir tahun operasional sudah bisa berjalan. Sejauh ini, CINT baru memiliki satu pabrik yang juga berlokasi di Cimahi dengan kapasitas produksi 1,2 juta per tahun. Dengan adanya pabrik baru diharapkan kapasitas total produksi pabrik CINT bisa bertambah 30% dari saat ini. Total nilai investasi yang dikeluarkan untuk pembangunan pabrik baru sebesar Rp 23 miliar.

Anak Usaha DYAN Jual Saham Anak Usahanya

Anak usaha PT Dyandra Internasional Tbk (DYAN) yakni PT Griya Multi Investama (GMI) telah mengambil keputusan untuk menjual seluruh sahamnya di PT Graha Multi Utama (GMU) dan Griya Nusa Kencana (GNK) pada 21 Maret 2016. Jumlah saham yang dijual mencapai 25.200.412 saham dimana saham tersebut dijual kepada Yos Hartanto Effendi. Selain itu GMI juga menjual sebanyak 2.520 saham di Griya Nusa Kencana kepada Benny Sudrajat. Harga transaksi penjualan saham GMU sebesar Rp39.468.612.113 dan harga transaksi penjualan saham GNK senilai Rp3.940.525.

TINS Targetkan Laba Sama Seperti Tahun 2014

Kinerja PT Timah Tbk (TINS) turun tajam sepanjang tahun 2015 lalu. Hal ini karena harga timah yang juga menurun dalam. Namun, TINS menargetkan tahun ini perseroan bisa kembali mencetak laba bersih di atas laba tahun 2014 lalu yang sebesar Rp 672,99 miliar. Pada tahun 2015, TINS hanya mencetak laba bersih sebesar Rp 101,56 miliar, atau turun 85% year on year (yoy). Kelesuan ekonomi Amerika dan China berimbas pada penurunan permintaan dan harga komoditas timah dunia. Produktivitas sektor industri manufaktur secara global yang menurun itu membuat harga rata-rata timah tahun 2014 yang berada dikisaran USD 21.686 per metrik ton turun ke level USD 16.186 per metrik ton di tahun 2015.

WIKA Setor Modal Ke Proyek Kereta Cepat Rp4 Triliun

PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) akan mulai menyetor modal untuk proyek high speed railway (HSR) Jakarta-Bandung sepanjang 142,3 kilometer (km). Total setoran modal dari WIKA mencapai Rp 4 triliun. Proyek ini dikerjakan bersama tiga BUMN lain, yakni PT Kereta Api Indonesia, PT Perkebunan Nusantara VIII, dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR) dan membentuk PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI). Di PSBI, WIKA memiliki 38% saham. Tahun lalu, PSBI menandatangani joint venture agreement (JVA) dengan China Railway International Co Ltd dan membentuk perusahaan penanaman modal asing (PMA) yang bernama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Dalam perusahaan ini, PT Pilar Sinergi memiliki 60% saham, sisanya milik China Railway. Nilai proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ini mencapai USD 5,13 miliar atau setara Rp 70,8 triliun. Dananya akan berasal dari setoran modal 25% dari pemegang saham KCIC. Sisa 75% akan dibiayai dari pinjaman perbankan dan lembaga keuangan lain.

Anak Usaha BUKK Akuisisi 51% Saham Mitra Karya Agung

Perusahaan yang dikendalikan PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK), PT Bukaka Mandiri Sejahtera, mengambilalih 51% saham dalam PT Mitra Karya Agung Lestari. Sebanyak 95% saham dalam perusahaan pengolahan hasil tambang PT Bukaka Mandiri Sejahtera dimilik PT Bukaka Teknik Utama Tbk. (BUKK). Pada 18 Maret 2016 Bukaka Mandiri Sejahtera (BMS) menandatangani Akta Perjanjian Jual beli Saham Nomor 35, 36, 37, dan 38 dengan masing-masing pemegang saham Mitra Karya Agung Lestari (MKAL)

Stock Pick

BMRI

Terlihat kuat pada support di level 10100, kemarin saham BMRI ditutup menguat pada level 10300.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 10450

BBRI

Support pada level 10950 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin BBRI ditutup menguat pada 11175.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 11300

SMRA

Terlihat kuat pada level support pada harga 1670, SMRA pada perdagangan kemarin ditutup menguat pada level 1710.

Rekomendasi sell on strength apabila tidak berhasil melewati resistance di harga 1730

ASII

Support pada level 7300 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin ASII ditutup menguat pada 7450.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 7550

TLKM

Support pada level 3380 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin TLKM ditutup menguat pada 3420.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 3460

BBCA

Support pada level 13500 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin BBCA ditutup menguat pada 13775.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 13975

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2016

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...