Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Rabu, 27-Jan-2016 )

Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Rabu, 27-Jan-2016 )

Rabu, 27 Jan 2016 | 08:05 | Cincin Suryanto

 Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Selasa 26 Januari 2016 ditutup menguat 0,10% pada level 4510, setelah sebelumnya bergerak variatif. Sektor konsumer menyumbangkan penguatan terbesar, sedangkan sektor pertambangan mengalami koreksi terbesar. Investor asing net sell senilai Rp302,2 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup menguat yang dipicu oleh reboundnya harga minyak mentah serta laporan keuangan 3M, Johnson&Johnson dan Procter &Gamble. Saham sektor energi merupakan kontributor utama penguatan indeks yang dipicu oleh naiknya harga minyak mentah karena adanya harapan bahwa negara produsen minyak OPEC dan non OPEC akan menangani masalah suplay minyak mentah yang berlebih. Pasar memprediksi The Fed akan mempertahankan suku bunganya pada level 0,5% pada pertemuan dua hari ini. Namun pasar akan mencermati komentar The Fed mengenai gejolak pasar perekonomian dan pasar keuangan akhir-akhir ini terhadap prospek kenaikan suku bunga The Fed ke depannya. Sementara itu rata-rata laba emiten dalam laporan keuangan Q4/2015 diperkirakan turun 4,9% akibat harga minyak yang turun. Jika tidak memperhitungkan saham sektor energi, rata-rata laba emiten diperkirakan naik 1,1%. Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan hari ini diperkirakan bergerak mix cenderung menguat. Kisaran IHSG diperkirakan pada 4456-4560.

News & Analysis

Konsorsium WIKA Akan Bangun Pabrik Gerbong

Konsorsium BUMN yang dipimpin oleh Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan konsorsium China berencana segera membangun pabrik gerbong untuk keperluan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Pembangunan investasi pabrik ini diperkirakan nilainya tidak mencapai Rp1 triliun, namun di atas Rp500 miliar. Saat ini, WIKA tengah mempertimbangkan lokasi pembuatan pabrik tersebut. Pabrik tersebut akan dibangun oleh PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), perusahaan yang dibentuk 4 BUMN untuk mengerjakan proyek kereta cepat Jakarta – Bandung. Pada saat ini, WIKA menguasai 38% saham PSBI, sisanya dimiliki oleh PT Kereta Api Indonesia (25%), PT Perkebunan Nusantara VII (25%) dan Jasa Marga Tbk (JSMR) sebesar 12%.

BABP Targetkan Pertumbuhan Kredit Hingga 30%

PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) pada tahun ini menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 25% hingga 30% dari realisasi kredit pada tahun 2015 lalu. Dalam penyaluran kredit, perseroan akan fokus pada sektor konsumen dan UKM, karena perseroan masih melihat potensi bisnis pada kedua sektor tersebut. Infrastruktur digital akan menjadi kekuatan untuk ekspansi di bisnis konsumer. Perseroan akan melakukan ekspansi bisnis dengan membuka beberapa kantor cabang. Sehingga pertumbuhan DPK pada tahun ini akan sebesar 25% dari tahun 2015.

SMDR Akan Ekspansi Di India dan Thailand

PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) berencana merambah pasar di India dan Thailand dengan membentuk perusahaan patungan. Perseroan akan bermitra dengan perusahaan lokal di India dan Thailand, melalui anak usahanya yang berada di negara tersebut. Porsi saham perseroan di perusahaan yang akan dibentuk diperkirakan mencapai 33%. Karena SMDR beniat bekerja sama dengan lebih dari satu partner dalam pembentukan usaha patungan. Saat ini, di India, SMDR memiliki anak usaha Samudera Shipping Line Pvt Ltd sedangkan entitas anak usaha di Thailand bernama Samedera Traffic Co. Ltd. Perseroan siap mengoperasikan dua kapal untuk masing-masing negara. Kapasitas kapal yang disiapkan mencapai 300 TEUs -- 500 TEUs.

OKAS Akan Restrukturisasi Utang

PT Ancora Energi Tbk (OKAS) akan merestrukturisasi utangnya yang berasal dari PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA). OKAS baru mengajukan permohonan restrukturisasi kepada pihak CIMB. Dalam laporan keuangan Kuartal III 2015, utang jangka panjang dari CIMB mencapai USD 12,9 juta. Pinjaman itu berasal dari perjanjian pada 2009 lalu. Waktu itu, CIMB memberikan fasilitas pinjaman berjangka dengan jumlah maksimum sebesar USD 21 juta. Berdasarkan perubahan perjanjian Kredit tanggal 18 Februari 2010, CIMB menurunkan suku bunga kredit Fasilitas A dan B dari 10,5% menjadi 9,5% per tahun. Efektif per tanggal 1 September 2013, bunga menjadi 10% per tahun. Lalu, efektif per tanggal 1 Oktober 2015, tingkat suku bunga tahunan menjadi sebesar 8%. Pinjaman itu diperpanjang dari 17 Desember 2015 menjadi 9 Januari 2019.

Konsorsium UNTR Akan Bangun Pembangkit Listrik

PT United Tractors Tbk (UNTR) bersama perusahaan asal Jepang, Sumitomo Corporation dan Kansai Electric Power Co Inc, menargetkan mampu memulai konstruksi pembangkit listrik 2000 MW di Jawa Tengah paling lambat pada April 2016. UNTR akan memiliki saham monoritas pada proyek tersebut. Total proyek ini bernilai sekitar 500 miliar yen atau setara USD4,2 miliar.

KAEF Bentuk Perusahaan Patungan Industri Kimia

PT Kimia Farma Tbk (KAEF) bekerja sama dengan PT Sungwung Pharmacopia Indonesia mendirikan perusahaan patungan yang bergerak di bidang usaha industri kimia, bahan baku obat active pharmaceutical ingrident dan high functional chemical. Perusahaan patungan itu bernama PT Kimia Farma Sungwun Pharmacopia didirikan dengan setoran modal awal sebesar Rp27,5 miliar.

Stock Pick

BBTN

Pada perdagangan kemarin ditutup menguat pada level 1370, bertahan di atas support 1350. Pada hari ini diperkirakan berpotensi melanjutkan penguatan menguji level resistance pada 1380/1385.

BMRI

Masih bertahan di atas support 9400, kemarin ditutup stagnan pada level 9525. Indikator oscillator masih menunjukkan potensi penguatan. Menguji resistance pada level 9525. Sell On Strength jika tidak berhasil menembus level tersebut. Resistance berikutnya pada level 9650.

WSKT

Masih bertahan di atas support level 1710. Pada perdagangan kemarin berhasil ditutup menguat pada level 1735. Pada perdagangan hari ini diperkirakan menguji level resistance pada 1745/1750.

TAGS:

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...