Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (4-Mei-2016 )

Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (4-Mei-2016 )

Rabu, 4 Mei 2016 | 08:00 | Cincin Suryanto

Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Selasa 03 Mei ditutup menguat 0,08% pada level 4812. Sektor keuangan mengalami kenaikan terbesar. Investor asing melakukan net sell senilai Rp641,6 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup melemah akibat data ekonomi dari China dan Eropa yang kembali menimbulkan kekhawatiran akan perlambatan ekonomi global. Menambah sentimen negatif, turunnya hari minyak mentah di hari kedua mendorong berlanjutnya pelemahan saham sektor energi. Menurut survey, data aktivitas manufaktur di China mengalami pelemahan selama 14 bulan berturut-turut akibat permintaan yang stagnan. Sedangkan aktivitas manufaktur di Inggris secara tak terduga mengalami penurunan pada bulan April, berada pada level terendah selama tahun terakhir. Sementara itu harga minyak mentah melemah akibat meningkatnya output minyak mentah dari Timur Tengah yang kembali menimbulkan kekhawatiran akan melimpahnya suplay. Saham sektor otomotif melemah meskipun data penjualan otomotif bulan April tumbuh lebih baik dari perkiraan, karena adanya kecemasan bahwa pemulihan pada industri otomotif kehabisan daya. akan menantikan data nonfarm payrolls dan unemployment rate pada Jumat ini. Untuk IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak mixed. Diperkirakan IHSG bergerak pada kisaran level 4757 - 4860

News & Analysis

Dua Investor Berminat Beli Lahan Industri DMAS

PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) optimistis target penjualan lahan industri seluas 50 hektare tahun ini dapat dipenuhi, sebab pihak perseroan tengah diminati dua calon investor yang berniat membeli lahan dalam jumlah signifikan. Minat dua calon investor merupakan sinyal positif bagi penjualan lahan perseroan di tengah tren industri yang tengah lesu. Hingga Maret 2016, Colliers International mencatat, penjualan lahan industri di Jakarta Raya turun 76,4% secara tahunan menjadi 19,39 hektare. Jika DMAS berhasil meraih marketing sales dari kedua pembeli prospektif ini, maka target marketing sales sebesar 50 Ha pada tahun 2016 hampir terpenuhi.

ECII Mengalami Rugi Rp18,67 Miliar

PT Electronic City Indonesia Tbk (ECII) meraih pendapatan Rp403,33 miliar di triwulan pertama tahun ini atau turun 17% jika dibandingkan pendapatan triwulan tahun sebelumnya Rp486,21 miliar. Beban pokok turun menjadi Rp341,82 miliar dari Rp393,75 miliar dan laba kotor turun menjadi Rp61,51 miliar dari Rp92,46 miliar. Rugi sebelum pajak diderita sebesar Rp6,68 miliar setelah meraih laba sebelum pajak Rp24,05 miliar, diantaranya karena penurunan pendapatan bagi hasil mudharabah menjadi Rp4,98 miliar dari pendapatan bagi hasil triwulan tahun sebelumnya Rp10,03 miliar. Rugi bersih diderita Rp6,68 miliar usai meraih laba bersih Rp18,67 miliar di triwulan tahun sebelumnya.

BABP Tidak Bagi Dividen

Pemegang saham PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) telah menyetujui untuk menahan laba bersih 2015. Laba sengaja ditahan untuk memperkuat permodalan dan menunjang laju ekspansi bisnis perusahaan pada tahun 2016. RUPS BABP sepakat untuk tidak membagikan dividen dari laba tahun lalu yang sebesar Rp8,2 miliar. Laba akan ditahan guna memperkuat permodalan, sehingga ekspansi bisnis perusahaan lebih luas. Selain itu dalam RUPS juga telah menyetujui adanya perubahan kepengurusan.

JKON Jual 20% Saham Sarana Merpati Utama

PT Jaya Konstruksi Tbk (JKON) menjual sahamnya di PT Sarana Merpati Utama (SMU) pada 29 April 2016 kepada PT Jaya Trade Indonesia dan Jaya Gas Indonesia. Saham yang dilepas sebanyak 110.000 saham atau mewakili 20% saham SMU. Sebanyak 104.500 saham dijual kepada Jaya Trade Indonesia dan 5.500 saham kepada Jaya Gas Indonesia. Adapun nilai pelaksanaan transaksi ini sebesar Rp137.500.000. Kedua perusahaan yang membeli adalah anak usaha perseroan dengan kepemilikan 99,99 persen. Pertimbangan pelepasan agar SMU dapat dikelola lebih optimal sesuai dengan bidang usaha Jaya Trade Indonesia.

Per April, PTPP Bukukan Kontrak Baru Rp4,98 Triliun

PT PP Tbk (PTPP) membukukan kontrak baru sebesar Rp4,98 triliun hingga April 2016 atau sekitar 16,08% dari target total kontrak baru tahun 2016 sebesar Rp31 triliun. Kontrak baru sebesar Rp4,98 triliun itu terdiri dari kontrak baru induk perusahaan sebesar Rp3,31 triliun dan anak perusahaan sebesar Rp1,67 triliun. Perseroan menganggarkan dana belanja modal (capex) tahun 2016 sebesar Rp2,8 triliun. Perseroan akan menggunakan dana kas internal sebagai sumber dana capex. Saat ini perseroan sedang mengkaji rencana penggalangan dana melalui dua instrumen, yaitu pinjaman perbankan dan penerbitan surat utang atau obligasi.

Proyek Infrastruktur WIKA Di Luar Negeri Mencapai Rp2,5 Triliun

PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) agresif mengerjakan berbagai proyek infrastruktur di luar negeri, seperti Timor Leste, Myanmar, Malaysia, dan Arab Saudi, senilai Rp2,5 triliun. Proyek yang tengah dikerjakan itu di antaranya bandara Oecusse senilai Rp1,4 triliun, jembatan Comoro, dan pelabuhan Hera senilai Rp200 miliar di Timor Leste. Untuk proyek infrastruktur di Myanmar, perseroan menggarap Jalan Maubin – Phyapon senilai Rp100 miliar, sedangkan di Malaysia, yakni Jembatan Santubong di Malaysia senilai Rp120 miliar dan Mydin Supermall Kuching Malaysia senilai Rp100 miliar

Stock Pick

PTPP

Terlihat kuat pada support di level 3650, kemarin saham PTPP ditutup menguat pada level 3700.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 3740

BMRI

Support pada level 9700 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin BMRI ditutup menguat pada 9850.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 9950

BBNI

Terlihat kuat pada support di level 4580, kemarin saham BBNI ditutup menguat pada level 4630.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 4680

INDF

Terlihat kuat pada support di level 7050, kemarin saham INDF ditutup menguat pada level 7200.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 7275

ICBP

Support pada level 15100 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin ICBP ditutup menguat pada 15300.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 15450

BBRI

Support pada level 10375 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin BBRI ditutup menguat pada 10525.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 10650

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2016

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...