Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (18-Mei-2016 )

Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (18-Mei-2016 )

Rabu, 18 Mei 2016 | 08:00 | Cincin Suryanto

Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Selasa 17 Mei 2016 ditutup melemah 0,05% pada level 4729. Sektor keuangan mengalami pelemahan terbesar. Investor asing melakukan net sell senilai Rp86,8 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup melemah akibat meningkatnya ekspektasi akan kenaikan suku bunga The Fed tahun ini serta laporan keuangan Home Depot yang mengecewakan pasar. Meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed tahun ini setelah dirilisnya data inflasi bulan April yang mengalami peningkatan tertinggi lebih dari tiga tahun terakhir karena kenaikan harga bensin dan sewa. Inflasi bulan April naik 0,4% dari bulan sebelumnya 0,1%, lebih tinggi dari perkiraan 0,3%. Sedangkan inflasi inti bulan April naik 0,2% dari 0,1%. Selain itu, salah seorang pejabat The Fed menyatakan akan mendorong kenaikan suku bunga pada bulan Juni atau Juli. Sedangkan dua pejabat The Fed lainnya memprediksi akan terjadi kenaikan suku bunga The Fed hingga tiga kali pada tahun ini. Saat ini potensi kenaikan suku bunga The Fed setelah pertemuan November meningkat menjadi 58% dari probabilitas sebelumnya 42%.housing starts meningkat dari bulan lalu. Building permits juga mengalami kenaikan dibandingkan bulan lalu. Untuk IHSG hari ini diperkirakan bergerak mixed. Diperkirakan IHSG bergerak pada kisaran level 4691 - 4781

News & Analysis

RAJA Berencana Stock Split 1:4

PT Rukun Rahardja Tbk (RAJA) berniat melakukan pemecahan nilai saham atau stock split dengan perbandingan 1:4. Rencana pelaksanaan stock split baru dipertimbangkan setelah laporan keuangan tahun 2015 diselesaikan yakni pada 31 Maret 2016 lalu. Perseroan menyatakan akan terus berusaha untuk dapat meningkatkan kinerja perseroan baik dari segi operasional bisnis maupun lewat tindakan korporasi yang dapat meningkatkan kinerja di masa mendatang sehingga dapat memberikan sentimen positif dan dapat mengantisipasi penurunan harga efek pasca stock split. Saat ini perseroan sedang menjajaki sebuah transaksi penyertaan dalam badan usaha yang merupakan transaksi material.

Pefindo Tetapkan Peringkat RUIS Pada idBBB-

Pefindo menetapkan kembali peringkat idBBB- untuk PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS). Selain itu juga ditegaskan peringkat idBBB+ untuk MTN I Tahun 2013 senilai Rp35 miliar yang akan jatuh tempo 27 Juni 2016. RUIS berencana melunasi MTN tersebut dari kas internal perusahaan. Outlook peringkat perusahaan adalah stabil. Peringkat mencerminkan posisi pasar RUIS yang moderat dengan lamanya pengalaman pada bidang jasa penunjang sektor minyak dan gas, nilai sisa kontrak yang cukup tinggi dan bisnis yang terdiversifikasi. Namun peringkat dibatasi oleh struktur permodalan perusahaan yang agresif, risiko volatilitas pada sektor minyak dan gas, dan pendapatan yang terkonsentrasi pada beberapa pelanggan.

Konversi Piutang Jadi Saham, Anak Usaha ELTY Jadi Pemilik Madison Global

PT Bakrie Nirwana Semesta, anak usaha PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) telah melakukan konversi atas piutangnya kepada PT Madison Global. PT Bakrie Nirwana Semesta telah melakukan konversi piutang kepada PT Madison Global (MDG) dalam bentuk surat utang konversi (SUK) berdasarkan perjanjian penerbitan pada 7 Februari 2013, menjadi saham-saham dalam MDG. Nilai piutang yang dikonversi sekitar Rp1,64 triliun menjadi 1,64 juta saham yang mewakili 82,36% dari total saham yang telah dikeluarkan oleh MDG. Sehingga, pemegang saham PT Madison Global saat ini adalah Djuni Prasetya dengan 200 saham, Aprilia Yoko 200 saham dan PT Bakrie Nirwana Semesta 1,64 juta saham. Piutang Bakrie Nirwana dianggap telah diselesaikan oleh MDG, dan Bakrie Nirwana menjadi pemegang saham mayoritas dan pengendali langsung dalam MDG.

Perusahaan Patungan EXCL & ISAT Berharap Percepat Pembangunan Jaringan

PT Xl Axiata Tbk (EXCL) berharap perusahaan patungan dengan PT Indosat Tbk (ISAT), PT One Indonesia Synergy (OIS) bisa mempercepat pembangunan infrastruktur telekomunikasi di berbagai daerah. Soalnya, ekspansi jaringan telekomunikasi tersebut akan menyasar jaringan di luar Jawa. Saat ini, tugas dari One Indonesia adalah menelaah kerjasama berbagi jaringan di antara kedua operator ini. Adapun sistem yang dipilih multi operator radio access network atau Moran. Lewat model ini, kedua operator akan memanfaatkan daya jangkau dari satu menara base transceiver station (BTS), terutama di 4G long term evolution (LTE).

SSIA Akan Buka Dua Hotel Baru Tahun Ini

PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) melalui anak usahanya PT Surya Internusa Hotels berencana membuka dua hotel baru dengan brand Batiqa di Pekanbaru dan Lampung tahun ini. Tahun depan perseroan juga berencana membuka hotel Batiqa di Casablanka, Jakarta Selatan. Sebelumnya, pada 18 Februari 2016, SSIA telah membuka hotel Batiqa di Palembang. Hingga saat ini, SSIA telah membuka empat hotel Batiqa yang tersebar di Karawang, Cikarang, Cirebon, dan Palembang. Pada kuartal I/2016, Batiqa Hotel mencatat tingkat keterisian kamar 48,5% dan ARR (average room rate) Rp333.398.

PPRO Akan Terbitkan MTN Rp50 Miliar

PT PP Properti Tbk (PPRO) akan menerbitkan obligasi jangka pendek atau medium term notes (MTN) senilai Rp50 miliar. Perseroan akan menerbitkan MTN IV PP Properti Tbk. Seri A senilai Rp50 miliar pada 18 Mei 2016. MTN tersebut akan jatuh tempo pada 18 Mei 2018

Stock Pick

ASII

Support pada level 6150 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin ASII ditutup menguat pada 6325.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 6400

BBCA

Terlihat kuat pada support di level 12850, kemarin saham BBCA ditutup menguat pada level 13000.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 13150

TLKM

Terlihat kuat pada support di level 3670, kemarin saham TLKM ditutup menguat pada level 3720.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 3760

WSKT

Terlihat kuat pada support di level 2540, kemarin saham WSKT ditutup menguat pada level 2580.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 2610

INDF

Support pada level 6975 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin INDF ditutup menguat pada 7025.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 7100

ADHI

Terlihat kuat pada support di level 2520, kemarin saham ADHI ditutup menguat pada level 2560.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 2590

ICBP

Support pada level 15600 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin ICBP ditutup menguat pada 15900.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten harga pada level 16200

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2016


MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...