Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Selasa, 08-Mar-2016 )

Cincin Suryanto
Cincin Suryanto

Waterfront Securities Indonesia : Daily Update (Selasa, 08-Mar-2016 )
Market Hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Senin 7 Maret 2016 ditutup melemah 0,39% pada level 4831. Sektor konsumer melemah terbesar, namun kenaikan sektor pertambangan membatasi pelemahan IHSG. Investor asing net buy Rp502 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup mix yang dipicu oleh reli pada saham sektor energi, namun terjadi koreksi pada saham teknologi yang membuat Nasdaq Composite ditutup melemah. Reli pada saham sektor energi dipicu oleh kenaikan harga minyak mentah. Beberapa data ekonomi AS yang membaik akhir-akhir ini dan stabilnya harga komoditas menjadi sentimen positif di Wall Street, di saat earning season sudah hampir berakhir dan sedikit data ekonomi AS yang akan dirilis pada pekan ini. Kenaikan harga minyak mentah dipicu oleh Ekuador yang menyatakan akan melakukan pertemuan dengan para produsen minyak dari Amerika Latin untuk membahas konsensus harga minyak mentah. Sedangkan OPEC membahas harga keseimbangan baru untuk minyak mentah pada level sekitar USD50 per barel.secara teknikal untuk minyak mentah dan komoditas juga memicu pembelian. Menambah faktor positif untuk pergerakan harga minyak mentah, data industri menunjukkan cadangan minyak di AS meningkat lebih rendah dari perkiraan. Untuk IHSG pada hari ini diperkirakan akan bergerak mixed. Diperkirakan IHSG bergerak pada kisaran level 4781 - 4870

News & Analysis

AMRT Berencana Tambah 1000 Gerai Tahun Ini

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) berencana menambah sebanyak 1000 gerai pada tahun ini. Namun manajemen tidak menyebutkan berapa besaran dana investasi yang akan dikucurkan dalam merealisasikan aksinya tersebut. Penambahan gerai itu akan dilaksanakan perseroan di lokasi-lokasi yang masih memiliki potensi bagi perseroan.

SMRA Siapkan Dana Bayar Bunga Obligasi Rp14 Miliar

PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) telah menyiapkan dana untuk membayar bunga ke-1 atas Obligasi Berkelanjutan II Summarecon Agung Tahap I Tahun 2015. Perseroan telah menyiapkan dana sebesar Rp14.062.500.000 untuk pembayaran bunga obligasi tersebut. Dana tersebut akan ditransfer ke rekening KSEI sebelum tanggal 16 Maret 2016. SMRA telah menerbitkan obligasi berkelanjutan II tahap I 2015 sebanyak-banyaknya Rp500 miliar . Penerbitan obligasi berkelanjutan II tahap I 2015 tersebut guna mendukung pendanaan untuk pengembangan bisnis perseroan.

HERO Harapkan Raih Rp50 Miliar dari Penjualan Starmart

PT Hero Supermarket Tbk (HERO) berharap mendapatkan pendanaan sekitar Rp50 miliar dari hasil penjualan 57 gerai Starmart Convenience Store ke PT Fajar Mitra Indah (FamiliyMart). HERO juga bermaksud menutup gerai Starmart tersisa yang tidak dijual ke FamilyMart. Gerai Starmart sampai dengan saat ini sebanyak 84 gerai. Persentase pendapatan Starmart terhadap total pendapatan perseroan adalah sebesar 1,4%. Sedangkan persentase nilai transaksi penutupan segmen usaha Starmart terhadap total aset perseroan adalah sebesar 0,6% dan terhadap total ekuitas perseroan adalah sebesar 1%.

Laba Bersih TINS Turun 85%

PT Timah Tbk (TINS) mengalami penurunan laba bersih sebesar 85% per Desember 2015 menjadi Rp101,583 miliar dibandingkan laba bersih periode tahun sebelumnya yang sebesar Rp673 miliar. Pendapatan usaha turun 8,52% YoY menjadi Rp6,87 triliun dibandingkan pendapatan usaha tahun sebelumnya yang sebesar Rp7,51 triliun dan beban pokok turun menjadi Rp6,18 triliun dari Rp6,9 triliun. Laba bruto turun menjadi Rp686 miliar dari Rp1,61 triliun. Laba sebelum pajak turun menjadi Rp168,16 miliar dari Rp672,99 miliar. Jumlah aset per Desember 2015 menjadi Rp9,27 triliun dari Rp9,84 triliun.

MERK Mengalami Penurunan Laba 21,74%

PT Merck Tbk (MERK) membukukan laba bersih sebesar Rp142,54 miliar di sepanjang tahun 2015, atau turun 21,74% dibandingkan periode setahun sebelumnya yang sebesar Rp182,14 miliar. Laba per saham mengalami penurunan menjadi Rp2.463 dari Rp8.132 pada tahun 2014. Penjualan tumbuh 13,93% pada tahun 2015 menjadi Rp983,44 miliar dari Rp863,21 miliar. Laba bruto berhasil meningkat dari Rp458,60 miliar menjadi Rp496,25 miliar. Namun laba usaha mengalami penurunan menjadi Rp186,51 miliar dari Rp201,33 miliar. Total aset perseroan hingga Desember 2015 mencapai Rp641,64 miliar dari Rp711,05 miliar.

PPRO Akan Bentuk Perusahaan Patungan Kerjakan Lahan di Bandung

PT PP Properti Tbk (PPRO) berencana membentuk perusahaan patungan dengan sebuah perusahaan properti asal Bandung, Jawa Barat. Perusahaan patungan itu akan mengerjakan 20 hektare lahan menjadi sebuah kawasan pusat bisnis baru atau central business district (CBD) di Kota Bandung. Perseroan akan memiliki 51% saham sedangkan sisanya dimiliki mitra. Perseroan sudah menandatangani MoU minggu lalu, tahun ini perseroan merencanakan membentuk JV (joint venture) sedangkan proyeknya masih dalam tahap desain. Modal awal perusahaan patungan tersebut dipastikan melampaui Rp100 miliar karena lahan yang akan digarap cukup luas

Stock Pick

WIKA

Support pada level 2425 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin WIKA ditutup menguat pada 2520.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di 2550

ADHI

Terlihat kuat pada level support pada harga 2650, ADHI pada perdagangan kemarin ditutup menguat pada level 2680.

Rekomendasi sell on strength apabila tidak berhasil melewati resistance di harga 2710

INDF

Terlihat kuat pada support di level 7325, kemarin saham INDF ditutup menguat pada level 7400.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 7500

TLKM

Terlihat kuat pada level support pada harga 3345, TLKM pada perdagangan kemarin ditutup menguat pada level 3395.

Rekomendasi sell on strength apabila tidak berhasil melewati resistance di harga 3435

BMRI

Support pada level 9650 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin BMRI ditutup menguat pada level 9975.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di harga 10100

BBNI

Support pada level 5150 diperkirakan masih cukup kuat. Kemarin BBNI ditutup menguat pada level 5300.

Rekomendasi Sell On Strength apabila tidak berhasil melewati resisten di 5400

Octavianus Marbun

Waterfront Securities Indonesia

Sonatopas Tower FL.15A th

Jl. Jend Sudirman kav 26

Jakarta 12920

Ph : 6221 - 250 6355

Fax : 6221 - 250 6322

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Securities and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Securities, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Securities 2016

Apa Reaksi Kamu?